Makan Bersama Keluarga Ternyata Penting Lho!
Saturday, March 23, 2013
Edit
Makan bersama dulu yaitu kebiasaan yang dilakukan oleh hampir semua keluarga. Makan bersama keluarga di rumah dianggap menjadi cara efektif untuk mengobati lelah dan stres menghadapi pekerjaan di kantor ataupun kegiatan lainnya, sayangnya kebiasan itu perlahan-lahan mulai jarang dilakukan sebab kesibukan dan juga kelelahan dari masing-masing anggota keluarga.
Padahal berdasarkan psikolog anak dan keluarga, Anna Surti Ariani M.Si., Psi, makan bersama keluarga di meja makan sangat ampuh meredakan stres akhir pekerjaan kantor.
"Duduk bersama dalam satu meja dan menikmati kuliner favorit hasil kuliner ibu merupakan suatu kegiatan yang sangat bermaanfaat bagi seluruh anggota keluarga. Ini juga obat ampuh sebagai pereda stres akhir pekerjaan kantor," katanya dalan talkshow 'Masakan Ibu Selalu Makara Pilihan Keluarga' yang diadakan kecap elok ABC di Jakarta,
Dia menjelaskan, makan bersama sambil mendengarkan pengalaman-pengalaman anggota keluarga sehabis seharian beraktivitas, apakah itu pengalaman yang menyenangkan maupun mengecewakan akan menciptakan ketegangan akhir stres di kantor berkurang.
Tak hanya bagi para orang sampaumur yang bekerja, ini juga bisa meredakan stres ataupun ketegangan belum dewasa sehabis mencar ilmu di sekolah maupun daerah les.
Karena, sambungnya, makan bersama keluarga dalam suasana hangat, memberi kesempatan belum dewasa untuk bercakap-cakap dan bertukar pikiran dengan orang renta maupun orang sampaumur lainnya.
"Ini berperan penting meningkatkan perbendaharaan kosakata, memahami yang salah dan benar dan bahkan sanggup meningkatkan ketrampilan bergaulnya,' jelasnya.
Hal itu pun diakui oleh artis Arzeti Bilbina. Dia mengaku bahkan sengaja mendesign rumahnya dengan begitu pertama kali memasuki rumah yang terlihat dan gampang dijangkau yaitu meja makan.
Katanya, tak hanya sekedar untuk makan bersama, meja makan kerap dijadikan ajang berkumpul dalam suasana hangat bersama suami dan ketiga anaknya untuk mengobrol santai dan bercerita ihwal pengalaman hari itu.
"Kami di rumah terbiasa kumpul di meja makan. Bahkan tidak hanya untuk makan, kita sering memakai meja makan untuk berkumpul, berbincang-bincang," akunya.
Dampak positifnya, diakui Arzeti, selain belum dewasa menerima kuliner yang sehat sebab dibentuk sendiri, makan bersama di meja makan menciptakan anak-anaknya lebih percaya diri.
"Saya melihat pertumbuhan belum dewasa saya dengan anak seusia mereka, malah jauh lebih baik dan mereka lebih confident dalam bergaul. Karena sudah terbiasa dalam suasana keluarga yang hangat dan selalu bersama-sama," pungksanya.
via.inilah.com