Penyakit Vitiligo Dan Solusi

Vitiligo apa sih itu?
Pertanyaan ini mungkin masih terhitung menciptakan kerut di dahi begitu membicarakan vitiligo. Bahkan tak jarang orang yang mengalaminya pun tidak mengenal apa itu vitiligo.
Padahal vitiligo mulai diperkenalkan semenjak era 2 di Romawi. Kurangnya informasi mengenai vitiligo ini bisa jadi disebabkan karena jumlah penderitanya yang terlalu sedikit, yaitu hanya sekitar 1-2 persen dari jumlah penduduk dunia. Secara umum, vitiligo disebabkan karena terjadinya kerusakan pada melanosit atau sel kulit yang memproduksi melanin (pigmen yang memberi warna pada kulit), Akibatnya pada penderita akan timbul bercak putih pada kulit.
Vitiligo akan menyebar secara cepat atau lambat. Pada umumnya vitiligo menyebar dengan 3 pola, yaitu hanya di salah satu belahan tubuh, di salah satu sisi saja atau terjadi di banyak sekali belahan tubuh secara acak.
Hingga sekarang penyebab penyakit vitiligo belum diketahui secara pasti. Namun terdapat beberapa teori di kalangan medis, menyerupai kemungkinan adanya reaksi autoimun di mana sistem kekebalan tubuh menyerang sel tubuh sendiri.
Selain itu, juga terdapat beberapa faktor pemicu yang sanggup meningkatkan risiko timbulnya vitiligo. Sebut saja paparan sinar matahari yang terik, stres, emosional, atau syok fisik. Tidak heran bila pada penderita vitiligo belahan yang umumnya terlebih dulu mengalami perubahah warna ialah pada belahan yang sering terkena sinar matahari, menyerupai di tempat wajah, tangan, kaki atau siku.
Tingginya risiko terkena vitiligo juga bisa disebabkan karena faktor keturunan. Kurang lebih 30 persen dari penderita vitiligo mempunyai keluarga yang menderita hal serupa dan biasanya vitiligo terjadi pada rentang usia 10-30 tahun. Kendati demikian, tidak menutup kemungkinan vitiligo terjadi sebelum atau sehabis jarak usia tersebut.
Salah satu hal yang bisa dilakukan untuk mencegah timbulnya kerusakan melanosit ini ialah dengan selalu menggunakan tabir surya yang menunjukkan proteksi secara khusus dari sinar matahari pada belahan wajah, tangan dan kaki. Gunakan tabir surya dengan SPF (sun protective factor) 8-15 untuk kulit coklat atau gelap. Sedangkan bagi orang berkulit putih, sebaiknya menggunakan SPF 15-30. Namun penggunaan tabir surya ini juga harus diikuti dengan menjauhi sinar matahari antara pukul 11.00-15.00, menggunakan topi yang cukup lebar, dan menghindari risiko terbakar sinar matahari.
Kaprikornus …….
Vitiligo ialah suatu kelainan pigmentasi, dimana melanosit (sel-sel penghasil pigmen warna kulit) pada area tertentu rusak dan hilang. Penyebab terjadinya vitiligo masih belum diketahui secara pasti, namun ada dua teori yang paling kuat wacana penyebabnya yaitu faktor genetika, dan juga adanya gangguan pada sistem kekebalan tubuh yang mengakibatkan sel-sel tubuh menyerang sel tubuh itu sendiri (penyakit autoimun).
Penyakit yang disebabkan oleh genetika ataupun gangguan autoimun sayangnya tidak sanggup disembuhkan, karena penyebabnya dari dalam tubuh sendiri. Namun begitu tidak usah kuatir karena vitiligo cenderung tidak berbahaya, hanya dampak estetika saja yang terganggu karena adanya perbedaan warna kulit di area tertentu. Walau demikian, pada kebanyakan kasus, Vitiligo bisa menimbulkan dilema bagi kepercayaan diri sang penderitanya, contohnya pada orang-orang dengan area vitiligo yang lebih dari 50% permukaan tubuhnya, atau pada wanita, sehingga penderita Vitiligo pun perlu perhatian dan dukungan dari kerabat dan teman-teman terdekat.
Ada beberapa metode “penyembuhan” vitiligo, antara lain pemberian sejenis krim kortikosteroid untuk mengembalikan warna pigmennya. Untuk pengobatan ini, Anda musti berkonsultasi dengan dokter karena pemakaian dan dosisnya harus diatur. Pada pasien dengan area vitiligo yang sangat luas, contohnya lebih dari 50%, biasanya alternatif yang diambil ialah justru depigmentasi, atau penghilangan pigmen belahan tubuh yang lain supaya tidak belang-belang. Cara lainnya lagi, ya melalui proses operasi, contohnya cangkok kulit, ataupun transplantasi melanosit (sel pigmen), tapi tentu biayanya sangat mahal.
Penderita Vitiligo sebaiknya tidak sering terpapar sinar matahari, jadi harus selalu menggunakan tabir surya apabila akan beraktivitas di luar rumah. Jika tempat terkena vitiligo hanya sedikit, losion penggelap kulit (sun-tanning lotion) bisa digunakan sebagai alternatif tapi sifatnya hanya kosmetika saja. Selain itu, gathering dan saling sosialisasi antar penderita Vitiligo juga disarankan untuk bisa memupuk kepercayaan diri dan sebagai wadah untuk saling berbagi.
sumber : http://www.kompas.com/ dan http://www.mediasehat.com
Penyakit Kanker Insya Alloh Sudah Tidak Berbahaya lagi
Kanker tidak lagi mematikan. Para penderita kanker di Indonesia dapat
mempunyai impian hidup yang lebih usang dengan ditemukannya tanaman
“KELADI TIKUS” (Typhonium Flagelliforme/ Rodent Tuber) sebagai tanaman
obat yang sanggup menghentikan dan mengobati banyak sekali penyakit kanker
dan banyak sekali penyakit berat lain.
Tanaman sejenis talas dengan tinggi maksimal 25 hingga 30 cm ini hanya
tumbuh di semak yang tidak terkena sinar matahari langsung. “Tanaman
ini sangat banyak ditemukan di Pulau Jawa,” kata Drs.Patoppoi Pasau,
orang pertama yang menemukan tumbuhan itu di Indonesia .
Tanaman obat ini telah diteliti semenjak tahun 1995 oleh Prof Dr Chris
K.H.Teo,Dip Agric (M), BSc Agric (Hons)(M), MS, PhD dari Universiti
Sains Malaysia dan juga pendiri Cancer Care Penang, Malaysia. Lembaga
perawatan kanker yang didirikan tahun 1995 itu telah membantu ribuan
pasien dari Malaysia , Amerika, Inggris , Australia , Selandia Baru,
Singapura, dan banyak sekali negara di dunia.
Di Indonesia, tumbuhan ini pertama ditemukan oleh Patoppoi di
Pekalongan, Jawa Tengah.
Ketika itu, istri Patoppoi mengidap kanker payudara stadium III dan
harus dioperasi 14 Januari 1998. Setelah kanker ganas tersebut
diangkat melalui operasi, istri Patoppoi harus menjalani kemoterapi
(suntikan kimia untuk membunuh sel, Red) untuk menghentikan penyebaran
sel-sel kanker tersebut.
“Sebelum menjalani kemoterapi,dokter menyampaikan semoga kami menyiapkan
wig (rambut palsu) karena kemoterapi akan menjadikan kerontokan
rambut, selain kerusakan kulit dan hilangnya nafsu makan,” jelas
Patoppoi.
