Mencegah & Mengatasi Hepatitis Dengan Herbal
Sunday, March 30, 2008
Edit
Hepatitis merupakan suatu proses peradangan pada jaringan hati. Hepatitis dalam bahasa awam sering juga disebut dengan istilah lever atau sakit kuning. Padahal definisi lever itu sendiri bergotong-royong berasal dari bahasa Belanda yang berarti organ hati, bukan penyakit hati. Namun perkiraan yang berkembang dalam masyarakat mendefinisikan lever yaitu penyakit radang hati. Sedangkan istilah sakit kuning bergotong-royong sanggup menjadikan kerancuan, lantaran tidak semua sakit kuning disebabkan oleh radang hati, tetapi sanggup juga lantaran ada peradangan pada kantung empedu.
Peradangan hati sanggup disebabkan oleh abses banyak sekali mikroorganisme menyerupai virus, bakteri, dan protozoa. Namun pada umumnya disebabkan oleh virus (hepatitis virus). Radang hati juga sanggup terjadi akhir bahan-bahan kimia yang meracuni hati, obat-obatan, dan alkohol, yang disebut juga dengan hepatitis non-virus. Hepatitis akhir obat-obatan hanya menyerang orang yang sensitif.
Pada umumnya hepatitis virus akut memiliki gejala-gejala sebagai berikut :
- Tingkat awal merasa cepat lelah, tidak napsu makan, sakit kepala, pegal-pegal di seluruh badan, lemah, mual, dan kadang disertai muntah, dan selanjutnya demam.
- Fase kuning (ikterik) : ditandai dengan urin berwarna kuning kehitaman menyerupai air teh dan feses berwarna hitam kemerahan. Bagian putih dari bola mata, langit-langit verbal dan kulit menjadi berwarna kekuning-kuningan. Fase ini berlangsung kurang lebih selama 2-3 minggu;
- Fase penyembuhan : ditandai dengan berkurangnya tanda-tanda dan warna kuning menghilang. Umumnya penyembuhan tepat memerlukan waktu sekitar 6 bulan .
Tidak semua penderita hepatitis mengambarkan tanda-tanda menyerupai di atas, ada juga yang tidak mengambarkan warna kuning. Selain melihat tanda-tanda klinis diharapkan juga investigasi laboratorium menyerupai SGOT, SGPT, bilirubin, dan asam empedu.
Hepatitis yang disebabkan oleh abses virus mengakibatkan sel-sel hati mengalami kerusakan sehingga tidak sanggup berfungsi sebagaimana mestinya. Pada umumnya, sel-sel hati sanggup tumbuh kembali dengan sisa sedikit kerusakan, tetapi penyembuhannya memerlukan waktu berbulan-bulan dengan diet dan istirahat yang baik. Hepatitis virus dibagi menjadi 5 menurut jenis virus penyebabnya, yaitu : virus hepatitis A (VHA), B (VHB), C (VHC), D (VHD), dan E (VHE). Hepatitis virus sanggup menjadi kronis dan sanggup berlanjut menjadi sirosis hati dan kanker hati.
1. Hepatitis A
Hepatitis A lebih banyak diderita oleh bawah umur dan orang muda. Disebabkan oleh abses virus hepatitis A, pada umumnya menular melalui makanan/minuman yang terkotori oleh feses penderita, sanggup juga melalui konsumsi kerang yang terkotori virus. Penyakit ini jarang menjadi kronis. Gejala yang timbul ringan dan tidak selalu timbul fase kuning/ikterik.
Langkah pencegahannya, yaitu :
- basuh tangan sehabis dari toilet, sebelum makan dan sebelum menyiapkan makanan;
- disarankan tidak makan dengan menggunakan alat-alat makan secara - bergantian atau menggunakan sikat gigi bersama-sama;
- memperhatikan kebersihan lingkungan dan sanitasi ;
- Imunisasi
2. Hepatitis B
Hepatitis B merupakan bentuk hepatitis yang lebih serius dibandingkan dengan jenis hepatitis lainnya. Penularannya melalui transfusi darah, penggunaan jarum suntik yang tidak steril, alat tato, relasi seksual, air liur, feses, juga sanggup ditularkan dari ibu kepada bayi yang gres dilahirkannya. Hepatitis virus yang akut sanggup sembuh dengan sendirinya, namun sejumlah besar penderita hepatitis B akan menjadi kronis. Semakin muda usis terinfeksi virus hepatitis B semakin besar kemungkinan menjadi kronis. Hepatitis kronis akan meningkatkan risiko terjadinya sirosis dan hepatoma (kanker hati) di kemudian hari.
