Hentikan Merokok Sanggup Mengurangi Sakit Jantung
Tuesday, November 26, 2013
Edit
Tidak ada kata terlambat jikalau anda mau menghentikan kebiasaan merokok walaupun sudah bertahu-tahun kebiasaan itu berlangsung. Risiko maut alasannya yaitu duduk masalah jantung tanggapan merokok berdasarkan penelitian terbaru sanggup dikurangi dalam waktu yang lebih cepat.
Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh American Heart Association yang meneliti perokok berusia di atas 65 tahun yang sudah merokok selama 32 pak / tahun. Jumlah pak tahun ditentukan dari jumlah rokok yang dihisap per hari dengan jumlah tahun seseorang merokok.
Hasilnya peneliti menemukan bahwa menghentikan kebiasaan merokok sanggup mengurangi risiko gagal jantung, serangan jantung, dan stroke sebanding dengan orang yang tidak pernah merokok, dengan waktu separuh lebih cepat dari penelitian sebelumnya.
"Padahal penelitian sebelumnya risiko maut tanggapan penyakit jantung sanggup berkurang sehabis 15 tahun.," kata Dr Ali Ahmed ibarat dikutip dari The News, Kamis (21/11/2013).
"Bahkan untuk perokok berat yang merokok lebih dari 32 pak tahun, mereka secara signifikan mengurangi risiko maut total sebesar 35 persen, jadi ada pesan kasatmata untuk setiap orang," imbuh Ahmed yang juga profesor penyakit jantung di University of Alabama di Birmingham School of Medicine.
Ahmed dan timnya mengumpulkan data dengan menganalisa isu medis dari Cardiovascular Health Study semenjak tahun 1989. Mereka membandingkan 853 orang yang berhenti merokok selama 15 tahun atau kurang dengan 2.557 orang yang tidak merokok.
"Meskipun pada penelitian ini terperinci terlihat maut tanggapan jantung sanggup dikurangi, kerusakan paru-paru agak sulit untuk dihindari," kata Ahmed.
Sebab, mereka yang merokok kurang dari 32 pak tahun dan sudah berhenti merokok masih berisiko tinggi meninggal tanggapan kanker paru-paru, emfisema, atau penyakit paru obstruktif kronik.
sumber: detik.com
Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh American Heart Association yang meneliti perokok berusia di atas 65 tahun yang sudah merokok selama 32 pak / tahun. Jumlah pak tahun ditentukan dari jumlah rokok yang dihisap per hari dengan jumlah tahun seseorang merokok.
Hasilnya peneliti menemukan bahwa menghentikan kebiasaan merokok sanggup mengurangi risiko gagal jantung, serangan jantung, dan stroke sebanding dengan orang yang tidak pernah merokok, dengan waktu separuh lebih cepat dari penelitian sebelumnya.
"Padahal penelitian sebelumnya risiko maut tanggapan penyakit jantung sanggup berkurang sehabis 15 tahun.," kata Dr Ali Ahmed ibarat dikutip dari The News, Kamis (21/11/2013).
"Bahkan untuk perokok berat yang merokok lebih dari 32 pak tahun, mereka secara signifikan mengurangi risiko maut total sebesar 35 persen, jadi ada pesan kasatmata untuk setiap orang," imbuh Ahmed yang juga profesor penyakit jantung di University of Alabama di Birmingham School of Medicine.
Ahmed dan timnya mengumpulkan data dengan menganalisa isu medis dari Cardiovascular Health Study semenjak tahun 1989. Mereka membandingkan 853 orang yang berhenti merokok selama 15 tahun atau kurang dengan 2.557 orang yang tidak merokok.
"Meskipun pada penelitian ini terperinci terlihat maut tanggapan jantung sanggup dikurangi, kerusakan paru-paru agak sulit untuk dihindari," kata Ahmed.
Sebab, mereka yang merokok kurang dari 32 pak tahun dan sudah berhenti merokok masih berisiko tinggi meninggal tanggapan kanker paru-paru, emfisema, atau penyakit paru obstruktif kronik.
sumber: detik.com