Selama mendampingi istrinya menjalani kemoterapi, Patoppoi terus
berusaha mencari pengobatan alternatif hingga akhirnya ia mendapatkan
informasi mengenai penggunaan teh Lin Qi di Malaysia untuk mengobati
kanker. “Saat itu juga saya eksklusif terbang ke Malaysia untuk membeli
teh tersebut,” ujar Patoppoi yang juga jago biologi.
Ketika sedang berada di sebuah toko obat di Malaysia , secara tidak
sengaja ia melihat dan membaca buku mengenai pengobatan kanker yang
berjudul Cancer, Yet They Live karangan Dr Chris K.H. Teo terbitan
1996.
“Setelah saya baca sekilas, eksklusif saja saya beli buku tersebut.
Begitu menemukan buku itu, saya malah tidak jadi membeli teh Lin Qi,
tapi eksklusif pulang ke Indonesia ,” kenang Patoppoi sambil tersenyum.
Di buku itulah Patoppoi membaca khasiat typhonium flagelliforme itu.
Berdasarkan pengetahuannya di bidang biologi, pensiunan pejabat
Departemen Pertanian ini eksklusif menyidik dan mencari tanaman
tersebut.
Setelah menghubungi beberapa koleganya di banyak sekali tempat, familinya
di Pekalongan Jawa Tengah, balas menghubunginya. Ternyata, mereka
menemukan tumbuhan itu di sana . Setelah mendapatkan tumbuhan tersebut
dan mempelajarinya lagi, Patoppoi menghubungi Dr. Teo di Malaysia
untuk menanyakan kebenaran tumbuhan yang ditemukannya itu.
Selang beberapa hari, Dr Teo menghubungi Patoppoi dan menjelaskan
bahwa tumbuhan tersebut memang benar Rodent Tuber. “Dr Teo mengatakan
semoga tidak ragu lagi untuk menggunakannya sebagai obat,” lanjut
Patoppoi.
Akhirnya, dengan tekad bundar dan do’a untuk kesembuhan, Patoppoi mulai
memproses tumbuhan tersebut sesuai dengan langkah-langkah pada buku
tersebut untuk diminum sebagai obat. Kemudian Patoppoi menghubungi
putranya, Boni Patoppoi di Buduran, Sidoarjo untuk ikut mencarikan
tumbuhan tersebut.
“Setelah melihat ciri-ciri tumbuhan tersebut, saya mulai mencari di
pinggir sungai depan rumah dan eksklusif saya dapatkan tumbuhan tersebut
tumbuh liar di pinggir sungai,” kata Boni yang mendampingi ayahnya
ketika itu.
Selama mengkonsumsi sari tumbuhan tersebut, isteri Patoppoi mengalami
penurunan imbas samping kemoterapi yang dijalaninya. Rambutnya berhenti
rontok, kulitnya tidak rusak dan mual-mual hilang. “Bahkan nafsu makan
ibu saya pun kembali normal,” lanjut Boni.
Setelah tiga bulan meminum obat tersebut, isteri Patoppoi menjalani
investigasi kankernya. “Hasil investigasi negatif, dan itu sungguh
mengejutkan kami
Para dokter itu kemudian menanyakan kepada Patoppoi, apa yang
diberikan pada isterinya. “Malah mereka ragu, apakah mereka telah
salah menunjukkan takaran kemoterapi kepada kami,” lanjut Patoppoi.
Setelah diterangkan mengenai dongeng tumbuhan Rodent Tuber, para dokter
pun mendukung Pengobatan tersebut dan menyarankan agar
mengembangkannya. Apalagi melihat keadaan isterinya yang tidak
mengalami imbas samping kemoterapi yang sangat keras tersebut. Dan
investigasi yang seharusnya tiga bulan sekali diundur menjadi enam
bulan sekali.”Tetapi karena sesuatu hal, para dokter tersebut tidak
mau mendukung secara terang-terangan penggunaan tumbuhan sebagai
pengobatan alternatif,” sambung Boni sambil tertawa.
Setelah beberapa usang tidak berhubungan, berdasarkan peningkatan
keadaan isterinya, pada bulan April 1998, Patoppoi kemudian
menghubungi Dr.Teo melalui fax untukmenginformasik an bahwa tanaman
tersebut banyak terdapat di Jawa dan mengajak Dr. Teo untuk
menyebarkan penggunaan tumbuhan ini di Indonesia.
Kemudian Dr. Teo eksklusif membalas fax kami, tetapi mereka tidak tahu
apa yang harus mereka perbuat, karena jarak yang jauh,” sambung
Patoppoi.
Meskipun Patoppoi mengusulkan semoga buku mereka diterjemahkan dalam
bahasa Indonesiadan disebar-luaskan di Indonesia, Dr. Teo menganjurkan
semoga kedua belah pihak bekerja sama dan berkonsentrasi dalam usaha
aktual membantu penderita kanker di Indonesia.
Kemudian, pada simpulan Januari 2000 ketika Jawa Pos mengulas habis
mengenai meninggalnya Wing Wiryanto, salah satu wartawan handal Jawa
Pos, Patoppoi sempat tercengang. Data-data rinci mengenai gejala,
penderitaan, pengobatan yang diulas di Jawa Pos, ternyata sama dengan
salah satu pengalaman pengobatan penderita kanker usus yang dijelaskan
di buku tersebut. Dan eksperimen pengobatan tersebut berhasil
menyembuhkan pasien tersebut.
“Lalu saya eksklusif menulis di kolom Pembaca Menulis di Jawa Pos,”
ujar Boni. Dan tanggapan yang diterimanya benar-benar diluar dugaan.
Dalam
Pasien pertama yang berhasil ialah penderita Kanker Mulut Rahim
stadium dini. Setelah diperiksa, dokter menyampaikan harus dioperasi.
Tetapi karena belum mempunyai biaya dan sambil menunggu rumahnya laku
dijual untuk biaya operasi, mereka tiba setelah membaca Jawa Pos.
Setelah diberi tumbuhan dan cara meminumnya, tidak usang kemudian pasien
tersebut tiba lagi dan melaporkan bahwa ia tidak perlu dioperasi,
karena hasil investigasi menyampaikan negatif.
Berdasarkan isu terkini masyarakat sekitar yang sangat tinggi, Patoppoi
berusaha untuk menemui Dr. Teo secara langsung.
Atas dukungan Direktur Jenderal Pengawasan Obat dan Makanan Departemen
Kesehatan, Sampurno, Patoppoi sanggup menemui Dr. Teo di Penang ,
Malaysia . Di kantor Pusat Cancer Care Penang , Malaysia , Patoppoi
menerima penerangan lebih lanjut mengenai riset tumbuhan yang saat
ditemukan mempunyai nama Indonesia .
Ternyata ketika Patoppoi menerima buku “Cancer, Yet They Live” edisi
revisi tahun 1999, fax yang dikirimnya di masukkan dalam buku
tersebut, serta pengalaman isterinya dalam usahanya berperang melawan
kanker. Dari pembicaraan mereka, Dr. Teo merekomendasi semoga Patoppoi
mendirikan perwakilan Cancer Care di Jakarta dan Surabaya ..
Maka secara resmi, Patoppoi dan putranya diangkat sebagai perwakilan
forum sosial Cancer Care Indonesia , yang juga disebutkan dalam
buletin bulanan Cancer Care, yaitu di Jl. Kayu Putih 4 No. 5, Jakarta
, telp. 021-4894745, dan di Buduran, Sidoarjo.
