Serangan Jantung
Tuesday, April 1, 2008
Edit
Penyakit jantung merupakan penyebab janjkematian nomor satu pada orang Amerika dewasa. Setiap tahunnya, di Amerika Serikat:
478000 orang meninggal sebab penyakit jantung koroner.
1,5 juta orang mengalami serangan jantung.
407000 orang mengalami operasi peralihan.
300000 orang menjalani angioplasti.
Penyakit jantung, stroke, dan penyakit periferal arterial merupakan penyakit yang mematikan. Di seluruh dunia, jumlah penderita penyakit ini terus bertambah. Ketiga kategori penyakit ini tidak lepas dari gaya hidup yang kurang sehat yang banyak dilakukan seiring dengan berubahnya tumpuan hidup.
Faktor-faktor pemicu serangan jantung ialah Merokok, mengonsumsi masakan berkolestrol tinggi, kurang gerak, malas berolahraga, stres, dan kurang istirahat.Daftar isi [sembunyikan]
1 Pengenalan Jantung
2 Faktor-faktor Resiko Penyakit Jantung Koroner
3 Serangan Jantung
3.1 Gejala Serangan Jantung
3.2 Tanda-tanda Peringatan Dini
3.3 Diagnosis
4 10 anggapan salah ihwal penyakit jantung
5 Pustaka
6 Pranala luar
[sunting]
Pengenalan Jantung
Jantung yaitu organ berupa otot, berbentuk kerucut, berongga dan dengan basisnya di atas dan puncaknya di bawah. Apex-nya (puncak) miring ke sebelah kiri. Berat jantung kira-kira 300 gram. Agar jantung berfungsi sebagai pemompa yang efisien, otot-otot jantung, rongga atas dan rongga bawah harus berkontraksi secara bergantian. Laju denyut-denyut jantung atau kerja pompa ini dikendalikan secara alami oleh suatu "pengatur irama". Ini terdiri dari sekelompok secara khusus, disebut nodus sinotrialis, yang terletak didalam dinding serambi kanan. Sebuah impuls listrik yang ditransmisikan dari nodus sinotrialis ke kedua serambi menciptakan keduanya berkontraksi secara serentak. Arus listrik ini selanjutnya di teruskan ke dinding-dinding bilik, yang pada gilirannya menciptakan bilik-bilik berkontraksi secara serentak. Periode kontraksi ini disebut systole. Selanjutnya periode ini diikuti dengan sebuah periode relaksasi pendek - kira-kira 0,4 detik - yang disebut diastole, sebelum impuls berikutnya datang. Nodus sinotrialus menghasilkan antara 60 sampai 72 impuls ibarat ini setiap menit ketika jantung sedang santai. Produksi impuls-impuls ini juga dikendalikan oleh suatu pecahan sistem syaraf yang disebut sistem syaraf otonom, yang bekerja diluar harapan kita. Sistem listrik built-in inilah yang menghasilkan kontraksi-kontraksi otot jantung beirama yang disebut denyut jantung.
Faktor-faktor Resiko Penyakit Jantung Koroner
Memasuki usia 45 tahun bagi pria.
Sangat penting bagi kaum laki-laki untuk menyadari kerentanan mereka dan mengambil tindakan konkret untuk mencegah datangnya penyakit jantung.
Bagi wanita, memasuki usia 55 tahun atau mengalami menopause dini (sebagai akhir operasi).
Wanita mulai menyusul laki-laki dalam hal resiko penyakit jantung sehabis mengalami menopause.
Riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
Riwayat serangan jantung didalam keluarga sering merupakan akhir dari profil kolesterol yang tidak normal.
Diabetes.
Kebanyakan penderita diabetes meninggal bukanlah sebab meningkatnya level gula darah, namun sebab kondisi komplikasi jantung mereka.
Merokok.
Resiko penyakit jantung drai merokok setara dengan 100 pon kelebihan berat tubuh - jadi mustahil menyamakan keduanya.
Tekanan darah tinggi (hipertensi).
