Yuk, Atasi Cedera Tulang Belakang
Sunday, March 30, 2008
Edit
| Ketika alat tulisnya jatuh, Yani (34) impulsif membungkuk untuk mengambilnya. Namun rasa sakit seolah menyengat cuilan punggungnya, setinggi pinggang. Ini bukan yang pertama kalinya bagi Yani. |
| Penyebab nyeri tersebut, berdasarkan dr Alfred Sutrisno Sp BS, sanggup diakibatkan adanya gangguan pada stukruktur tulang, alas tulang, atau otot-otot yang terlibat dalam menunjang tulang belakang. Umumnya, kata Alfred, penderita berusia antara 20 dan 45 tahun. Kaprikornus memang pada usia produktif. Jelas, sangat mengganggu produktivitas penderita maupun perusahaan tempatnya bekerja, bukan? Lebih banyak diderita pria `'Nyeri tersebut sanggup menjalar maupun terlokalisir,'' tutur jago bedah syaraf Rumah Sakit Pantai Indah Kapuk, Jakarta, ini. Menurut data yang ada, penderita nyeri pinggang lebih banyak dialami oleh laki-laki dibandingkan dengan perempuan. Alfred menduga, ini mungkin diakibatkan laki-laki lebih banyak beban kerja yang berisiko. Lalu, mengapa nyeri pinggang ini sanggup terjadi? Dia menyebutkan, `'Itu diakibatkan bergesernya alas tulang belakang, lebih dikenal dengan herniated nucleus pulposus.'' Bantalan tulang belakang (discus intervertebrale), terperinci Alfred, yaitu struktur yang berpengaruh dan tidak menjadikan rasa nyeri kalau pembungkusnya tak utuh. Bantalan ini sendiri bentuknya lunak, mirip jeli. Robeknya pembungkus alas mengakibatkan keluarnya inti dari alas tulang yang masuk ke dalam rongga tulang belakang. Hal tersebut sanggup menekan pembuluh darah balik, kantung saraf maupun saraf itu sendiri. Iritasi akhir penitikberatan dari alas tulang tersebut sanggup mengakibatkan rasa nyeri hingga kelumpuhan dari saraf yang tertekan. Gambaran klinis dari herniated nucleus pulposus, terperinci Alfred, tergantung dari letak penitikberatan pada alas tulang belakangnya. Itu sanggup terjadi akhir adanya riwayat jatuh, mengangkat benda-benda yang berat, atau adanya rasa baal (kesemutan). Pada kelainan ini, gejalanya biasanya bilateral atau dirasakan pada kedua sisi. Meskipun sanggup pada salah satu sisi lebih berat. Perasaan pinggang mirip terikat, hingga adanya kelumpuhan, adanya rasa kesemutan di kawasan kaki yang sesuai dengan distribusi saraf tersebut. Penderita yang lebih berat, adanya gangguan pada buang air besar maupun kecil. Manifestasinya berupa sulit kencing atau buang air besar maupun sulit menahannya. Pemeriksaan nyeri tulang belakang, berdasarkan Alfred, sanggup berupa foto lumbal, CT Meylografi, dan Megnetic Resonance Imaging (MRI). Pada investigasi foto lumbal sanggup terlihat apakah ada penyempitan jarak tulang yang satu dengan yang di atasnya atau di bawahnya. Atau adakah instabilitas? Bantalan buatan Alfred menjelaskan, penanganan dari herniated nucleus pulposus dibagi menjadi 2 yaitu, tindakan konservatif dan tindakan operatif. Tindakan konsevatif dengan menganjurkan penderita bed rest atau beristirahat penuh di tempat tidur. Ini sanggup dilakukan di rumah maupun di rumah sakit selama 2 hingga 3 ahad dengan tidur di atas papan yang keras. Penangannya dilakukan fisioterapi dengan menggunakan semacam jaket khusus (Plaster Jacket/Spinal Brace). Tindakan operatif, dibagi menjadi tindakan operasi biasa atau dengan bedah mikro. Keuntungan bedah mikro, antara lain, luka operasi kecil, jaringan yang rusak akhir dilakukan tindakan operasi minimal dengan hasil yang sangat memuaskan. Waktu rawat pun lebih pendek dibandingkan dengan teknik operasi biasa. Seiring dengan perkembangan teknologi kedokteran, sekarang telah dikembangkan teknik pemasangan alat pengganti alas yang rusak dengan live surgery, yaitu tindakan operasi eksklusif pada pasien penderita gangguan syaraf leher. Pada operasi ini akan dilakukan mekanisme pemasangan alas tulang leher buatan ibarat fungsi dari alas tulang leher sebenarnya. Dikembangkan oleh Vincent Bryan pada tahun 1990, tehnik dari pemasangan alat gres ini berfungsi untuk mengembalikan fungsi dari alas tulang leher yang rusak. Teknik ini sudah banyak dikembangkan di negara-negara maju, mirip Amerika, Eropa, atau Korea, dengan hasil yang baik. Namun adakah tips yang simpel untuk menghindari cedera tulang balakang? Bagaimana mengatasinya? Berbagai literatur menyarankan biar sedapat mungkin menjauhi stress, berguru bersikap rileks dan menghindari rutinitas. Selain itu, pelajari cara mengangkat beban, berdiri, duduk, dan berbaring dengan benar. Lebih dari itu, olah raga teratur bermanfaat untuk meningkatkan kelenturan otot-otot dan sendi punggung. Namun jangan terkejut, alasannya yaitu sakit pada punggung ini ternyata sanggup diakibatkan oleh gangguan kejiwaan. Benarkah demikian? Ya, berdasarkan Alfred, inilah yang disebut psikosomatik atau sakit akhir gangguan kejiwaan. |