Gagal Ginjal, Kenali Gejalanya Semenjak Dini
Sunday, March 30, 2008
Edit
| Penyakit ginjal memang tidak menular, tetapi menjadikan kematian dan diharapkan biaya mahal untuk pengobatan yang terus berlangsung seumur hidup pasien. Karenanya peningkatan kesadaran dan deteksi dini akan mencegah komplikasi penyakit ini menjadi kronis. |
| Menurut Prof.Dr.dr.Endang Susalit, SpPD-KGH, dari Divisi Ginjal Hipertensi FKUI, penyakit ginjal disebut kronik kalau kerusakannya sudah terjadi selama lebih dari tiga bulan dan lewat investigasi terbukti adanya kelainan struktur atau fungsi ginjal. Pada penyakit ginjal kronik terjadi penurunan fungsi ginjal secara perlahan sehingga terjadi gagal ginjal yang merupakan stadium terberat penyakit ginjal kronik. Jika sudah hingga stadium ini, pasien memerlukan terapi pengganti ginjal berupa basuh darah (hemodialisis) atau cangkok ginjal yang biayanya mahal. Berat ginjal yang kita miliki memang hanya 150 gram atau sekitar separuh genggaman tangan kita. Tetapi fungsi ginjal sangat strategis dan mensugesti semua bab tubuh. Selain mengatur keseimbangan cairan tubuh, eletrolit, dan asam basa, ginjal juga akan membuang sisa metabolisme yang akan meracuni tubuh, mengatur tekanan darah dan menjaga kesehatan tulang. Kenali tandanya Penyakit ginjal sering tanpa keluhan sama sekali, tidak jarang seseorang kehilangan 90 persen fungsi ginjalnya sebelum mulai mencicipi keluhan. Pasien sebaiknya waspada kalau mengalami gejala-gejala seperti: tekanan darah tinggi, perubahan jumlah kencing, ada darah dalam air kencing, bisul pada kaki dan pergelangan kaki, rasa lemah serta sulit tidur, sakit kepala, sesak, dan merasa mual dan muntah. Setiap orang sanggup terkena penyakit ginjal, namun mereka yang disarankan melaksanakan investigasi dini yaitu orang yang memilik faktor risiko tinggi, yakni mereka yang mempunyai riwayat darah tinggi di keluarga, diabetes, penyakit jantung, serta ada anggota keluarga yang dinyatakan dokter sakit ginjal. Ada beberapa investigasi yang sanggup dilakukan untuk mengetahui kondisi ginjal kita. Yang paling umum yaitu investigasi urin. Adanya protein atau darah dalam kencing mengatakan kelainan dari ginjal. Selain itu, kita juga sanggup melaksanakan investigasi darah untuk mengukur kadar kreatinin dan urea dalam darah. Jika ginjal tidak bekerja, kadar kedua zat itu akan meningkat dalam darah. Pemeriksaan lanjutan untuk mengenali kelainan berupa investigasi radiologis dan biopsi ginjal. Biasanya investigasi ini atas indikasi tertentu dan sesuai saran dokter. Gaya hidup sehat Gangguan ginjal sanggup dicegah dengan banyak sekali cara, terutama dengan menerapkan gaya hidup sehat. Berhenti merokok, memperhatikan kadar kolesterol, kendalikan berat badan, menghindari kekurangan cairan dengan cukup minum air putih tidak lebih dari 2 liter setiap hari. "Minum air secara berlebihan justru akan merusak ginjal," kata Dr.David Manuputty, SpBU dari RSCM Jakarta. Selain gaya hidup sehat, lakukan investigasi kesehatan tahunan pada dokter, mintalah pula semoga urin Anda diperiksa untuk melihat adanya darah atau protein dalam urin. Yang tak kalah penting, berhati-hatilah dalam memakai obat anti nyeri khususnya jenis obat anti inflamasi non steroid. |