Cancer Care Malaysia telah mengembangkan bentuk pengobatan tersebut
secara lebih canggih. Mereka telah memproduksi ekstrak Keladi Tikus
dalam bentuk pil dan teh bubuk yang dikombinasikan dengan berbagai
tananaman lainnya dengan takaran tertentu. “Dosis yang diperlukan
tergantung penyakit yang diderita,” kata Boni.
Untuk mendapatkan obat tersebut, penderita harus mengisi formulir
Kemudian Dr. Teo sendiri yang akan mengirimkan resep sekaligus
obatnya, dengan harga eksklusif dari Malaysia , sekitar 40-60 Ringgit
Malaysia ,” lanjut Boni.
“Jadi pasien hanya membayar biaya fax dan obat, kami tidak menarik
keuntungan, malahan untuk yang kurang mampu, Dr.Teo bisa memberikan
perpanjangan waktu pembayaran. ” tambahnya.
Sebenarnya pengobatan ini juga didukung dan sedang dicoba oleh salah
satu dokter senior di Surabaya, pada pasiennya yang mengidap kanker
ginjal. Ada dua pasien yang sedang dirawat dokter yang pernah menjabat
sebagai eksekutif salah satu rumah sakit terbesar di Surabaya ini.
Pasien pertama yang mengidap kanker rahim tidak sempat diberi
pengobatan dengan keladi tikus, dikarenakan telah ditangani oleh
rekan-rekan dokter yang telah mempunyai reputasi. Setelah menjalani
kemoterapi dan radiologi, pasien tersebut mengalami kerontokan rambut,
kulit rusak dan gatal, dan selalu muntah.
Tetapi pada pasien kedua yang mengidap kanker ginjal, dokter ini
menanganinya sendiri dan juga menunjukkan pil keladi tikus untuk
membantu proses penyembuhan kemoterapi.
Pada pasien kedua ini, tidak ditemui banyak sekali imbas yang dialami
penderita pertama, bahkan pasien tersebut kelihatan normal. Tetapi
dokter ini menolak untuk diekspos karena menurutnya, pengobatan ini
belum resmi diteliti di Indonesia
Menurutnya, bila rekan-rekannya mengetahui bahwa ia memakai
pengobatan alternatif, mereka akan menunjukkan predikat sebagai
“ter-kun” atau dokter-dukun.
“Disinilah gap yang terbuka antara pengobatan konvensional dan
modern,” kata dokter tersebut.
Banyak hal menarik yang dialami Boni selama mendapatkan dan memberikan
dukungan kepada banyak sekali pasien. Bahkan ada pecandu berat putaw dan
sabu-sabu di Surabaya , yang pada akhirnya pecandu tersebut mendapat
kanker paru-paru. Setelah menerima vonis kanker paru-paru stadium III,
pasien tersebut
mengkonsumsi pil dan teh dari Cancer Care. Hasilnya cukup mengejutkan,
karena ternyata obat tersebut sanggup mengeluarkan racun narkoba dari
peredaran darah penderita dan mengatasi ketergantungan pada narkoba
tersebut.
“Tapi, bila pecandu sudah bisa menetralisir racun dengan keladi tikus,
ia dilarang menggunakan narkoba lagi, karena niscaya akan timbul
resistensi. Kaprikornus jangan menyerupai kebo, habis mandi berkubang lagi,”
sambung Boni sambil tertawa.
Juga ada pengalaman pasien yang meraung-raung kesakitan akibat
serangan kanker yang menggerogotinya, karena obat penawar rasa sakit
sudah tidak mempan lagi. Setelah diberi minum sari keladi tikus,
beberapa ketika kemudian pasien tersebut hening dan tidak lagi merasa
kesakitan.
Menurut data Cancer Care Malaysia , banyak sekali penyakit yang telah
disembuhkan ialah banyak sekali kanker dan penyakit berat menyerupai kanker
payudara, paru-paru, usus besar-rectum, liver, prostat, ginjal, leher
rahim, tenggorokan, tulang, otak, limpa, leukemia, empedu, pankreas,
dan hepatitis. Kaprikornus diharapkan semoga hasil penelitian yang menghabiskan
milyaran Ringgit Malaysia selama 5 tahun sanggup benar-benar berguna
bagi dunia kesehatan.
Bagi teman-teman yang memerlukan informasi lebih lanjut sehubungan
dengan artikel “Obat Kanker” bisa menghubungi perwakilan lembaga
sosial
“Cancer Care Indonesia “
Jl. Kayu Putih 4 no.5 Jakarta
telp : 021-4894745.
Kulit Halus
Kulit halus ialah dambaan setiap kaum hawa, jadi nggak perlu biaya mahal untuk perawatan kulit, cukup menggunakan resep sebagi berikut :
Bahan :
1. gelas kecil jus lemon
2. beberapa batang kayu manis atau cinnamon untuk wewangian
3. dua sendok makan minyak zaitun, dan 1/4 gelas susu.
Jika anda kurang suka anyir kayu manis, ganti saja dengan rempah-rempah atau bunga yang harumnya anda suka.
Caranya :
Campurkan semua bahan-bahan ini dalam satu wadah. Lalu masukkan ke dalam bathtub bila anda ingin menggunakannya untuk mandi. Atau cukup di ember kecil untuk sekedar merendam kaki misalnya. Berendamlah selama kira-kira 15 menit sambil menggosok-gosok kulit anda.
Setelah itu bilas dengan air higienis kemudian mandi dengan menggunakan sabun biasa. Setelah melaksanakan ini secara rutin selama beberapa minggu, kulit anda dijamin halus selembut sutra.
sumber : http://www.detikhot.com
Tips Agar Selalu Tampak Awet Muda
Banyak cara yang sanggup menciptakan kulit anda tampak lebih muda. Faktor genetik tentu sahaja sangat berpengaruh. Namun sebetulnya ada sejumlah faktor yang biasa membantu orang menjadi abadi muda.
1) Jauhkan Kebiasaan Buruk Anda
- Jangan merokok atau berhentilah merokok kerana merokok hanya menciptakan kulit anda menjadi tidak segar selain memancing sakit jantung dan paru-paru.
- Hindari alkohol kerana jumlah yang berlebihan akan merosakkan sel-sel, gen dan mendorong terjadinnya radang hati serta mencepatkan kerapuhan tulang.
- Pastikan juga anda menerima tidur yang cukup karena pada ketika tidur itulah tubuh akan berkerja memperbaiki sel-sel selain merehatkan jantung. Dengan tidur yang cukup, anda akan sanggup hidup lebih cergas sepanjang hari. Jika anda mengalami kesulitan tidur malam, apakata cuba minum segelas susu terlebih dahulu sebelum masuk tidur.
- Hindarkan makan terlalu banyak sebelum tidur bila anda ingin gampang terlelap hingga pagi hari.
- Hindari minuman ringan secara berlebihan
- Banyakkan minum air putih minimum 8 gelas sehari
- Bersenam. Jika terlalu sibuk memadailah dengan melaksanakan senaman jalan kaki setengah jam sebelum mandi setiap pagi
2) Jangan Lupa Perawatan Luar
- Jangan lupa gunakan sun block setiap hari. Tunggu setengah jam sebelum keluar untuk sun block menyerap kedalam kulit. Sinar matahari paling kuat menyenagt pada pukul 1 tengahari
- Melakukan olahraga secara teratur boleh mengawal kadar garam dalam masakan kita, tidak dilupakan ramuan jamu tertentu yg diyakini sanggup menjadikan seseorang selalu nampak muda dan segar.