Kegemukan (obesitas).
Obesitas tengah (perut buncit) yaitu bentuk dari kegemukan. Walaupun semua orang gemuk cenderung mempunyai resiko penyakit jantung, orang dengan obesitas tengah lebih-lebih lagi.
Gaya hidup buruk.
Gaya hidup yang jelek merupakan salah satu akar penyebab penyakit jantung - dan menggantinya dengan acara fisik merupakan salah satu langkah paling radikal yang sanggup diambil.
Stress.
Banyak penelitian yang sudah menunjukkan bahwa, jikalau menghadapi situasi yang tegang, sanggup terjadi arithmias jantung yang membahayakan jiwa.
Serangan Jantung
Serangan jantung yaitu suatu kondisi ketika kerusakan dialami oleh pecahan otot jantung (myocardium) akhir mendadak sangat berkurangnya pasokan darah ke situ. Berkurangnya pasokan darah ke jantung secara tiba-tiba sanggup terjadi ketika salah satu nadi koroner ter blokade selama beberapa saat, entah akhir spasme - mengencangnya nadi koroner - atau akibar pergumpalan darah - thrombus. Bagian otot jantung yang biasanya di pasok oleh nadi yang terblokade berhenti berfungsi dengan baik segera sehabis splasme reda dengan sendirinya, gejala-gejala hilang secara menyeluruh dan otot jantung berfungsi secara betul-betul normal lagi. Ini sering disebut crescendo angina atau coronary insufficiency. Sebaliknya, apabila pasokan darah ke jantung terhenti sama sekali, sel-sel yang bersangkutan mengalami perubahan yang permanen hanya dalam beberapa jam saja dan pecahan otot jantung termaksud mengalami penurunan mutu atau rusak secara permanen. Otot yang mati ini disebut infark.
Dan berdasarkan survey saya sendiri ( aanbae ) penyakit jantung banyak yang menyerang orang orang yang jarang jalan kaki ( kita ga usah muluk2x dulu untuk lari ) makanya jantung lebih dikenal penyakit orang menengah keatas yang intensitas jalan kakinya sedikit...
Ayo berjalan kaki.........
478000 orang meninggal sebab penyakit jantung koroner.
1,5 juta orang mengalami serangan jantung.
407000 orang mengalami operasi peralihan.
300000 orang menjalani angioplasti.
Penyakit jantung, stroke, dan penyakit periferal arterial merupakan penyakit yang mematikan. Di seluruh dunia, jumlah penderita penyakit ini terus bertambah. Ketiga kategori penyakit ini tidak lepas dari gaya hidup yang kurang sehat yang banyak dilakukan seiring dengan berubahnya tumpuan hidup.
Faktor-faktor pemicu serangan jantung ialah Merokok, mengonsumsi masakan berkolestrol tinggi, kurang gerak, malas berolahraga, stres, dan kurang istirahat.Daftar isi [sembunyikan]
1 Pengenalan Jantung
2 Faktor-faktor Resiko Penyakit Jantung Koroner
3 Serangan Jantung
3.1 Gejala Serangan Jantung
3.2 Tanda-tanda Peringatan Dini
3.3 Diagnosis
4 10 anggapan salah ihwal penyakit jantung
5 Pustaka
6 Pranala luar
[sunting]
Pengenalan Jantung
Jantung yaitu organ berupa otot, berbentuk kerucut, berongga dan dengan basisnya di atas dan puncaknya di bawah. Apex-nya (puncak) miring ke sebelah kiri. Berat jantung kira-kira 300 gram. Agar jantung berfungsi sebagai pemompa yang efisien, otot-otot jantung, rongga atas dan rongga bawah harus berkontraksi secara bergantian. Laju denyut-denyut jantung atau kerja pompa ini dikendalikan secara alami oleh suatu "pengatur irama". Ini terdiri dari sekelompok secara khusus, disebut nodus sinotrialis, yang terletak didalam dinding serambi kanan. Sebuah impuls listrik yang ditransmisikan dari nodus sinotrialis ke kedua serambi menciptakan keduanya berkontraksi secara serentak. Arus listrik ini selanjutnya di teruskan ke dinding-dinding bilik, yang pada gilirannya menciptakan bilik-bilik berkontraksi secara serentak. Periode kontraksi ini disebut systole. Selanjutnya periode ini diikuti dengan sebuah periode relaksasi pendek - kira-kira 0,4 detik - yang disebut diastole, sebelum impuls berikutnya datang. Nodus sinotrialus menghasilkan antara 60 sampai 72 impuls ibarat ini setiap menit ketika jantung sedang santai. Produksi impuls-impuls ini juga dikendalikan oleh suatu pecahan sistem syaraf yang disebut sistem syaraf otonom, yang bekerja diluar harapan kita. Sistem listrik built-in inilah yang menghasilkan kontraksi-kontraksi otot jantung beirama yang disebut denyut jantung.
