Para Ibu, Cermatlah Menentukan Obat Penurun Demam Dengue
Sunday, March 30, 2008
Edit
| Masih banyak orangtua yang menganggap demam sebagai hal yang lumrah, begitupun dengan upaya penanganannya. Terkait dengan demam berdarah dengue (DBD) yang sekarang masih mengancam, para orangtua semestinya mengetahui tidak semua demam pada DBD bisa diatasi dengan semua jenis obat penurun demam. |
| Menurut dokter Hendrawan Nadesul, pada perkara DBD sebaiknya hindari menentukan obat anti demam golongan asam salisilat (acetylsalicylate) dan ibuprofen. Kendati obat golongan ini bisa meredakan demam lebih besar lengan berkuasa namun dampak sampingnya malah memperburuk penyakit DBD. "Efek jelek obat golongan ini berpotensi mengakibatkan perdarahan dan sindroma Reye. Itu berarti memperburuk penyakit DBD," katanya. Pada perkara dengue, sebaiknya ditangani dengan obat penurun demam yang aman. "Obat yang kondusif untuk menurunkan demam dengue ialah parasetamol yang diikuti dengan asupan cairan yang cukup menyerupai oralit, jus buah, susu, dan sebagainya," papar dr.Hindra Irawan Satari, Sp.A(K), M.Trop Paed, dari Departemen Ilmu Kesehatan Anak, FKUI. Ditambahkan oleh Hindra, demam ialah suatu tanda adanya bisul di dalam tubuh. "Demam diharapkan badan untuk menetralisir basil atau virus," katanya. Pemberian obat penurun demam pun berdasarkan Hindra hanya diharapkan pada fase demam yakni hari kedua dan ketiga dalam perjalanan penyakit DBD. "Jika suhu badan anak sudah di atas 38 derajat, berikan segera obat penurun demam golongan parasetamol dengan takaran 10 mg selang empat jam," terperinci Hindra. Pada anak, suhu badan normal berkisar antara 36 - 37,5 derajat Celcius. "Jika suhu tubuhnya mencapai 39 derajat, segera kompres dengan air hangat," imbuhnya. Berdasarkan survei yang dilakukan AC Nielsen di tahun 2006, terungkap 78 persen konsumsi obat penurun demam anak di wilayah perkotaan di Indonesia ialah produk yang mengandung asam salisilat, sedangkan yang mengonsumsi paracetamol 19 persen dan ibuprofen 2 persen. Sebenarnya konsumsi obat penurun demam golongan asal salisilat dan ibuprofen aman, namun tidak dianjurkan pada anak dengan demam dengue. Menurut standar organisasi kesehatan dunia (WHO), obat anti demam dengue yang kondusif ialah paracetamol. "Ibuprofen tidak dianjurkan alasannya ialah sanggup menurunkan trombosit dan mengakibatkan perdarahan organ dalam. Sedangkan asam salisilat diduga akan mengakibatkan sindroma Reye (gangguan fungsi hati) dan merangsang lambung," terperinci Hindra. Saat ini obat antidemam (antypyreticum) memang dijual bebas, para orangtua pun cenderung menentukan obat secara acak berdasarkan khasiatnya bukan segi keamanannya. Menurut data AC Nielsen, 88 persen para ibu memang membaca label namun yang lebih diperhatikan ialah takaran dan tanggal kadaluarsa, bukan golongan obatnya. |