Upaya pencegahan terhadap hepatitis B, antara lain yaitu :
Imunisasi hepatitis B
- hindarkan pemakaian jarum suntik bekas, dan peralatan tato yang tidak steril.
- Hindarkan pemakaian bersama sikat gigi, pisau cukur dan alat lainnya yang sanggup menjadikan luka.
- Penderita hepatitis B dilarang minum alkohol untuk mencegah rangsangan selanjutnya pada hati.
3. Hepatitis C
Pada hepatitis C sebagian besar penderitanya berlanjut menjadi hepatitis kronis. Seperti halnya hepatitis B kronis, hepatitis C yang kronis juga akan berubah menjadi sirosis hati dan sanggup berpotensi menjadi hepatoma. Sebagian besar penderita hepatitis C tidak mengambarkan gejala. Seperti halnya hepatitis B, penularan hepatitis C umumnya terjadi melalui transfusi darah, selain itu mungkin juga melalui relasi seksual, penggunaan sikat gigi secara bersamaan, dan dari ibu pengidap hepatitis C kepada bayinya.
4. Hepatitis D
Virus hepatitis D hanya sanggup ditemukan pada penderita hepatitis B, lantaran untuk hidupnya memerlukan virus pembantu yaitu virus hepatitis B. Upaya pencegahan terhadap hepatitis B secara tidak pribadi juga mencegah hepatitis D.
5. Hepatitis E
Tipe penularannya sama dengan virus hepatitis A yaitu melalui kuliner dan minuman yang terkotori oleh feses. Infeksi virus hepatitis E terutama terjadi di kawasan yang tingkat kesehatan dan sanitasinya buruk, dan lebih banyak diderita oleh bawah umur dan perempuan hamil.
Tumbuhan Obat untuk Hepatitis
Tumbuhan obat/herbal yang sanggup dipakai untuk mencegah dan membantu pengobatan hepatitis diantaranya memiliki imbas sebagai hepatoprotektor yaitu melindungi hati dari efek zat toksik yang sanggup merusak sel hati, juga bersifat antiradang, kolagogum dan khloretik yaitu meningkatkan produksi empedu oleh hati.
Beberapa jenis tumbuhan obat yang sanggup dipakai untuk pengobatan hepatitis, antara lain yaitu temulawak (Curcuma xanthorrhiza ), kunyit (Curcuma longa), sambiloto (Andrographis paniculata), meniran (Phyllanthus urinaria), daun serut/mirten, jamur kayu/lingzhi (Ganoderma lucidum), akar alang-alang (Imperata cyllindrica), rumput mutiara (Hedyotis corymbosa), pegagan (Centella asiatica), buah kacapiring (Gardenia augusta), buah mengkudu (Morinda citrifolia), jombang (Taraxacum officinale).
Berikut referensi beberapa resep herbal untuk membantu pengobatan hepatitis.
Resep 1.
30 gram temu lawak (dikupas dan diris-iris) + 15 gram sambiloto kering + 60 gram akar alang-alang. Semua dicuci, direbus dengan 800 cc air sampai tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum untuk 2 kali sehari.
Resep 2.
30-60 gram daun serut/mirten segar + 60 gram pegagan + 30 gram meniran. Semua dicuci, direbus dengan 800 cc air sampai tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum untuk 2 kali sehari.
Resep 3.
10 gram jamur kayu/lingzhi + 10 gram biji kacapiring (zhi zi), keduanya dicuci, direbus dengan 600 cc air sampai tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum untuk 2 kali sehari. (kedua materi sanggup dibeli di toko obat Tionghoa)
Resep 4.
60 gram rumput mutiara atau rumput pengecap ular segar + 30 gram tumbuhan jombang segar + 25 gram kunyit. dicuci bersih, direbus dengan 800 cc air sampai tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum untuk 2 kali sehari.
Catatan :
- pilih salah satu resep dan lakukan secara teratur
- tetap konsultasi ke dokter
- untuk perebusan, gunakan periuk tanah, panci beling atau enamel.
Peradangan hati sanggup disebabkan oleh abses banyak sekali mikroorganisme menyerupai virus, bakteri, dan protozoa. Namun pada umumnya disebabkan oleh virus (hepatitis virus). Radang hati juga sanggup terjadi akhir bahan-bahan kimia yang meracuni hati, obat-obatan, dan alkohol, yang disebut juga dengan hepatitis non-virus. Hepatitis akhir obat-obatan hanya menyerang orang yang sensitif.
Pada umumnya hepatitis virus akut memiliki gejala-gejala sebagai berikut :
- Tingkat awal merasa cepat lelah, tidak napsu makan, sakit kepala, pegal-pegal di seluruh badan, lemah, mual, dan kadang disertai muntah, dan selanjutnya demam.
- Fase kuning (ikterik) : ditandai dengan urin berwarna kuning kehitaman menyerupai air teh dan feses berwarna hitam kemerahan. Bagian putih dari bola mata, langit-langit verbal dan kulit menjadi berwarna kekuning-kuningan. Fase ini berlangsung kurang lebih selama 2-3 minggu;
- Fase penyembuhan : ditandai dengan berkurangnya tanda-tanda dan warna kuning menghilang. Umumnya penyembuhan tepat memerlukan waktu sekitar 6 bulan .
Tidak semua penderita hepatitis mengambarkan tanda-tanda menyerupai di atas, ada juga yang tidak mengambarkan warna kuning. Selain melihat tanda-tanda klinis diharapkan juga investigasi laboratorium menyerupai SGOT, SGPT, bilirubin, dan asam empedu.
Hepatitis yang disebabkan oleh abses virus mengakibatkan sel-sel hati mengalami kerusakan sehingga tidak sanggup berfungsi sebagaimana mestinya. Pada umumnya, sel-sel hati sanggup tumbuh kembali dengan sisa sedikit kerusakan, tetapi penyembuhannya memerlukan waktu berbulan-bulan dengan diet dan istirahat yang baik. Hepatitis virus dibagi menjadi 5 menurut jenis virus penyebabnya, yaitu : virus hepatitis A (VHA), B (VHB), C (VHC), D (VHD), dan E (VHE). Hepatitis virus sanggup menjadi kronis dan sanggup berlanjut menjadi sirosis hati dan kanker hati.
1. Hepatitis A
Hepatitis A lebih banyak diderita oleh bawah umur dan orang muda. Disebabkan oleh abses virus hepatitis A, pada umumnya menular melalui makanan/minuman yang terkotori oleh feses penderita, sanggup juga melalui konsumsi kerang yang terkotori virus. Penyakit ini jarang menjadi kronis. Gejala yang timbul ringan dan tidak selalu timbul fase kuning/ikterik.
Langkah pencegahannya, yaitu :
- basuh tangan sehabis dari toilet, sebelum makan dan sebelum menyiapkan makanan;
- disarankan tidak makan dengan menggunakan alat-alat makan secara - bergantian atau menggunakan sikat gigi bersama-sama;
- memperhatikan kebersihan lingkungan dan sanitasi ;
- Imunisasi
2. Hepatitis B
Hepatitis B merupakan bentuk hepatitis yang lebih serius dibandingkan dengan jenis hepatitis lainnya. Penularannya melalui transfusi darah, penggunaan jarum suntik yang tidak steril, alat tato, relasi seksual, air liur, feses, juga sanggup ditularkan dari ibu kepada bayi yang gres dilahirkannya. Hepatitis virus yang akut sanggup sembuh dengan sendirinya, namun sejumlah besar penderita hepatitis B akan menjadi kronis. Semakin muda usis terinfeksi virus hepatitis B semakin besar kemungkinan menjadi kronis. Hepatitis kronis akan meningkatkan risiko terjadinya sirosis dan hepatoma (kanker hati) di kemudian hari.
Upaya pencegahan terhadap hepatitis B, antara lain yaitu :
Imunisasi hepatitis B
- hindarkan pemakaian jarum suntik bekas, dan peralatan tato yang tidak steril.
- Hindarkan pemakaian bersama sikat gigi, pisau cukur dan alat lainnya yang sanggup menjadikan luka.
- Penderita hepatitis B dilarang minum alkohol untuk mencegah rangsangan selanjutnya pada hati.
3. Hepatitis C
Pada hepatitis C sebagian besar penderitanya berlanjut menjadi hepatitis kronis. Seperti halnya hepatitis B kronis, hepatitis C yang kronis juga akan berubah menjadi sirosis hati dan sanggup berpotensi menjadi hepatoma. Sebagian besar penderita hepatitis C tidak mengambarkan gejala. Seperti halnya hepatitis B, penularan hepatitis C umumnya terjadi melalui transfusi darah, selain itu mungkin juga melalui relasi seksual, penggunaan sikat gigi secara bersamaan, dan dari ibu pengidap hepatitis C kepada bayinya.
4. Hepatitis D
Virus hepatitis D hanya sanggup ditemukan pada penderita hepatitis B, lantaran untuk hidupnya memerlukan virus pembantu yaitu virus hepatitis B. Upaya pencegahan terhadap hepatitis B secara tidak pribadi juga mencegah hepatitis D.
5. Hepatitis E
Tipe penularannya sama dengan virus hepatitis A yaitu melalui kuliner dan minuman yang terkotori oleh feses. Infeksi virus hepatitis E terutama terjadi di kawasan yang tingkat kesehatan dan sanitasinya buruk, dan lebih banyak diderita oleh bawah umur dan perempuan hamil.
Tumbuhan Obat untuk Hepatitis
Tumbuhan obat/herbal yang sanggup dipakai untuk mencegah dan membantu pengobatan hepatitis diantaranya memiliki imbas sebagai hepatoprotektor yaitu melindungi hati dari efek zat toksik yang sanggup merusak sel hati, juga bersifat antiradang, kolagogum dan khloretik yaitu meningkatkan produksi empedu oleh hati.
Beberapa jenis tumbuhan obat yang sanggup dipakai untuk pengobatan hepatitis, antara lain yaitu temulawak (Curcuma xanthorrhiza ), kunyit (Curcuma longa), sambiloto (Andrographis paniculata), meniran (Phyllanthus urinaria), daun serut/mirten, jamur kayu/lingzhi (Ganoderma lucidum), akar alang-alang (Imperata cyllindrica), rumput mutiara (Hedyotis corymbosa), pegagan (Centella asiatica), buah kacapiring (Gardenia augusta), buah mengkudu (Morinda citrifolia), jombang (Taraxacum officinale).
Berikut referensi beberapa resep herbal untuk membantu pengobatan hepatitis.
Resep 1.
30 gram temu lawak (dikupas dan diris-iris) + 15 gram sambiloto kering + 60 gram akar alang-alang. Semua dicuci, direbus dengan 800 cc air sampai tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum untuk 2 kali sehari.
Resep 2.
30-60 gram daun serut/mirten segar + 60 gram pegagan + 30 gram meniran. Semua dicuci, direbus dengan 800 cc air sampai tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum untuk 2 kali sehari.
Resep 3.
10 gram jamur kayu/lingzhi + 10 gram biji kacapiring (zhi zi), keduanya dicuci, direbus dengan 600 cc air sampai tersisa 300 cc, disaring, airnya diminum untuk 2 kali sehari. (kedua materi sanggup dibeli di toko obat Tionghoa)
Resep 4.
60 gram rumput mutiara atau rumput pengecap ular segar + 30 gram tumbuhan jombang segar + 25 gram kunyit. dicuci bersih, direbus dengan 800 cc air sampai tersisa 400 cc, disaring, airnya diminum untuk 2 kali sehari.
Catatan :
- pilih salah satu resep dan lakukan secara teratur
- tetap konsultasi ke dokter
- untuk perebusan, gunakan periuk tanah, panci beling atau enamel.