Kaca Piring Bungkam Diabetes
Pdpersi, Jakarta - Kacapiring berasal dari Cina dan Jepang. Bisa ditemukan sebagai flora hias di pakarangan pada tempat pegunungan dengan ketinggian 400 m dpl dan gres berbuah kalau ketinggian sekitar 3.000 kaki dpl.
Perdu tegak dengan ketinggian 1-2 m ini memiliki batang bundar berkayu, bercabang, ranting muda, dan daunnya berlapis lilin. Daun letaknya berhadapan atau berkarang tiga, tebal dan licin menyerupai kulit, bertangkai pendek bentuknya elips atau bundar telur sungsang, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, permukaan atas mengkilap, panjang 4,5-13 cm, lebar 2-5 cm, warnanya hijau tua. Bunga tunggal, bertangkai pendek, warnanya putih, keluar dari ujung ranting, baunya harum. Buah bentuknya bundar telur, kulitnya tipis, mengandung pigmen berwarna kuning, dan berbji banyak.
Di Cina, bunganya dipakai sebagai penambah rasa pada daun teh. Buahnya sanggup dimakan dan sanggup dipakai sebagai pewarna kuning pada masakan (seperti kunyit). Perbanyakan dengan biji, cangkok, atau stek batang.
Sifat dan Khasiat
Buah kacapiring rasanya pahit, sifatnya dingin, dengan afinitas ke meridian jantung, hati, paru, lambung, dan sanjiao. Buah kacapiring berfungsi sebagai pembersih panas dan api, menyejukkan darah, membuang racun, serta menghilangkan lembab. Khasiat buah kacapiring ialah meningkatkan fungsi hati dan menenangkan emosi (sedative), malancarkan pemikiran empedu ke usus (kolagoga), antiradang (antiflogistik), antibiotic, pereda demam (anti piretik), peluruh dahak, peluruh kencing (diuretik), penyejuk darah, penawar racun (detoksikan), penghenti perdarahan (hemostatis), dan menghancurkan bekuan darah. Ekstrak buah kacapiring berguna hepatoprotektor, yaitu melindungi hati dari kerusakan akhir racun.
Akar dan bunga berguna peluruh haid. Bunga berguna hemostatis, penenang (sedatif), dan peluruh kencing (diuretik).
Kandungan Kimia
Buah mengandung minyak asiri, gardenin, gardenosid, geniposid, genipin-1-©¬-D-gentiobioside, gardoside (8,10 dehydrologanin), scandoside menthyl ester, glikosid, ©¬-sitosterol, ¥á-mannitol, nonacosane, krosetin, krosin, klorogenin, tannin, dan dekstrose. Gardenin ialah kloroform berwarna kuning emas, larut dalam alcohol dan kloroform. Kulit buah mengandung ursolic acid.
Daun mengandung saponin, flavonoid, polifenol, dan minyak asiri.
Bagian yang Digunakan
Bagian flora yang dipakai sebagai obat ialah buah masak (zhi zi) dan akarnya. Daun dan bunga juga dipakai sebagai obat. Buah dipetik sehabis masak, kemudian kukus atau rebus sebentar sebelum dikeringkan untuk disimpan. Buah sanggup dipakai segar atau sehabis dikeringkan. Daun dipetik sepanjang tahun. Setelah dicuci bersih, kemudian jemur hingga kering.
Indikasi
Buah kacapiring dipakai untuk mengatasi:
Penyakit dengan demam yang menawarkan tanda-tanda demam tinggi, gampang tersinggung, delirium, gangguan kesadaran,
Radang hati (hepatitis), sakit kuning (jaundice) di sertai demam, tidak nafsu makan, air kencing sedikit (oliguria), dan kencing sakit (disuria),
Radang selaput lender kandung kencing (cystitis),
Radang payudara (mastitis),
Perdarahan akhir darah panas menyerupai muntah darah (hematemesis), kencing darah (hematuria), berak darah, batuk darah (hemoptisis), mimisan (epistaksis),
Susah tidur (insomnia),
Sakit tenggorok, sariawan, sakit gigi,
Disentri, gigitan ular,
Mata benjol dan nyeri (conjungtivitis akut), dan
Tekanan darah tinggi (hipertensi).
Daun kacapiring dipakai untk mengatasi:
Demam,
Sesak napas,
Tekanan darah tinggi (hipertensi), dan
Sariawan (obat kumur).
Cara Pemakaian
Untuk obat yang diminum, gunakan 30-60 g akar atau 3-9 g buah, kemudian rebus dan minum airnya
Untuk pemakaian luar, giling buah kacapiring segar hingga halus, kemudian tambahkan putih telur atau arak putih. Selanjutnya, tempelkan pada cuilan badan yang sakit, menyerupai luka memar, keseleo, radang kulit (bisul, abses, borok, cacar ular/herpes zoster), luka bakar, tersiram air panas, dan sakit gigi. Pasta herba kacapiring yang digiling halus dan dicampur dengan terigu dan arak putih sangat efektif untuk pengobatan traima di tendon, ligament, sendi, dan otot. Di Vietnam, bunga kacapiring dipakai sebagai obat luar untuk mengatasi gangguan pada mata.
Efek Farmokogis dan Hasil Penelitian
Penelitian pada tikus dan kelinci mengambarkan bahwa buah kacapiring berguna kolagoga dan koleretik.
Ekstra etanol buah kacapiring menurunkan aktivitar impulsif pada hewan yang mengindikasikan adanya imbas sedative. Disamping itu, juga ditemukan khasiat antipiretik.
Air rebusan atau ekstrak etanol buah kacapiring menunjukkan imbas hipotensif pada hewan percobaan.
Rebusan buah kacapiring juga berguna antibakteri dan pada percobaan in vitro menghambat aktifitas aneka macam macam jamur kulit.
Catatan
Jangan mium rebusan buah kacapiring kalau sedang menderita diare.
Obat paten: Daochi Pien, Ching Fei Yi Huo Pien, Zhizi Jinhua Wan. Kacapiring Uraian Tumbuhan
Kacapiring berasal dari Cina dan Jepang. Bisa ditemukan sebagai flora hias di pakarangan pada tempat pegunungan dengan ketinggian 400 m dpl dan gres berbuah kalau ketinggian sekitar 3.000 kaki dpl.
Perdu tegak dengan ketinggian 1-2 m ini memiliki batang bundar berkayu, bercabang, ranting muda, dan daunnya berlapis lilin. Daun letaknya berhadapan atau berkarang tiga, tebal dan licin menyerupai kulit, bertangkai pendek bentuknya elips atau bundar telur sungsang, ujung dan pangkal runcing, tepi rata, permukaan atas mengkilap, panjang 4,5-13 cm, lebar 2-5 cm, warnanya hijau tua. Bunga tunggal, bertangkai pendek, warnanya putih, keluar dari ujung ranting, baunya harum. Buah bentuknya bundar telur, kulitnya tipis, mengandung pigmen berwarna kuning, dan berbji banyak.
Di Cina, bunganya dipakai sebagai penambah rasa pada daun teh. Buahnya sanggup dimakan dan sanggup dipakai sebagai pewarna kuning pada masakan (seperti kunyit). Perbanyakan dengan biji, cangkok, atau stek batang.
Sifat dan Khasiat
Buah kacapiring rasanya pahit, sifatnya dingin, dengan afinitas ke meridian jantung, hati, paru, lambung, dan sanjiao. Buah kacapiring berfungsi sebagai pembersih panas dan api, menyejukkan darah, membuang racun, serta menghilangkan lembab. Khasiat buah kacapiring ialah meningkatkan fungsi hati dan menenangkan emosi (sedative), malancarkan pemikiran empedu ke usus (kolagoga), antiradang (antiflogistik), antibiotic, pereda demam (anti piretik), peluruh dahak, peluruh kencing (diuretik), penyejuk darah, penawar racun (detoksikan), penghenti perdarahan (hemostatis), dan menghancurkan bekuan darah. Ekstrak buah kacapiring berguna hepatoprotektor, yaitu melindungi hati dari kerusakan akhir racun.
Akar dan bunga berguna peluruh haid. Bunga berguna hemostatis, penenang (sedatif), dan peluruh kencing (diuretik).
Kandungan Kimia
Buah mengandung minyak asiri, gardenin, gardenosid, geniposid, genipin-1-©¬-D-gentiobioside, gardoside (8,10 dehydrologanin), scandoside menthyl ester, glikosid, ©¬-sitosterol, ¥á-mannitol, nonacosane, krosetin, krosin, klorogenin, tannin, dan dekstrose. Gardenin ialah kloroform berwarna kuning emas, larut dalam alcohol dan kloroform. Kulit buah mengandung ursolic acid.
Daun mengandung saponin, flavonoid, polifenol, dan minyak asiri.
Bagian yang Digunakan
Bagian flora yang dipakai sebagai obat ialah buah masak (zhi zi) dan akarnya. Daun dan bunga juga dipakai sebagai obat. Buah dipetik sehabis masak, kemudian kukus atau rebus sebentar sebelum dikeringkan untuk disimpan. Buah sanggup dipakai segar atau sehabis dikeringkan. Daun dipetik sepanjang tahun. Setelah dicuci bersih, kemudian jemur hingga kering.
Indikasi
Buah kacapiring dipakai untuk mengatasi:
Penyakit dengan demam yang menawarkan tanda-tanda demam tinggi, gampang tersinggung, delirium, gangguan kesadaran,
Radang hati (hepatitis), sakit kuning (jaundice) di sertai demam, tidak nafsu makan, air kencing sedikit (oliguria), dan kencing sakit (disuria),
Radang selaput lender kandung kencing (cystitis),
Radang payudara (mastitis),
Perdarahan akhir darah panas menyerupai muntah darah (hematemesis), kencing darah (hematuria), berak darah, batuk darah (hemoptisis), mimisan (epistaksis),
Susah tidur (insomnia),
Sakit tenggorok, sariawan, sakit gigi,
Disentri, gigitan ular,
Mata benjol dan nyeri (conjungtivitis akut), dan
Tekanan darah tinggi (hipertensi).
Daun kacapiring dipakai untk mengatasi:
Demam,
Sesak napas,
Tekanan darah tinggi (hipertensi), dan
Sariawan (obat kumur).
Cara Pemakaian
Untuk obat yang diminum, gunakan 30-60 g akar atau 3-9 g buah, kemudian rebus dan minum airnya
Untuk pemakaian luar, giling buah kacapiring segar hingga halus, kemudian tambahkan putih telur atau arak putih. Selanjutnya, tempelkan pada cuilan badan yang sakit, menyerupai luka memar, keseleo, radang kulit (bisul, abses, borok, cacar ular/herpes zoster), luka bakar, tersiram air panas, dan sakit gigi. Pasta herba kacapiring yang digiling halus dan dicampur dengan terigu dan arak putih sangat efektif untuk pengobatan traima di tendon, ligament, sendi, dan otot. Di Vietnam, bunga kacapiring dipakai sebagai obat luar untuk mengatasi gangguan pada mata.
Efek Farmokogis dan Hasil Penelitian
Penelitian pada tikus dan kelinci mengambarkan bahwa buah kacapiring berguna kolagoga dan koleretik.
Ekstra etanol buah kacapiring menurunkan aktivitar impulsif pada hewan yang mengindikasikan adanya imbas sedative. Disamping itu, juga ditemukan khasiat antipiretik.
Air rebusan atau ekstrak etanol buah kacapiring menunjukkan imbas hipotensif pada hewan percobaan.
Rebusan buah kacapiring juga berguna antibakteri dan pada percobaan in vitro menghambat aktifitas aneka macam macam jamur kulit.
Catatan
Jangan mium rebusan buah kacapiring kalau sedang menderita diare.