Jangan Merokok Bila Tidak Ingin Cepat Tua, Ini Buktinya!
Friday, November 1, 2013
Edit
Merokok ternyata tidak hanya berdampak jelek terhadap paru-paru saja, merokok ternyata juga berdampak jelek bagi kulit. Kondisi kulit orang yang punya kebiasaan merokok akan keliahatan lebih cepat renta dibanding dengan mereka yang tidak merokok.
Dengan merokok maka jumlah jumlah oksigen dalam badan yang disuplai ke kulit berkurang dan mempercepat pemecahan kolagen yang menjadikan kulit menjadi lebih cepat renta sebelum usia yang seharusnya.
"Merokok menciptakan Anda terlihat tua. Selain kanker, serangan jantung paru-paru dan stroke, satu lagi alasan yang baik untuk berhenti merokok ialah itu menciptakan Anda terlihat jauh lebih tua," kata Dr Elizabeth Tanzi katanya kepada Reuters Health, ibarat dilansir dari nydaily, Kamis (31/10/2013).
Tanzi ialah dokter kulit di Washington Institute of Dermatologic Surgery Laser dan George Washington University Medical Center.
Meski tidak terlibat dalam penelitian gres itu tapi menegaskan apa yang ia dan orang lain lihat dalam praktek tersebut.
Ingin bukti jikalau merokok mempercepat penuaan?
Lihatlah perbandingan foto standar dari 79 pasang kembar identik yang diambil pada hari Festival Kembar di Twinsburg, Ohio.
Mereka rata-rata berusia 40 tahun, yang satu ialah perokok selama bertahun-tahun sementara kembar lainnya bukan perokok.
Si kembar yang perokok cenderung mempunyai lebih banyak kerutan dibanding si kembar yang tidak merokok.
Sementara si kembar yang tidak merokok mempunyai wajah yang lebih segar dan kencang. Kerutan meski ada namun tidak terlalu banyak ibarat yang merokok.
sumber:inilah.com
Dengan merokok maka jumlah jumlah oksigen dalam badan yang disuplai ke kulit berkurang dan mempercepat pemecahan kolagen yang menjadikan kulit menjadi lebih cepat renta sebelum usia yang seharusnya.
"Merokok menciptakan Anda terlihat tua. Selain kanker, serangan jantung paru-paru dan stroke, satu lagi alasan yang baik untuk berhenti merokok ialah itu menciptakan Anda terlihat jauh lebih tua," kata Dr Elizabeth Tanzi katanya kepada Reuters Health, ibarat dilansir dari nydaily, Kamis (31/10/2013).
Tanzi ialah dokter kulit di Washington Institute of Dermatologic Surgery Laser dan George Washington University Medical Center.
Meski tidak terlibat dalam penelitian gres itu tapi menegaskan apa yang ia dan orang lain lihat dalam praktek tersebut.
Ingin bukti jikalau merokok mempercepat penuaan?
Lihatlah perbandingan foto standar dari 79 pasang kembar identik yang diambil pada hari Festival Kembar di Twinsburg, Ohio.
Mereka rata-rata berusia 40 tahun, yang satu ialah perokok selama bertahun-tahun sementara kembar lainnya bukan perokok.
Si kembar yang perokok cenderung mempunyai lebih banyak kerutan dibanding si kembar yang tidak merokok.
Sementara si kembar yang tidak merokok mempunyai wajah yang lebih segar dan kencang. Kerutan meski ada namun tidak terlalu banyak ibarat yang merokok.
sumber:inilah.com