3) Amalkan Pengambilan Makanan Yang Mempunyai Magnesium
Pengambilan ikan secara teratur diyakini sanggup menurunkan tekanan darah dan akan menjadikan jantung lebih stabil. Zat magnesium gampang didapati dalam ikan tuna, madu, kacang-kacangngan, bujian-bijian, sayur-sayuran hijau, serta ikan pada umumnya.
Selain itu, anda disarankan untuk minum anggur merah atau jus anggur secara teratur untuk membantu menurunkan kadar kolesterol tubuh. Banyakkan masakan yang mengandungi vitamin C, E dan D.
Ambillah bawang putih, biji-bijian serta banyak sekali jenis masakan yang berasal dari laut, ternyata kaya dengan selenium. Selenium merupakan salah satu faktor yang sanggup menurunkan kemungkinan kita diserang penyakit jantung, disamping penyakit lainnya.
sumber : http://sirloinskipper.fotopages.com/?entry=1038602
Tips Mengurangi Varises
Varises menciptakan kaki tidak sedap dipandang. Berikut ialah yang bisa Anda lakukan untuk mengurangi varises:
- Olahraga secara teratur. Berjalan, berlari, bersepeda dan berenang menciptakan pembuluh darah sehat
- Konsumsi banyak serat dan kurangi garam
- Jangan mengenakan sandal atau sepatu hak tinggi
- Hindari pakaian atau pakaian dalam ketat yang membatasi anutan darah disekitar pinggang, selangkangan dan kaki (ikat pinggang, stocking atau kaus kaki).
- Jangan menyilangkan atau menekuk kaki dalam waktu yang lama
- Jika pekerjaan menuntut Anda untuk sering bangun atau duduk, gerakan dan regangkan kaki, putar-putar pergelangan kaki, dan goyangkan jari sesekali
- Melakukan peregangan kaki tiap hari
- Angkat kaki lebih tinggi dari dada kapanpun sempat.
- Istirahatkan kaki di atas bantal ketika tidur
- Berhenti merokok
sumber : http://lisan.gudangbaca.com/kesehatan/tips_mengurangi_varises
Varises Saat hamil Bisa Dicegah ?
Varises di kaki bukan cuma merusak penampilan tapi juga menimbulkan keluhan pegal, kaku, dan rasa nyeri pada belahan betis. Apa yang harus kita lakukan?
Varises kerap muncul pada ketika kita berbadan dua. Gangguan berupa pelebaran pembuluh darah balik ini tampaknya memang sepele, tapi ternyata cukup mengganggu. Kadang, kaki terasa pegal atau kaku.
Kemunculan varises ditandai dengan penonjolan-penonjolan pembuluh darah ke permukaan kulit di tempat betis. Biasanya varises berwarna hijau kebiru-biruan. Tonjolan ini bisa kecil, bisa juga sangat besar. Yang jelas, kurang sedaplah bila dipandang dan kerap menciptakan si pemilik varises merasa rendah diri.
ASAL-USUL
Apa sebetulnya yang terjadi? Sebenarnya penonjolan-penonjolan ini merupakan pembendungan anutan darah yang terjadi pada pembuluh-pembuluh darah balik (vena). “Fungsi pembuluh vena yang normal dan sehat ialah membawa darah kotor (darah yang banyak mengandung karbondioksida) kembali ke jantung,” ujar dr. Nanang Hasani, Sp.OG, dari RSIA Hermina .
Karena harus bekerja melawan gaya berat, maka pembuluh vena dirancang untuk mempunyai serangkaian katup yang mencegah membaliknya anutan darah. Bila katup ini hilang, darah cenderung berkumpul pada vena di mana tarikan gaya beratnya besar, menyerupai kaki dan anus. Nah, karena terbendung, anutan darah pun mencari jalan alternatif.
Caranya ? Dengan menciptakan “jalan baru” melalui pembuluh-pembuluh lain yang lebih kecil yang terletak lebih dalam. “Jalan baru” ini bisa terbentuk bukan cuma di kaki saja, melainkan di belahan tubuh mana saja.
MUNCUL SAAT HAMIL
Gangguan varises cenderung lebih banyak menyerang perempuan yang bertubuh gemuk dibanding pria. Dan kerap dialami pertama kali oleh perempuan yang sedang hamil. Bisa diduga penyebabnya ialah perubahan bentuk rahim yang kian membesar ukurannya, semakin menekan sejumlah pembuluh darah balik di sekitar belahan perut. Akibatnya, terjadilah penyempitan pada pembuluh darah yang tertekan, sehingga anutan darah di beberapa tempat belahan bawah perut menjadi tidak lancar.
Kecuali pembesaran ukuran rahim, hormon pun diduga menjadi penyebab timbulnya varises. Seperti kita tahu kehamilan membawa perubahan hormon. Hormon progresteronlah yang bertanggung jawab pada keadaan yang mengakibatkan perubahan pada elastisitas dinding pembuluh darah.
Umumnya perempuan yang sudah terkena varises sebelum hamil, akan mengalami varises yang lebih parah ketika berbadan dua. Begitu juga varises akan muncul pada perempuan hamil di atas usia 40 tahun atau pada kehamilan kedua, ketiga, dan seterusnya serta pada kehamilan dengan bayi kembar.
Kecuali hal yang sudah disebutkan, varises ketika hamil bisa juga muncul tanggapan adanya infeksi.
BISA DI VAGINA
Betis memang belahan yang paling sering terkena serangan varises. Dan varises di belahan inilah yang paling mengganggu penampilan. Tapi sebetulnya varises bisa menyerang belahan tubuh lain, contohnya di anus, yang dikenal dengan istilah wasir atau ambeien.
Pada ibu hamil, varises pun bisa menyerang tempat vagina dan jalan lahir. Memang sangat jarang terjadi. Tapi, varises di belahan bisa menjadi dilema yang cukup serius karena akan mengganggu kelancaran proses melahirkan. “Gangguan proses persalinan tanggapan varises bisa membahayakan jiwa calon ibu yang menjalani persalinan normal. Sebab, ketika proses mengejan yang kuat bisa menjadikan pecahnya varises yang ada di tempat vagina. Akibatnya akan terjadi perdarahan hebat,” ungkap dr. Nanang.
Umumnya dokter akan menyarankan bedah caesar bagi ibu hamil yang semenjak awal sudah terdeteksi mengalami varises di jalan lahir atau di vagina. Tujuannya untuk mencegah perdarahan yang tidak diharapkan.
MIRING KIRI
Varises yang muncul ketika hamil umumnya diakibatkan oleh kehamilan itu sendiri. Varises ini muncul karena adanya perubahan pada fungsi dan alat tubuh, juga tanggapan perubahan hormon. Varises ini sulit dicegah kemunculannya.
Beberapa latihan memang bisa mengurangi rasa sakit yang ditimbulkan varises, menyerupai pegal dan rasa kaku di kaki. Sering-seringlah mengangkat kaki sehingga posisinya menjadi lebih tinggi dari belahan tubuh lain. Ini bisa dilakukan selama beberapa waktu untuk mengurangi bendungan darah.
Tapi, perlu diingat cara tersebut di atas tidak menghilangkan varises sama sekali. Begitu juga dengan obat-obatan antivarises atau stocking kaki varises.
Untuk mengurangi terjadinya varises, ibu hamil sebaiknya sering berbaring dengan posisi miring ke kiri. Tujuannya semoga pembuluh darah balik yang menuju ke jantung yang terletak di belakang rahim agak ke kanan, tidak tertekan.
INFEKSI
Keluhan varises berupa kaki nanah atau rasa nyeri biasanya timbul apabila varises terjangkit infeksi. Keadaan ini disebut plebitis. Kuman penyebab infeksi ini masuk ke dalam tubuh pada waktu proses persalinan berlangsung. Kuman yang berhasil masuk kemudian akan ikut anutan darah dan hingga di belahan tubuh yang terjangkit varises.
Inilah salah satu yang mengakibatkan varises menetap kendati persalinan sudah berlalu. Malah si ibu akan mencicipi sakit yang bertambah. Infeksi varises ini bisa menimbulkan demam dan pembengkakan.
Plebitis bisa juga diakibatkan oleh thrombus, yaitu zat pembeku pada darah dari rahim yang masuk ke dalam anutan darah. Kondisi ini dalam dunia kedokteran disebut thromboplebitis. Umumnya dokter akan memberi obat anti-pembengkakan dan anti-infeksi untuk mencegah thromboplebitis. Memang jenis yang ini jarang terjadi. Tapi mungkin saja, kan?
Mengurangi Rasa Nyeri
*Tegakkan Tungkai
Istirahat sambil tiduran, angkat kaki lebih tinggi untuk beberapa waktu. Apabila Anda duduk di kursi, letakkan kaki pada dingklik penyangga. Atau bersantailah dengan menyelonjorkan kaki.
* Jalan-Jalan
Rajin-rajinlah berjalan kaki karena berjalan akan merangsang anutan darah. Gunakanlah bantalan kaki yang yummy digunakan dan aman. Yang perlu diingat, jangan bangun terlalu usang atau duduk terlalu lama. Berganti-ganti posisi dengan mencari posisi yang nyaman.
* Senam Hamil
Senam hamil akan membantu si ibu berlatih pernafasan pada waktu mengejan, melatih otot-otot panggul, dan mengurangi rasa sakit tanggapan varises.
* Hindari Pakaian Ketat
Hindari pakaian sempit yang mengganggu sirkulasi darah.
* Konsumsi Makanan Bergizi
Perbanyaklah masakan berserat tinggi menyerupai sayuran dan buah-buahan. Ini bisa mencegah sembelit dan menjauhkan Anda dari varises di sekitar anus dan vagina.
* Mencegah Infeksi
Cegahlah infeksi dengan contoh hidup bersih. Misalnya, biasakan mencuci tangan dan kaki dengan sabun. Segera hubungi dokter apabila terjadi pembengkakan atau rasa nyeri.
Riesnawiati Soelaeman.
sumber: http://www.mail-archive.com/milis-nakita@news.gramedia-majalah.com/msg0364
Varises Menghambat Persalinan Normal
Ternyata, varises bukan cuma terjadi di kaki, tapi juga bisa di vagina dan anus. Hati-hati, karena berisiko terjadi perdarahan sewaktu persalinan.
Bisa dipastikan, tak ada perempuan yang tak ingin tampil indah. Begitu pun kala hamil. Itu karena tak setiap perempuan siap menghadapi perubahan tubuh yang terjadi ketika hamil. Sekalipun perubahan itu terjadi di kaki semisal varises. Betapa tidak? Kehadiran tonjolan biru melingkar-lingkar menyerupai cacing ini menciptakan kaki yang semula mulus jadi hilang keindahannya.
Namun yang harus dicemaskan bukan hilangnya keindahan si kaki, melainkan si varises. Pasalnya, hampir semua perempuan hamil yang mengalami varises di kaki, di vaginanya pun ada varises. Ini berbahaya, lo, karena bisa menghambat persalinan, terutama bagi mereka yang melaksanakan persalinan secara normal atau pervaginam.
Bukan berarti yang kakinya mulus alias tak terkena varises, akan aman-aman saja, lo. Soalnya, bisa terjadi si varises memang tak bersarang di kaki, melainkan di vagina dan jalan lahir atau di anus. “Bila varisesnya besar-besar di tempat jalan lahir atau dubur, akan berisiko terjadi perdarahan waktu persalinan, karena pembuluh darah yang membesar itu bisa pecah tanggapan tertekan tubuh janin ketika meluncur keluar dalam persalinan,” terang dr. Judi Januadi Endjun, SpOG, Sonologist, dari FK UPN Veteran/Departemen Obstetri dan Ginekologi RSPAD Gatot Soebroto, Jakarta.
Bahkan, ketika mengejan pun, bisa saja pembendungan pada pembuluh-pembuluh darah di sekitar jalan lahir tak bisa ditahan oleh dinding pembuluh hingga pecah dan timbullah perdarahan hebat. Akibatnya, harus dilakukan bedah sesar pada si ibu untuk mencegah perdarahan hebat.
PERUBAHAN NORMAL
Varises, terang Judi, merupakan pelebaran pembuluh darah vena atau pembuluh darah balik yang diakibatkan kelemahan pada dinding otot pembuluh darah tersebut atau karena ada gangguan pada klep vena.
Saat hamil, perempuan akan mengalami perubahan hormonal, terutama peningkatan hormon progesteron. Perubahan hormonal yang besar itu menjadikan terjadi perubahan fisik dan psikis yang nyata. Misal, payudara membesar dan aerola mammae yang tampak lebih kehitaman, tubuh terasa lemas, pusing, serta merasa mual-muntah.
Nah, perubahan hormonal juga besar lengan berkuasa pada dinding pembuluh darah, yaitu menciptakan elastisitas dinding pembuluh darah makin bertambah, hingga dinding pembuluh darah (baik arteri maupun vena) makin lentur. Akibatnya, pembuluh darah jadi tambah besar dan melebar. Namun pembesaran dan pelebaran ini terlihat lebih aktual pada pembuluh darah vena karena pembuluh darah vena lebih tipis dibanding pembuluh darah arteri (nadi).
Pelebaran pembuluh darah ini perlu untuk memenuhi kebutuhan janin, semoga anutan darah dan volume darah yang memang makin meningkat pada perempuan hamil sanggup tersuplai dengan baik, hingga pertumbuhan janin pun berlangsung normal. Bukankah rahim yang membesar butuh penyediaan anutan darah yang banyak, hingga pembuluh-pembuluh darah yang menjadi tempat darah mengalir akan bertambah besar dan banyak?
Namun, tanggapan imbas mekanik pemfokusan rahim, maka anutan darah balik dari anggota gerak bawah dan panggul mengalami kendala hingga terjadi bendungan yang bisa mengakibatkan pelebaran vena atau varises.
TERGANTUNG BESAR RAHIM
Pada perempuan hamil, umumnya varises terjadi di tempat panggul dan anggota gerak belahan bawah. Soalnya, pembuluh-pembuluh darah di tempat itulah yang berafiliasi erat dengan rahim. Sementara kemunculannya bisa kapan saja, bahkan bisa semenjak kehamilan trimester pertama, tergantung sebelumnya sudah ada varises atau tidak. Yang jelas, tegas Judi, sejalan bertambahnya usia kehamilan, biasanya varises makin tambah parah.
Varises bertambah besar bila anutan darah di pembuluh vena mengalami bendungan. Pembendungan bisa terjadi, menyerupai diungkap di atas, tanggapan imbas mekanik pemfokusan rahim. Adapun besarnya pembendungan anutan darah amat tergantung besarnya rahim. Makanya, varises makin parah di bulan-bulan terakhir kehamilan karena beban perut makin besar. Bukankah makin bertambah usia kehamilan, rahim pun akan makin besar? Nah, rahim yang makin besar ini, makin usang makin menekan pembuluh darah balik yang terdapat di belahan bawah perut.
Selain itu, belahan kepala janin yang sudah turun ke rongga panggul juga mempengaruhi. Akibatnya, anutan peredaran darah di tempat itu tak lancar. Aliran darah yang terhambat dan terbendung inilah yang tampak sebagai tonjolan di bawah kulit. Pada betis, tonjolan itu tampak sebagai garis-garis panjang warna hijau kebiru-biruan.
Pembesaran ini makin diperparah oleh perilaku tubuh yang salah semisal bangun terus-menerus, duduk yang terlalu lama, dan sering mengangkat beban berat. Terlebih bila perempuan hamil kurang berolahraga. Itu sebab, perempuan hamil dianjurkan rajin berolah raga semoga anutan darah tetap lancar.
Sementara varises di anus yang lebih dikenal dengan istilah ambeien, salah satu pemicunya ialah kebiasaan buang air besar dengan cara duduk. Mereka yang kurang menkonsumsi masakan berserat pun punya kecenderungan cukup besar untuk menderita varises di anus.
Kecenderungan varises juga makin besar terjadi pada perempuan yang pernah hamil dan melahirkan anak lebih dari 2 kali maupun perempuan hamil usia di atas 40 tahun. Penyebabnya, tak lain ada arteriosclerosis (penebalan dinding pembuluh darah) yang berdampak dinding pembuluh darah jadi kehilangan daya lentur/elastisitasnya. Kekakuan dinding arteri ini akan menghambat anutan vena, hingga varises pun timbul.
Selain tentu saja varises juga terjadi pada mereka yang memang berbakat.
SULIT DIOBATI
Untuk varises di kaki, pembesaran bisa dicegah dengan menggunakan stocking khusus. Sayang, stocking ini tak nyaman digunakan karena menimbulkan rasa gerah karena iklim di Indonesia yang panas.
Sementara pembesaran varises di vagina dan anus, tak ada alat khusus yang bisa mencegahnya. Namun bila perempuan hamil rajin mengangkat kaki dengan cara menaruhnya di atas bantal kala sedang tidur-tiduran atau membaca buku, sedikit banyak bisa membantu melancarkan anutan darah. Dengan cara ini diharapkan beban yang harus ditopang kaki jadi makin berkurang. Selain penggunaan sepatu, sebaiknya dengan hak maksimal 2 cm semoga anutan darah tak terhambat. Kemudian ketika tidur, usahakan jangan berbaring hanya dalam satu posisi untuk menghindari tekanan pada pembuluhpembuluh darah di satu tempat.
Akan halnya pengobatan varises, biasanya cuma bersifat mengurangi keluhan. Soalnya, varises yang terjadi ketika kehamilan amat sulit diobati. Selain harus memperhitungkan dampak negatif yang mungkin terjadi pada janin, juga proses terjadi varises berkaitan dengan kehamilan. Bukankah makin renta usia kehamilan akan makin besar rahim, hingga makin besar pula imbas bendungan pada pembuluh-pembuluh vena hingga varises makin besar?
Makanya, saran Judi, mereka yang berbakat atau sudah punya penyakit ini, sebaiknya varises diobati sebelum hamil. Jikapun keluhannya sudah terasa mengganggu, akan diberi obat oles yang memunculkan imbas menghangatkan. Kadang juga diberi vitamin suplemen yang bekerja untuk syaraf menyerupai vitamin B1, B6, dan B12. Atau bahkan diberi suntikan yang bersifat mengurangi rasa sakit, karena varises yang parah akan dirasakan pegal-pegal, panas, dan sakit oleh si ibu hingga membuatnya sering merasa tak nyaman serta menimbulkan banyak keluhan dan stres. Tentu obat suntiknya harus dipilih yang kondusif bagi janin.
TAK BISA NORMAL LAGI
Menurut Judi, perempuan yang pada kehamilan pertamanya mengalami varises, biasanya pada kehamilan kedua dan seterusnya akan makin parah varisesnya. Soalnya, elastisitas otot-otot jadi berubah, hingga varises yang diderita pun makin berat. Pada kasus ini, biasanya untuk kembali normal akan sulit, hingga jalan operasilah yang bisa mengatasinya.
Umumnya, varises yang terjadi karena kehamilan akan hilang sendiri setelah kelahiran bayi. Bukankah dengan mengecilnya rahim, pembendungan tak ada lagi, hingga anutan darah pun lancar kembali? Namun begitu, untuk sebagian perempuan mungkin saja tak bisa normal kembali. Jadi, varisesnya masih tampak besar-besar, hingga perlu penanganan dokter lebih lanjut.
Waktu menghilangnya pun tak sama pada masing-masing ibu. Ada yang dalam waktu cepat bisa hilang, misal, setelah kelahiran bayi, tapi ada pula yang hingga waktu nifas gres hilang. “Tiap perempuan punya ciri dan sifat sendiri dalam tubuhnya, termasuk dalam susunan pembuluh darahnya,” kata Judi. Hal ini pula yang mengakibatkan tak setiap perempuan akan mengalami varises.
Tips Mencegah Varises
* Rajin senam.
* Tak mengenakan pakaian ketat.
* Sesering mungkin mengangkat kaki lebih tinggi dari tubuh.
* Jika otot kaki terasa pegal, pijatlah hingga anutan darah kembali normal.
Mencegah Ambien Bertambah Parah
Biasanya dokter akan menyidik varises di anus (ambeien) dan jalan masuk pembuangan belahan bawah ini dengan alat berjulukan anuskopi. Dari situ dokter bisa melihat, apakah varises akan membahayakan kehamilan dan proses persalinan atau tidak.
Saran Judi, bila memang sudah punya ambeien sebelum hamil, lebih baik ambeiennya dioperasi dulu sebelum kehamilan berlangsung. Soalnya, bila sudah kadung hamil, tak bisa dilakukan tindakan operasi. Yang bisa dilakukan hanya mencegah semoga pembuluh darah tak bertambah melebar.
Pencegahan bisa dilakukan, antara lain:
- Jangan menunda keinginan buang air besar, tapi cobalah usahakan untuk buang air besar secara teratur tiap hari.
- Usahakan minum air jangan kurang dari 2 liter per hari.
- Perbanyak masakan yang mengandung serat, menyerupai sayuran dan buah-buahan.
- Lakukan olahraga secara teratur, terutama olahraga untuk orang hamil, menyerupai senam hamil.
- Jika sudah kadung ada perdarahan atau nyeri yang hebat di tempat tersebut, segera konsultasikan ke dokter.
Indah Mulatsih
sumber: http://www.mail-archive.com/milis-nakita@news.gramedia-majalah.com/msg03647.html
Pencegahan Varises
Beberapa cara mencegah munculnya Varises:
- Untuk meningkatkan kekuatan otot kaki dan vena, lakukan olahraga yang teratur
- Kurangi menggunakan sepatu hak tinggi karena penggunaan otot betis menjadi tidak maksimal. Bila memang harus selalu menggunakan sepatu hak tinggi, sering istirahat dan menggerakkan kaki setiap 15 menit.
- Hindari bangun terlalu lama. Bila tuntutan kerja mengharuskan anda banyak berdiri, pindahkan beban dari satu kaki ke kaki yang lainnya setiap beberapa menit.
- Jangan duduk sambil menyilangkan kaki terlalu usang karena sanggup menghambat peredaran darah
- Jangan sering menggunakan pakaian ketat pada belahan pinggang, paha dan kaki
- Biasakan mengkonsumsi vitamin C dan E karena baik untuk pembuluh darah.
- Banyak mengkonsumsi masakan berserat, buah dan sayur
- Kurangi konsumsi garam untuk menghindari pembengkakkan
- Hindari masakan pedas karena sanggup merangsang pelebaran pembuluh darah
- Lakukan senam kaki. Sambil duduk putar pergelangan kaki searah jarum jam dan sebaliknya
- Angkat kaki ketika beristirahat
- Berdiri tegak setiap 45 menit setelah anda duduk bekerja seharian
- Mandi dengan air panas dan hambar bergantian sangat baik untuk peredaran darah
Varises Vagina
oleh Dr. dr. Sofie Rifayani Krisnadi, SpOG
VARISES ialah pembuluh darah balik di bawah kulit atau selaput lendir (mukosa) yang melebar dan berkelok/melingkar tanggapan kelainan katup dalam pembuluh darah balik tersebut. Biasanya varises terjadi pada tangan dan kaki, namun pada beberapa orang sanggup terjadi di tempat-tempat lain menyerupai pada lambung, rectum (usus besar bersahabat anus), vagina, skrotum, dan vulva (bibir kemaluan). Sekira 20-30% perempuan mengalami varises, terutama pada kehamilan.
Banyak faktor yang merupakan faktor risiko (bukan penyebab) meningkatkan kemungkinan terjadinya varises, menyerupai faktor keturunan, jenis kelamin (wanita empat kali lebih sering dari laki-laki), kehamilan, kegemukan (obesitas), pekerjaan yang membutuhkan usang duduk atau usang berdiri, pil KB atau pengobatan dengan estrogen.
Pada umumnya varises tidak mengakibatkan tanda-tanda yang terlihat hanyalah penonjolan pembuluh darah di bawah kulit atau mukosa. Pada varises vagina, pelebaran pembuluh darah akan terlihat di bawah lapisan selaput lendir vagina. Pada sebagian penderita varises, terutama varises pada kaki, kaki akan terasa berat, lelah dan nyeri yang bertambah apabila ia banyak bangun atau duduk. Gatal-gatal atau perubahan warna kulit menjadi kebiruan juga merupakan ciri-ciri varises.
Pada kebanyakan perempuan hamil yang mengalami varises vagina, persalinan normal masih sanggup dilakukan, kecuali pada varises vagina yang sangat berat, dokter akan menganjurkan operasi sesar. Dokter akan sanggup mengetahuinya ketika menyidik panggul ketika kehamilan atau investigasi persalinan. Setelah persalinan, dengan sendirinya varises akan mengecil dan seringnya tidak mengganggu lagi. Apabila ibu hamil lagi, pada umumnya varises akan tiba kembali.
Pendarahan karena varises vagina, pada umumnya terjadi ketika persalinan karena pecahnya dinding pembuluh darah tanggapan trauma/laserasi jalan pada ketika bayi lahir. Sangat jarang perdarahan tanggapan varises biasanya terjadi usang setelah persalinan.
Pada kehamilan yang akan datang, informasikan apa yang telah Ibu alami, periksakan keadaan varisesnya dan rencanakan jenis persalinan apa yang akan dijalani.
Mengingat satu dari tiga ibu hamil mengalami varises, sebaiknya Ibu jangan terlalu cemas untuk hamil kembali.
sumber : ::pikiranrakyat::
Varises Dibuah Zakar
Apa sih arti varikosel? Pernah lihat varises di betis? Ya, varikosel kejadiannya hampir sama dengan varises di betis, bedanya varikosel terdapat di buah zakar.
Koq bisa sih timbul varises di buah zakar? Buah zakar menyerupai halnya betis, punya pmebuluh vena. Pembuluh vena ini akan membesar dan berkelok-kelok bila ada kendala anutan di dalamnya. Hambatan sanggup disebabkan penyempitan atau terjepitnya pembuluh vena di belahan hilir, atau kerusakan pada klep venanya.
Apakah varikosel mensugesti kejantanan? Kalo kejantanan diasosiasikan dengan ereksi, tampaknya tidak. Tapi kalo kejantanan diasosiakan dengan kemampuan seorang laki-laki untuk menciptakan istrinya hamil, ini gres ya. Aliran darah yang baik berfungsi mengantarkan nutrisi untuk produksi sperma, juga berkhasiat mengatur suhu sekitar buah zakar. Dua hal ini memegang tugas penting semoga sperma yang diproduksi jumlahnya cukup dan kondisinya normal. Jika anutan darah terganggu, sehingga pengangkutan nutrisi dan pengaturan suhu tidak berjalan baik, maka sperma yang diproduksi sedikit atau tidak ada sama sekali, atau kondisinya cacat.
Apa sih tanda-tanda varikosel? Kalo masih ringan hingga sedang, biasanya ga bergejala. Kalaupun ada gejalanya minimal sekali, sehingga kadang tidak disadari. Kalo varikoselnya sudah berat, buah zakar terasa berat dan panas, timbul rasa nyeri dan pegal-pegal di selangkangan, sanggup menjalar hingga pinggang. Kadang-kadang varikosel sanggup teraba. Bentuknya benjolan menyerupai cacing berkelok-kelok.
Apa yang bisa mencetuskan varikosel? Kebiasaan duduk terlalu usang dan menggunakan celana ketat dianggap turut berperan terhadap timbulnya varikosel.
Untuk memastikan varikosel atau bukan, caranya bagaiman? Memang sih, setiap benjolan di buah zakar belum tentu varikosel. Untuk memastikannya, sedikitnya ada dua cara. Pertama dengan venogram, yaitu menyuntikkan cairan kontras ke pangkal pembuluh vena spermatik, kemudian perjalanan cairan kontras ini dipindai dengan sinar X. Cara kedua, USG Doppler. Dengan alat ini, anutan pembuluyh vena spermatik di visualisasikan di layar monitor. Pemeriksaan ini jauh lebih nyaman, karena ga ada penyuntikan bahan-bahan tertentu. Selain itu, hasilnya pun lebih akurat.
Apa obatnya? Sampai ketika ini belum ditemukan obat yang benar-benar efektif. Sebagian penderita ada yang sembuh dengan konsumsi obat-obatan. Sebagian lainnya, konsumsi obat tidak mensugesti varikoselnya. Ada bebarapa cara lain yang disarankan, menyerupai menggunakan penyangga buah zakar, namun cara ini hanya disarankan bila varikosel masih ringan dan tidak ada kemandulan. Sampai ketika ini, cara terbaik untuk mengatasi varikosel ialah dengan memperbaiki pembuluh vena dan memperlancar sirkulasinya yang terhambat ialah dengan pembedahan. Melalui pembedahan, sekitar 70 – 80% panderita varikosel kembali subur.
Kebiasaan apa aja yang mesti dilestarikan semoga terhidar dari varikosel? Beberapa saran yang baik untuk dilakukan : jangan duduk terlalu usang dan hindari menggunakan celanan ketat, serta olah raga teratur. Kurangi beban pembuluh vena dengan cara konsumsi masakan berserat tinggi, buang air besar teratur, cukup minum air, jangan mengkonsumsi alkohol, hindari kafein berlebihan. Jika ada tanda-tanda di buah zakar, jangan buru-buru ke dukun, tapi periksakan diri ke dokter atau pusat kesehatan.
sumber : http://www.infomedika.blogspot.com/2006/09/varikosel-varises-di-buah-
Urat-urat menyembul dikaki
SAYA seorang gadis berusia 26 tahun. Sekira 1 bulan lagi akan menikah, tetapi saya merasa terganggu, kadang kala tidak pede dengan keadaan kaki saya yang terlihat terang uratnya yang tampak membesar, ada urat besar dan ada urat kecil. Selama ini saya selalu mencicipi pegal mulai dari pinggul hingga telapak kaki terutama setelah jalan-jalan.
1. Apakah pegal yang saya rasakan itu ialah berasal dari adanya urat-urat yang membesar tersebut?
2. Apakah urat-urat yang membesar tersebut disebut varises? Saya sangat takut akan efeknya bila saya hamil nanti, karena saya dengar 30-40% perempuan hamil menderita varises.
3. Apakah benar urat yang membesar itu tanggapan kebiasaan menggunakan sepatu dengan hak tinggi?
4. Bagaimana cara menyembuhkannya semoga urat-urat yang membesar tersebut kembali normal dan tidak tampak lagi?
Penjelasan oleh Dr. Hendro Sudjono Yuwono, dr.Sp.BV, Ka. Sub. Bag. Bedah Vaskuler RS Hasan Sadikin Bandung
KELUHAN urat membesar pada tungkai bawah tersebut ialah keluhan yang lebih sering dijumpai pada wanita, tetapi sanggup juga dijumpai pada laki-laki, meskipun lebih jarang. Adapun yang Anda sebut sebagai urat, sebetulnya ialah pembuluh darah vena, yang berfungsi mengembalikan darah dari kaki ke jantung. Maka untuk selanjutnya sebaiknya kita menggunakan istilah vena, dan bila vena tersebut melebar, menonjol, bahkan berkelok-kelok disebut varises. Varises tungkai seringkali ditemukan pula pada anggota keluarga lainnya (adik atau kakak, atau orang tua), walaupun penelitian mengenai latar belakang genetiknya (apakah varises diturunkan atau tidak) masih terbatas. Sesungguhnya varises yang muncul pada tungkai penderita berusia muda (belasan atau 20-an) bukanlah penyakit yang berbahaya, tetapi memang sering menimbulkan dilema kosmetik bagi perempuan muda yang biasanya sering memperhatikan tungkainya. Sehingga sanggup menimbulkan perasaan tidak pede. Selain dilema kosmetik, sanggup dijumpai keluhan menyerupai pegal-pegal pada sekujur tungkai terutama di belahan bawah tungkai di tempat otot kaki dan betis, rasa berat dan bengkak, kram otot-otot jari atau otot betis, rasa lelah, bahkan sanggup pula menimbulkan rasa nyeri. Keluhan-keluhan tersebut biasanya dirasakan setelah kegiatan jalan-jalan atau banyak melaksanakan kegiatan sambil berdiri. Keluhan-keluhan tersebut sanggup segera berkurang atau menghilang setelah istirahat dengan berbaring beberapa menit, terutama setelah kedua tungkai diangkat lebih tinggi dari posisi jantung. Keluhan-keluhan yang telah disebutkan tadi muncul tanggapan anutan darah pada vena-vena tersebut menjadi tidak lancar karena pembuluh vena yang ukurannya membesar (melebar) dan berkelok-kelok. Pembuluh vena mengalirkan darah dari kaki menuju jantung dengan melawan efek gravitasi (gaya berat atau gaya tarik bumi). Untuk memperlancar anutan tersebut maka pada pembuluh vena terdapat banyak katup-katup yang menjaga semoga darah yang telah naik tidak kembali turun, sehingga anutan darah vena sanggup mengalir teratur menuju jantung. Tetapi seringkali pada penderita varises mengalami kelemahan dinding pembuluh sehingga katup-katup menjadi tidak berfungsi, karenanya anutan darah tidak lancar.
Varises tungkai lebih banyak dijumpai pada perempuan yang mempunyai anak banyak. Kehamilan bukanlah penyebab dari timbulnya varises untuk pertama kali, tetapi kehamilan sanggup menimbulkan varises yang lebih banyak, yaitu pada wanita-wanita yang sebelum kehamilannya, disadari atau tidak, sudah mempunyai varises tungkai. Bila frekuensi kehamilan lebih dari dua kali, biasanya varises tungkai akan lebih banyak dibandingkan perempuan yang hamil hanya dua kali saja.
Masih belum terang diketahui mengenai alasannya mengapa kehamilan sanggup meningkatkan risiko terjadinya varises tungkai. Tetapi pada kehamilan akan terdapat efek hormon yang sanggup menimbulkan kelemahan dinding vena yang sanggup menimbulkan pelebaran vena. Atau jumlah volume darah yang memang bertambah pada ketika kehamilan merupakan beban bagi pembuluh vena, sehingga sanggup terjadi pelebaran pada pembuluh vena tingkat. Tetapi pembesaran rahim pada kehamilan tidak merupakan penyebab terjadinya varises, karena varises pada kehamilan kebanyakan muncul semenjak 3 bulan pertama. Karena itu sering ditemukan varises tungkai pada waktu kehamilan pertama dan yang kedua kalinya, tetapi setelah melahirkan varises tersebut akan berkurang sendiri. Tetapi pada kehamilan yang ketiga kalinya atau lebih, varises yang sudah timbul selama kehamilan sering tidak berkurang setelah melahirkan.
Penggunaan sepatu hak tinggi akan lebih melelahkan si pemakainya, sehingga akan menambah berat keluhannya dibandingkan dengan yang tidak menggunakan hak tinggi. Karena itu dianjurkan terutama bagi penderita varises untuk tidak menggunakan sepatu hak tinggi.
Pengobatan varises tungkai sanggup diberikan oleh dokter, yaitu dengan menasihatkan penderitanya untuk menggunakan stoking khusus varises. Stoking khusus harus dikenakan setiap hari secara teratur, dengan demikian keluhan-keluhan akan teredam atau berkurang selama menggunakan stoking, walaupun setelah stoking dilepaskan (dilepaskan bila mandi, ambil air wudu, tidur) varises tetap ada. Selain penggunaan stoking, biasanya diharapkan obat tertentu (obat tersebut berasal dari tumbuhan obat dan telah diteliti keberhasilannya dalam mengurangi keluhan varises tungkai) yang harus diminum secara teratur setiap hari untuk mengurangi keluhan pegal, nyeri dan keluhan lainnya. Bila varises tersebut akan dihilangkan, dokter sanggup melaksanakan penyuntikan cairan khusus ke dalam vena yang mengalami varises, cara pengobatan ini disebut skleroterapi. Cara pengobatan skleroterapi ini biasanya sudah cukup untuk menghilangkan varises tungkai, sehingga tidak tampak lagi, atau mengecilkan pelebaran vena yang mengalami varises, tanpa perlu menjalani operasi pengangkatan varises. Jenis masakan sehari-hari yang cukup berserat (nabati) sangat penting diperhatikan, karena kebiasaan mengonsumsi masakan yang tak berserat (hewani) sanggup menimbulkan kesulitan buang air besar (konstipasi). Kebiasaan mengejan berlebihan pada waktu buang air besar sanggup mengganggu anutan darah vena tungkai, yang usang kelamaan sanggup menimbulkan pelebaran vena. Selain mengandung banyak nutrisi yang bisa memperkuat dinding vena dan sanggup mencegah perkembangan varises, sayuran dan buah-buahan segar juga mengurangi keluhan-keluhan tanggapan varises.sumber: http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0805/07/hikmah/kesehatan.h