Jangan Sepelekan Cacar Air



Ibarat tamu tak diundang, cacar air kerap tiba tiba-tiba tanpa pandang bulu. Kendati sanggup disembuhkan, jangan sepelekan penyakit yang telah ratusan tahun dikenal orang ini karena sanggup terjadi komplikasi sejumlah penyakit.

Bekas gelembung berisi cairan pun sanggup meninggalkan bopeng yang mengganggu penampilan.

Dotty (30), warga Kelurahan Patal Senayan, Jakarta, mencicipi bagaimana susahnya terkena penyakit cacar air, beberapa bulan silam, tepatnya Maret lalu. Saat itu ia gres melaksanakan perjalanan dinas ke Pulau Dewata selama beberapa hari. Begitu menginjakkan kaki di Jakarta, ia menderita demam, kelenjar getah beningnya pun membengkak.

Tak berapa lama, muncul ruam merah pada beberapa belahan tubuhnya. Karena curiga terjangkit cacar air, ia pun segera memeriksakan diri ke dokter. Dugaannya benar, ia kemudian diberi bedak antigatal dan obat antibiotik untuk mengatasi penyakit itu, serta dianjurkan beristirahat total selama beberapa pekan. "Enggak nyangka, sudah gede masih kena cacar air. Sebelnya lagi, gak boleh ketemu orang, takut nular," tuturnya.

Dalam hitungan hari, bintik merah kecil pada sekujur tubuhnya berubah jadi benjolan berisi cairan. Di sekitar benjolan itu terasa gatal dan menyerupai terbakar sehingga ia harus berupaya keras tidak menggaruknya. Selain rajin menggunakan bedak dan salep, ia mandi menggunakan cairan khusus untuk mempercepat pengeringan benjolan.

"Untung benjolan kayak bisul yang sudah kering tapi tidak berlubang," kata Dotty.

Hal serupa dialami Joice, warga Ciputat, Tangerang. Semula, ia sakit kepala dan demam diikuti munculnya bintik merah pada wajahnya. Karena mengira jerawat, ia pun memencet bintik-bintik merah itu. Bahkan, ia masih sempat bekerja dan berjalan-jalan di sentra perbelanjaan. "Beberapa sobat saya jadi tertular cacar air," tuturnya.

Begitu didiagnosa terjangkit cacar air, ia terpaksa tidak masuk kerja hingga hampir satu bulan dan beristirahat total di rumahnya. Setiap hari ia ditaburi bedak antigatal, diolesi salep, dan dihentikan terkena angin. Ia juga mandi dengan rendaman air daun sirih untuk mempercepat proses pengeringan.

"Bosen banget, apalagi gak ada yang berani nengokin karena takut ketularan," kata Joice tertawa.

Karena terlambat ke dokter, gelembung kecil berisi cairan menyebar di sekujur tubuh. Benjolan yang telah mengering pun meninggalkan bopeng. Walhasil, ia harus merogoh kocek hingga Rp 2,5 juta untuk perawatan kulit wajah yang bopeng karena bekas kena cacar air.

"Biaya pengobatan karena cacar air sih murah, yang mahal ya biaya perawatan kulitnya," tutur Joice tersenyum kecut.

Adam (33), manajer sebuah perusahaan teknologi informasi yang berkantor di daerah Jalan Sudirman, Jakarta, mengaku terjangkit penyakit cacar air dikala masih berusia kanak-kanak. Saat itu ia pun tidak sanggup ikut menikmati meriahnya program khitanan kakaknya yang digelar di rumahnya. Di tengah kemeriahan pesta, ia hanya sanggup tergolek lemah di dalam kamar dan tidak diizinkan keluar karena sanggup menulari orang lain.

Selain menggunakan obat dari resep dokter, sejumlah penderita mengaku juga menerapkan cara tradisional, menyerupai membubuhkan parutan jagung muda pada gelembung berisi cairan yang bermunculan di tubuh selama masa perawatan. Tujuannya biar bekas luka karena cacar air tidak menjadikan lubang atau bopeng.

Komplikasi

Cacar air ialah penyakit akut, menular jawaban infeksi virus cacar air. Penyakit ini berbeda dengan cacar yang sekarang dinyatakan telah terbasmi dari muka bumi. Cacar air umumnya hanya mengenai anak kcil. Namun, di negara tropis menyerupai Indonesia, penyakit ini ternyata banyak juga menghinggapi para remaja dan dewasa.

Penyakit ini disebabkan virus varisela atau disebut juga virus varicella zooster (virus V-Z). Virus ini sanggup ditemukan dalam cairan vesikel, darah penderita dan cairan selaput lendir, serta sanggup mengakibatkan penyakit herpes zoster.

"Seseorang gampang terjangkit virus bila daya tahan tubuhnya lemah," papar dr Irawan Mangun Atmaja SpA (K) dari Bagian Anak Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia/Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo Jakarta.

