Terlalu Banyak Makan Daging Beresiko Diabetes
Friday, November 22, 2013
Edit
Banyak yang beranggapakan bila makan daging dalam jumlah banyak tetapi diikuti dengan makan buah dan sayuran akan mencegah datangya penyakit diabetes. Asumsi ini ternyata keliru alasannya ialah ternyata konsumsi daging berlebihan akan tetap meningkatkan risiko diabetes, walaupun diimbangi mengkonsumsi buah dan sayuran.
INSERM, sebuah forum penelitian medis di Paris mengungkapkan bahwa buah dan sayuran tidak sepenuhnya mengimbangi efek jelek dari mengkonsumsi daging-dagingan yang berlebihan.
Kaitan terlalu banyak daging, keju dan materi makanan yang mengakibatkan asam dalam badan dengan diabates tipe 2 ditemukan dalam penelitian jangka panjang terhadap lebih dari 60 ribu wanita. Diabetes tipe 2 ialah bentuk paling umum dari penyakit diabetes.
Para perempuan yang paling banyak mengonsumsi makanan pembentuk asam mempunyai risiko 56% lebih besar terhadap diabetes tipe 2 dibandingkan mereka yang makan sedikit.
Dalam kesimpulannya menyerupai dilansir dari dailymail, penulis menyampaikan
"Dari perspektif kesehatan masyarakat , rekomendasi diet seharusnya tidak hanya memberatkan kelompok makanan tertentu tetapi juga meliputi rekomendasi pada kualitas keseluruhan diet , terutama untuk menjaga keseimbangan asam yang memadai".
INSERM, sebuah forum penelitian medis di Paris mengungkapkan bahwa buah dan sayuran tidak sepenuhnya mengimbangi efek jelek dari mengkonsumsi daging-dagingan yang berlebihan.
Kaitan terlalu banyak daging, keju dan materi makanan yang mengakibatkan asam dalam badan dengan diabates tipe 2 ditemukan dalam penelitian jangka panjang terhadap lebih dari 60 ribu wanita. Diabetes tipe 2 ialah bentuk paling umum dari penyakit diabetes.
Para perempuan yang paling banyak mengonsumsi makanan pembentuk asam mempunyai risiko 56% lebih besar terhadap diabetes tipe 2 dibandingkan mereka yang makan sedikit.
Dalam kesimpulannya menyerupai dilansir dari dailymail, penulis menyampaikan
"Dari perspektif kesehatan masyarakat , rekomendasi diet seharusnya tidak hanya memberatkan kelompok makanan tertentu tetapi juga meliputi rekomendasi pada kualitas keseluruhan diet , terutama untuk menjaga keseimbangan asam yang memadai".