Stamina Baiklah Berkat Tempurung Kura-Kura

Selain tanaman, kita bisa memanfaatkan bermacam-macam binatang sebagai sarana pengobatan tradisional. Salah satunya tempurung kura-kura, yang ampuh mengobati benjol tetanus dan osteoporosis, serta meningatkan stamina.

Teknologi memungkinkan banyak sekali jenis produk masakan dan obat-obatan dikembangkan dalam skala industri. Kuda laut, misalnya, sekarang diolah menkadi obat tidur dan obat penenang. Hati ikan buntel digunakan untuk memperbaiki saraf otak yang rusak. Kitin dan kitosan dari kulit udang dan kepiting untuk obat antioksidan dan pelangsing tubuh. Serbuk kerang untuk mengatasi maag. Terakhir, sudah usang pengobatan tradisional Cina memanfaatkan tempurung kura-kura.


Manfaat dan khasiat tempurung kura-kura telah dipraktikkan Dr. Budi Sugiarto Widjaja, TCM, dari Klinik Beijing Herbal dan Akupuntur Center, Jakarta Barat. Salah seorang pasiennya, Rita (45 tahun), mengalami gangguan fraktur (patang tulang) pada kaki kiri jawaban jatuh. Setelah diterapi tusuk jarum ditambah mengonsumsi rebusan bunga lili dan tempurung kura-kura, lima hari kemudian, kondisinya memperlihatkan perubahan. Hasil investigasi dokter memperlihatkan fraktur kakinya mulai membaik.

Tempurung kura-kura, berdasarkan Dr. Budi mengandung kalsium tinggi, sehingga sanggup memperbaiki massa tulang. Sementara itu, paduan antara bunga lili dan tempurung kura-kura merupakan perekat tulang yang ampuh.

Ereksi Kembali
Dalam pengobatan Cina, semua ramuan obat digolongkan berdasarkan tingkatan pengaruhnya dalam keseimbangan yin dan yang di banyak sekali acam energi vital sistem manusia. Ramuan yang memanaskan sistem, meningkatkan metabolisme, dan merangsang organ-organ vital. Kelompok yang dinilai sebagai panas atau hangat. Organ yang diwakili kelompok ini usus, lambung, kantong empedu dan kantong kemih.

Ramuan yin mendinginkan sistem, memperlambat energo-energi internal, dan menenangkan organ-organ vital. Kelompok yin disebut cuek atau sejuk, berdasarkan kekuatannya. Organ tubuh yang diwakili kelompok ini ialah paru-paru, limpa, jantung, ginjal, dan hati.

Tempurung kura-kura, binatang berjulukan Latin Chinemys reevesii, dikenal sebagai tonikum bagi mereka yang kekurangan yin. Tonikum ialah obat besar lengan berkuasa yang sering diasup manula dan penderita defisiensi energi kronis supaya sanggup memperlambat proses penuaan dan meningkatkan fungsi vital, khususnya vitalitas seksual, kekebalan dan fungsi otak.

Ramuan ini bekerja pada organ ginjal, jantung dan hati, diyakini sanggup mengatasi gangguan insomnia, menstruasi tidak teratur, membantu tumbuh kembang anak (biacara, berdiri, berjalan, pertumbuhan gigi, mempercepat penyatuan ubun-ubun). Juga mempercepat peningkatan pertumbuhan tinggi tubuh sebelum usia 17 tahun.

Selain bisa mengatasi gangguan patah tulang, tetanus, dan sebagai obat luka, tempurung kura-kura dikenal sebagai ramuan tonikum yang bisa menambah stamina bagi laki-laki dan wanita," kata Dr Budi.

Pasien lainnya, Eddy (50), sudah 5 tahun mengalami gangguan ejakulasi dini. Setelah 3 bulan mengonsumsi rebusan tempurunghwan retil ini, ia tak lagi mengalami gangguan seksual. Staminanya pun meningkat. Edy mengaku, tiap pagi alat kemaluannya ereksi, menyerupai kebanyakan laki-laki normal. Ia merasa mendapat tonikum dengan mengonsumsi tempurung kura-kura.

Daniel Reild melalui bukunya, A Handbook of Chinese Healing herbs, menuliskan tempurung kura0kura merupakan salah satu materi ramuan tonikum. Bekerja meningkatkan energi, sistem imunitas, dan saraf otak, ramuan ini berefek kasatmata pada fungsi-fungsi tersebut melalui jaringan umpan balik dengan perantaraan hormon, saraf pemancar, dan faktor kekebalan.

Daniel menambahkan tempurung kura-kura mengandung nilai gizi untuk pembentukan otot dan menguatkan ginjal. Juga sebagai materi untuk memperbaiki masa tulang dan menjaga stabilitas tulang rawan.

Pemanfaatan
Untuk mendapat khasiat yang diinginkan Dr. Budi menawarkan kiat cara mengolah kura-kura menjadi materi obat. Kura-kura yang telah mati direbus selama 1 jam, lalau dagingnya dikeluarkan.

Tempurung dihancurkan kemudian digoreng memakai pasir. Tujuannya, supaya tempurung cepat kering dan tidak gampang busuk. Setelah itu, untuk beberapa saat, tempurung yang sudah kering direndam atau dicuci memakai cuka, kemudian dikeringkan kembali dengan cara diangin-anginkan.

Untuk menciptakan ramuan, 10-30 gram tempurung dimasak dengan 3 gelas air selama 25-30 menit sampai tersisa 1 gelas. Minum air hasil rebusan sehari sekali.

Tempurung kura-kura yang sudah diolah, bisa digunakan sebagai pelengkap obat. Di klinik beijing, satu gram tempurung kura-kura kering dijual seharga Rp 500.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel