Manfaat Rumput Laut
Sunday, March 30, 2008
Edit

Rumput taut mengandung komponen unik yang berpengaruh berupa fucoidan, alginates, dan polifenol. Komposisi tersebut seolah-olah air susu (breast milk), sehingga kerap disebut brown milk.
Ini menjadi senjata belakang layar sehat orang Tongans (penduduk Kerajaan Tonga yang terletak di Lautan Pasifik, berdekatan dengan Hawaii, Selandia Baru, Fiji, dan Samoa) selama berabad-abad.
Manfaat:
Fucoidan yaitu polisakarida kompleks pada dinding sel rumput laut. Berbagai penelitian modern membuktikan, fucoidan yang merupakan komponen terbesar di dalam flora taut bisa meningkatkan imunitas dengan merangsang produksi sel-sel imun. la juga membantu melawan virus dan bakteri, melawan alergi dan menghambat penggumpalan darah, sehingga memperkecil risiko stroke dan serangan jantung.
Dapat pula menurunkan kadar kolesterol darah, menurunkan tekanan darah tinggi, menstabilkan kadar gula (glukosa) darah dengan memperlambat pelepasan glukosa ke dalam darah, meredakan gangguan pencernaan dengan mencegah masuknya basil Helicobacter pylori, meningkatkan fungsi lever, menjaga kelembaban dan kekencangan kulit, serta menghambat pertumbuhan sel abnormal.
Penelitian memperlihatkan bahwa polisakarida dalam rumput maritim bisa merusak selsel kanker. Itu sebabnya dahulu di Mesir rumput maritim dipakai untuk terapi kanker payudara. Rumput maritim juga merupakan multivitamin alami yang mempunyai acara antitumor secara konsisten.
Rumput maritim tidak mengandung lemak yang bermakna, tetapi kaya selenium yang bersifat antioksidan. Ini artinya rumput maritim bisa membantu badan mencegah absorpsi zat kimia beracun, termasuk sampah radioaktif dan polusi.
Sangat dianjurkan mengonsumsi rumput maritim selama menjalani terapi kemo. Nutrisi yang optimal dalam rumput maritim membuatnya bisa memperlihatkan fungsi imun terbaik, merevitalisasi tubuh, mendukung kesehatan jantung, memperbaiki pencernaan, menguatkan sistem saraf, dan menyeimbangkan hormon. Bahan pangan ini juga baik untuk menyehatkan rambut, memperkuat kuku dan gigi.
Di zaman baheula, masyarakat Jepang dan Cina memakai agar-agar yang berasal dari rumput maritim untuk obat sakit perut. Di Amerika, agar-agar dimasukkan ke dalam kelompok zat laksatif (pencahar).
Selain untuk industri makanan, agar-agar juga dipakai dalam industri farmasi (bahan baku kapsul pembungkus obat-obatan dan vitamin, adonan obat pencahar dan pasta gigi), industri kosmetika (bahan baku lipstik, sabun, salep, lotion, dan krim), serta industri lain.
Kandungan gizi:
Vitamin, mineral colloidal, iodin, asam lemak esensial, asam amino, dan banyak sekali enzim. @ rin