Faktor-faktor Resiko Penyakit Jantung Koroner
Memasuki usia 45 tahun bagi pria.
Sangat penting bagi kaum laki-laki untuk menyadari kerentanan mereka dan mengambil tindakan konkret untuk mencegah datangnya penyakit jantung.
Bagi wanita, memasuki usia 55 tahun atau mengalami menopause dini (sebagai akhir operasi).
Wanita mulai menyusul laki-laki dalam hal resiko penyakit jantung sehabis mengalami menopause.
Riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
Riwayat serangan jantung didalam keluarga sering merupakan akhir dari profil kolesterol yang tidak normal.
Diabetes.
Kebanyakan penderita diabetes meninggal bukanlah sebab meningkatnya level gula darah, namun sebab kondisi komplikasi jantung mereka.
Merokok.
Resiko penyakit jantung drai merokok setara dengan 100 pon kelebihan berat tubuh - jadi mustahil menyamakan keduanya.
Tekanan darah tinggi (hipertensi).
Kegemukan (obesitas).
Obesitas tengah (perut buncit) yaitu bentuk dari kegemukan. Walaupun semua orang gemuk cenderung mempunyai resiko penyakit jantung, orang dengan obesitas tengah lebih-lebih lagi.
Gaya hidup buruk.
Gaya hidup yang jelek merupakan salah satu akar penyebab penyakit jantung - dan menggantinya dengan acara fisik merupakan salah satu langkah paling radikal yang sanggup diambil.
Stress.
Banyak penelitian yang sudah menunjukkan bahwa, jikalau menghadapi situasi yang tegang, sanggup terjadi arithmias jantung yang membahayakan jiwa.
Serangan Jantung
Serangan jantung yaitu suatu kondisi ketika kerusakan dialami oleh pecahan otot jantung (myocardium) akhir mendadak sangat berkurangnya pasokan darah ke situ. Berkurangnya pasokan darah ke jantung secara tiba-tiba sanggup terjadi ketika salah satu nadi koroner ter blokade selama beberapa saat, entah akhir spasme - mengencangnya nadi koroner - atau akibar pergumpalan darah - thrombus. Bagian otot jantung yang biasanya di pasok oleh nadi yang terblokade berhenti berfungsi dengan baik segera sehabis splasme reda dengan sendirinya, gejala-gejala hilang secara menyeluruh dan otot jantung berfungsi secara betul-betul normal lagi. Ini sering disebut crescendo angina atau coronary insufficiency. Sebaliknya, apabila pasokan darah ke jantung terhenti sama sekali, sel-sel yang bersangkutan mengalami perubahan yang permanen hanya dalam beberapa jam saja dan pecahan otot jantung termaksud mengalami penurunan mutu atau rusak secara permanen. Otot yang mati ini disebut infark.
Dan berdasarkan survey saya sendiri ( aanbae ) penyakit jantung banyak yang menyerang orang orang yang jarang jalan kaki ( kita ga usah muluk2x dulu untuk lari ) makanya jantung lebih dikenal penyakit orang menengah keatas yang intensitas jalan kakinya sedikit...
Ayo berjalan kaki.........