Penularan cacar air lewat percikan ludah orang sakit atau melalui cairan yang keluar bila gelembung-gelembung di kulit yang pecah. Penderita sanggup menularkan penyakit ini 24 jam sebelum kelainan di kulit timbul hingga tujuh hari kemudian. "Karena sangat gampang menular, penderita harus diisolasi hingga sembuh," ujar Irawan menambahkan.

Dalam sejumlah literatur disebutkan, masa inkubasi penyakit ini berkisar 11 hingga 12 hari. Pada tahap awal (fase prodromal), 24 jam sebelum timbul tanda-tanda kelainan pada kulit, penderita mengalami panas, lemah, malas, tidak mempunyai nafsu makan, dan adakala disertai kemerahan pada kulit menyerupai biang keringat.

Pada tahap selanjutnya (fase erups), timbul bintik merah kecil yang berubah jadi gelembung ari (vesikel) dan berwarna dasar kemerahan. Cairan vesikel sehabis beberapa hari berubah jadi keruh. Dalam tiga hingga empat hari vesikel ini menyebar ke seluruh tubuh, mulai dari tubuh kemudian ke muka, bahu, dan anggota gerak.

Sekitar 250-500 benjolan kemudian akan timbul dan menyebar di seluruh bagian, tidak terkecuali pada muka, kulit kepala, verbal belahan dalam, mata, termasuk belahan tubuh paling intim. Dalam waktu kurang dari seminggu, lesi atau gelembung tersebut akan mengering dan terasa gatal. Dalam waktu satu hingga tiga minggu, bekas pada kulit yang mengering akan terlepas.

Gejala yang dialami orang remaja umumnya lebih parah dibandingkan pada penderita yang masih kanak-kanak. Penderita yang sudah remaja biasanya menderita demam lebih parah dan berlangsung lebih usang disertai sakit kepala serta luka yang lebih berat. Pasien remaja juga biasanya kehilangan nafsu makan dan merasa linu pada badan.

Jika menyerang anak-anak, komplikasinya kebanyakan berupa infeksi varisel pada kulit. Sementara pada orang dewasa, terutama perokok, kemungkinan terjadi komplikasi berupa radang paru-paru (pneumonia) 10-25 kali lebih tinggi dibandingkan pada anak-anak. Komplikasi yang langka tapi sanggup terjadi berupa radang otak, radang sumsum tulang, kegagalan hati, hepatitis, serta kelainan pada otak dan hati.

Radang organ

Radang paru-paru biasanya disebabkan infeksi sekunder dan sanggup disembuhkan sempurna. Radang organ sehabis sembuh sanggup meninggalkan tanda-tanda sisa, menyerupai kejang, retardasi mental, dan gangguan tingkah laku. Pada belum dewasa dengan sistem kekebalan tubuh normal, komplikasi-komplikasi itu jarang ditemukan. "Tapi ada juga anak yang mengalami kejang jawaban terkena cacar air," kata Irawan.

Kendati merupakan penyakit yang sangat umum, penderita hendaknya jangan menyepelekan penyakit ini dan segera diperiksakan ke dokter untuk mencegah komplikasi. Namun, sebaiknya orangtua penderita cacar air menolak kalau diberikan pengobatan simtomatis, menyerupai aspirin dan jenis salisilat, karena hanya efektif untuk jangka pendek dan dikhawatirkan menjadikan komplikasi sindrom Reye.

Untuk mencegah penularan, penderita sebaiknya diisolasi dari anak atau orang sehat yang belum pernah menderita cacar air hingga benjolan berisi cairan mengering dan mengelupas. Saat terjadi proses pengeringan inilah cacar air gampang menular pada orang lain. Pakaian, handuk, piring, dan peralatan lain milik penderita juga dipisahkan dari milik anggota keluarga lain dan dibersihkan tersendiri.

Agar gelembung tidak pecah, biasanya diberikan bedak antigatal pada kulit yang terkena. Bedak ini juga mengurangi rasa gatal dan mempercepat proses pengeringan luka. Jari kuku hendaknya dipotong pendek untuk mencegah infeksi basil pada kulit yang gatal. Namun, bila terdapat infeksi bakteri, dokter akan memberi antibiotik. Penderita dianjurkan mandi, mengganti baju, dan seprai tiap hari.

Kesembuhan akan cepat dicapai bila keadaan umum penderita dijaga biar tetap baik. Karena itu, kualitas dan kuantitas makanan bagi penderita perlu dijaga. Jika daya tahan terus meningkat, proses penyembuhan akan berjalan cepat. "Sebagai tindakan pencegahan, pinjaman vaksin sanggup mengurangi risiko terkena cacar air. Kalaupun kena, tidak hingga parah," papar Irawan.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel