Murbei Tebas Hepatitis, Hiper Tensi, Kolesterol Tinggi
Sejalan dengan bertambahnya usia, hampir setiap orang mengalami kenaikan tekanan darah; tekanan sistolik terus meningkat hingga usia 80 tahun dan tekanan diastolik terus meningkat hingga usia 55-60 tahun, kemudian berkurang secara perlahan atau bahkan menurun drastis.
Dalam pasien dengan diabetes mellitus atau penyakit ginjal, penelitian telah mengatakan bahwa tekanan darah di atas 130/80 mmHg harus dianggap sebagai faktor resiko dan sebaiknya diberikan perawatan.
Gejala
Pada sebagian besar penderita, hipertensi tidak mengakibatkan gejala; meskipun secara tidak sengaja beberapa tanda-tanda terjadi bersamaan dan dipercaya bekerjasama dengan tekanan darah tinggi (padahal sebenarnya tidak). Gejala yang dimaksud yaitu sakit kepala, perdarahan dari hidung, pusing, wajah kemerahan dan kelelahan; yang sanggup saja terjadi baik pada penderita hipertensi, maupun pada seseorang dengan tekanan darah yang normal.
Jika hipertensinya berat atau menahun dan tidak diobati, sanggup timbul tanda-tanda berikut:
sakit kepala
kelelahan
mual
muntah
sesak nafas
gelisah
pandangan menjadi kabur yang terjadi alasannya adanya kerusakan pada otak, mata, jantung dan ginjal.
Kadang penderita hipertensi berat mengalami penurunan kesadaran dan bahkan koma alasannya terjadi pembengkakan otak. Keadaan ini disebut ensefalopati hipertensif, yang memerlukan penanganan segera.
Kegemukan (obesitas), gaya hidup yang tidak aktif (malas berolah raga), stres, alkohol atau garam dalam makanan; sanggup memicu terjadinya hipertensi pada orang-orang mempunyai kepekaan yang diturunkan. Stres cenderung mengakibatkan kenaikan tekanan darah untuk sementara waktu, kalau stres telah berlalu, maka tekanan darah biasanya akan kembali normal.
penderita hipertensi untuk mengontrol tekanan darahnya biasanya minum obat kimia penurun hipertensi.obat kimia memang sanggup menurunkan tekanan darah secara cepat tapi dalam jangka waktu yang usang akan sama ibarat racun bagi badan .untuk hipertensi lebih baik menggunakan obat herbal ibarat bawang putih,seladri dan lainnya namun alasannya rasa bawang putih sangat tdk lezat dan juga sanggup berakibat jelek bagi badan kalau kebanyakan (lebih dari 5 siung) begitu juga seladri sanggup menurunkan tek darah secara drastis sehingga cukup berbahaya kalau takaran terlalu banyak aku kenalkan buah murbei yang kini makin sedikit
Sinonim :
= M. australis, Poir. = M. atropurpurea, Roxb. = M. constantinopalita, Poir. = M. indica, Linn. = M. rubra, Lour.
Familia :
Moraceae
Penyakit Yang Dapat Diobati :
- Demam
- flu
- malaria
- batuk
- rematik
- darah tinggi (hipertensi)
- Kencing anggun (diabetes melitus)
- kaki gajah (elephantiasis)
- Radang mata merah (conjunctivitis acute)
- memperbanyak ASI
- Keringat malam
- muntah darah
- batuk darah
- batuk berdahak
- Kolesterol tinggi (hiperkolesterolemia)
- tidak tiba haid
- Gangguan jalan masuk cerna
- sesan napas (asma)
- cacingan
- Muka infeksi (edema)
- sukar kencing (disuria)
- neurastenia
- Jantung berdebar (palpitasi)
- rasa haus dan verbal kering
- Sukar tidur (insomnia)
- telinga berdenging (tinnitus)
- sembelit
- Tuli
- vertigo
- hepatitis
- kurang darah (anemia)
- rambut beruban
- Sakit kepala
- s.tenggorokan
- s.gigi
- s.kulit
- s.pinggang (lumbago)
- Menyuburkan pertumbuhan rambut
Pemanfaatan :
BAGIAN YANG DIGUNAKAN :
Daun, ranting, buah, dan kulit akar sanggup digunakan sebagai obat. Untuk penyimpanan, buah dikukus gres dijemur, ranting dipotong tipis kemudian dijemur, dan kulit akar dicuci higienis kemudian dipotong-potong tipis kemudian dijemur hingga kering.
INDIKSI :
Daun (Sang ye) berguna untuk:
- demam alasannya flu, malaria,
- batuk,
- sakit kepala, sakit tenggorok, sakit gigi, rematik,
- darah tinggi (hipertensi),
- kencing anggun (diabetes mellitus),
- kaki gajah (elephantiasis tungkai bawah),
- sakit kulit bisul,
- radang mata merah (conjunctivitis acute),
- memperbanyak air susu ibu (ASI),
- keringat malam,
- muntah darah dan batuk darah akhir darah panas,
- kolesterol tinggi (hiperkolesierolemia), dan
- gangguan pada jalan masuk cerna.
Kulit akar (Sang bai pi) berguna untuk:
- sakit gigi,
- tidak tiba haid,
- batuk berdahak, sesak napas (asma),
- muka infeksi (ederna),
- kencing yang nyeri dan susah (disuria), dan
- cacingan.
Buah (Sang shen) berguna untuk:
- tekanan darah tinggi (hipertensi),
- jantung berdebar (palpitasi),
- kencing anggun (diabetes mellitus), rasa haus dan verbal kering,
- sukar tidur (insomnia),
- batuk berdahak,
- pendengaran berkurang dan penglihatan kabur,
- pendengaran berdenging (tinnitus), tuli, tujuh keliling (vertigo),
- hepatitis kronis,
- sembelit pada orang tua,
- kurang darah (anemia), neurastenia,
- sakit otot dan persendian, sakit tenggorok, serta
- rambut beruban.sebelum waktunya.
Ranting (Sang zhi) berguna untuk:
- rematik,
- tangan dan kaki terasa baal dan sakit,
- sakit pinggang (lumbago),
- keram pada tangan dan kaki,
- tekanan darah tinggi, serta menyuburkan pertumbuhan rambut.
Cara Pemakaian
Untuk diminurn, pilih salah satu cuilan yang disukai. Bila kulit akar Untuk pemakaian luar, daun segar dilumatkan atau digiling halus, 10 - 15 g; ranting 15 - 30 g; sedang daun dosisnya 5 - 10 g sekali rebus, sanggup juga menggunakan takaran maksimal 20 - 40 g. Untuk buah dosisnya 10 - 15 g, direbus, alu diminum. Untuk pemakaian luar, daun segar dilumatkan atau digiling halus, kemudian diturapkan ke kawasan yang sakit ibarat luka, digigit ular, dan serangga, atau untuk merangsang pertumbuhan rambut.
CONTOH PEMAKAIAN :
1. Tekanan darah tinggi, kaki infeksi :
Daun murbei segar sebanyak 15 g dicuci higienis kemudian direbus
dengan 2 gelas air selama 15 menit. Setelah cuek disaring lalu
dibagi untuk 2 kali minum, pagi dan sore.
2. Memperbanyak kcluamya air susu ibu (ASI) :
Daun murbei muda dimasak sebagai sayur, kemudian dimakan bersama
nasi.
3. Kencing nanah Kulit :
Akar murbei, adas pulosari, dan kayu sandel (sandelhout) direbus.
4. Bisul, radang kulit :
Daun murbei segar sebanyak 1 genggam dicuci kemudian direbus dengan
2 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Setelah cuek disaring, minum
sekaligus. Rebusan daun ini berguna untuk membersihkan darah
sehingga sanggup diminum secara teratur.
5. Luka, borok :
Daun murbei segar sesudah dicuci higienis kemudian dioleskan minyak
kelapa. Layukan di atas api kemudian diremas-remas dengan jari tangan
sehingga menjadi lemas. Daun tadi kemudian digunakan untuk menutup
luka. Namun sebelumnya, luka harus dicuci dahulu dengan rebusan
akar tren guli.
6. Digigit ular
Daun murbei segar sebanyak 20 g dicuci kemudian digiling halus.
Tambahkan 1/2 cangkir air masak, kemudian disaring dan diperas. Air
yang terkumpul kemudian diminum sekaligus.
7. Berkeringat malam
Daun murbei kering yang dijadikan serbuk sebanyak 6 - 9 g, direbus
dengan air beras hingga mendidih. Setelah cuek kemudian diminum.
8. Rematik, tangan dan kaki baal dan sakit :
Ranting murbei kering sebanyak 15 g direbus dengan 3 gelas air
bersih hingga tersisa 1 gelas. Setelah cuek disaring, minum. Sehari
2 kali, masing-masing 1/2 gelas.
9. Hepatitis kronis, kurang darah, tekanan darah tinggi :
Buah murbei segar sebanyak 10 g ditambah air masak 1 gelas, lalu
Komposisi :
SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS : Daun bersifat pahit, manis, dingin, masuk meridian paru dan hati. Buah bersifat manis, dingin, masuk meridian jantung, hati, dan ginjal. Kulit akar bersifat manis, sejuk, masuk meridian paru. Ranting bersifat pahit, netral, masuk meridian hati.
KANDUNGAN KIMIA :
Daun murbei mengandung ecdysterone, inokosterone, lupeol, beta-sitosterol, rutin, moracetin, isoquersetin, scopoletin, scopolin, alfa-, beta-hexenal, cis-beta-hexenol, cis-lamda-hexenol, benzaidehide, eugenol, linalool, benzyl alkohol, butylamine, aceto'ne, trigonelline, choline, adenin, asam amino, copper, zinc, vitamin (A, B1, C. dan karoten), asam klorogenik, asam fumarat, asam folat, asam formyltetrahydrofolik, dan mioinositol. Juga mengandung phytoestrogens. Bagian ranting murbei mengandung tanin dan vitamin A. B uahnya mengandung cyanidin, isoquercetin, sakarida, asam linoleat, asam stearat, asam oleat, dan vitamin (karoten, B1, B2 dan C).
Kulit batang mengandung (1) triterpenoids: alfa-,beta-amyrin, sitosterol, sitosterol-alfa-glucoside. (2) Flavonoids: morusin, cyclomorusin, kuwanone A,B,C, oxydihydromorusin. (3) Coumarins: umbelliferone, dan scopoletin. Kulit akar mengandung derivat flavone mulberrin, mulberrochromene, cyclomulberrin, cyclomulberrochromene, morussin, dan mulberrofuran A. Juga mengandung betulinic acid, scopoletin, alfa-amyrin, beta-amyrin, undecaprenol, dan dodecaprenol.
Biji: urease. Efek Farmakologis dan Hasil Penelitian : Eedysterone berguna hipoglikemik.