Ekstrak Daun Jambu Biji Sembuhkan Demam Berdarah
Tuesday, April 1, 2008
Edit
Sumber: Cyber Kompas, Kamis, 11 Maret 2004,
(http://www.kompas.com/kompas-cetak/0403/11/humaniora/906798.htm)
DAUN jambu biji renta ternyata mengandung banyak sekali macam komponen yang berguna untuk mengatasi penyakit demam berdarah dengue (DBD). Kelompok senyawa tanin dan flavonoid yang dinyatakan sebagai quersetin dalam ekstrak daun jambu biji sanggup menghambat acara enzim reverse trancriptase yang berarti menghambat pertumbuhan virus berinti RNA.
Demikian hasil penelitian yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, yang semenjak 2003 meneliti ekstrak daun jambu biji untuk pengobatan DBD. Pada tahap awal penelitian dimulai dengan pengujian preklinik. Hasil penelitian dipaparkan oleh Kepala Badan POM Drs Sampurno MBA di Jakarta, Rabu (10/3).
Ide penelitian berasal dari Badan POM dan mereka menunjuk Dr Drs Suprapto Ma'at MS. apoteker dari Patologi FK Unair untuk meneliti daun jambu biji.
Seperti diketahui, DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dengan angka selesai hayat dan kesakitan yang cukup tinggi. Sampai ketika ini pengobatan DBD masih bersifat suportif, yaitu mengatasi kehilangan cairan plasma akhir peningkatan permeabilitas pembuluh darah kapiler.
Pada tahap awal dilakukan penelitian preklinik di FK Unair yang memakai binatang model mencit dengan proteksi oral ekstrak daun jambu biji terbukti sanggup menurunkan permeabilitas pembuluh darah. Pada penelitian tersebut dilaporkan juga bahwa ekstrak daun jambu biji terbukti sanggup meningkatkan jumlah sel hemopoetik terutama megakriosit pada preparat dan kultur sumsum tulang mencit. Pada uji keamanan (toksisitas) ekstrak daun jambu biji termasuk zat yang mudah tidak toksik.
Hambat virus dengue
Daun jambu biji memang mengandung banyak sekali macam komponen. Berkaitan dengan itu telah dilakukan uji invitro ekstrak daun jambu biji di mana ekstrak tersebut terbukti sanggup menghambat pertumbuhan virus dengue. Kelak sehabis dilakukan penelitian lebih lanjut diperlukan ekstrak daun jambu biji sanggup dipakai sebagai obat anti virus dengue.
Juga telah dilakukan uji awal berupa penelitian open label di beberapa rumah sakit di Jawa Timur (RS Jombang dan RS Petrokimia Gresik) pada penderita DBD remaja dan anak-anak.
"Hasil penelitian dibagi-bagikan ke RS Jombang dalam bentuk 30 kapsul dan 30 sirup, kemudian RS Petrokimia Gresik 20 kapsul dan 20 sirup. Ada yang sukarela mau mencoba," kata Suprapto.
Hasil penelitian tersebut mengatakan bahwa proteksi ekstrak daun jambu biji sanggup mempercepat peningkatan jumlah trombosit tanpa disertai imbas samping yang berarti, contohnya sembelit. Penelitian open label ini masih perlu dilanjutkan dengan uji klinik untuk mengambarkan khasiat dengan evidence based yang lebih kuat.
Pengamatan lain yang sedang dikerjakan dalam penelitian ini ialah efek proteksi ekstrak daun jambu biji terhadap sekresi GM-CSF dan IL-11 untuk mengetahui prosedur kerjanya pada trombopoiesis. Juga terhadap acara sistem pelengkap dan sekresi TNF-Alfa olehmonosit dalam hubungannya dengan prosedur penurunan permeabilitas pembuluh darah.
Pada tahun 2004 akan dilakukan uji klinik di RSUD Dr Soetomo Surabaya/FK Unair, yang akan dipimpin oleh Prof Dr dr Sugeng Sugijanto DSA yang dibantu dr M Nasirudin dengan Dr Ugrasena untuk pasien DBD anak dan Prof dr Edy Soewandojo SpPD untuk pasien DBD dewasa.
Badan POM dalam waktu bersahabat juga akan melaksanakan kajian-kajian intensif dengan para pakar untuk mendukung tata laksana yang kini ini ada. Sampurno optimis lantaran daun jambu biji materi bakunya sangat gampang diperoleh dan proses teknologinya sederhana.
(http://www.kompas.com/kompas-cetak/0403/11/humaniora/906798.htm)
DAUN jambu biji renta ternyata mengandung banyak sekali macam komponen yang berguna untuk mengatasi penyakit demam berdarah dengue (DBD). Kelompok senyawa tanin dan flavonoid yang dinyatakan sebagai quersetin dalam ekstrak daun jambu biji sanggup menghambat acara enzim reverse trancriptase yang berarti menghambat pertumbuhan virus berinti RNA.
Demikian hasil penelitian yang dilakukan oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) bekerja sama dengan Fakultas Kedokteran dan Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya, yang semenjak 2003 meneliti ekstrak daun jambu biji untuk pengobatan DBD. Pada tahap awal penelitian dimulai dengan pengujian preklinik. Hasil penelitian dipaparkan oleh Kepala Badan POM Drs Sampurno MBA di Jakarta, Rabu (10/3).
Ide penelitian berasal dari Badan POM dan mereka menunjuk Dr Drs Suprapto Ma'at MS. apoteker dari Patologi FK Unair untuk meneliti daun jambu biji.
Seperti diketahui, DBD merupakan penyakit yang disebabkan oleh virus dengue dengan angka selesai hayat dan kesakitan yang cukup tinggi. Sampai ketika ini pengobatan DBD masih bersifat suportif, yaitu mengatasi kehilangan cairan plasma akhir peningkatan permeabilitas pembuluh darah kapiler.
Pada tahap awal dilakukan penelitian preklinik di FK Unair yang memakai binatang model mencit dengan proteksi oral ekstrak daun jambu biji terbukti sanggup menurunkan permeabilitas pembuluh darah. Pada penelitian tersebut dilaporkan juga bahwa ekstrak daun jambu biji terbukti sanggup meningkatkan jumlah sel hemopoetik terutama megakriosit pada preparat dan kultur sumsum tulang mencit. Pada uji keamanan (toksisitas) ekstrak daun jambu biji termasuk zat yang mudah tidak toksik.
Hambat virus dengue
Daun jambu biji memang mengandung banyak sekali macam komponen. Berkaitan dengan itu telah dilakukan uji invitro ekstrak daun jambu biji di mana ekstrak tersebut terbukti sanggup menghambat pertumbuhan virus dengue. Kelak sehabis dilakukan penelitian lebih lanjut diperlukan ekstrak daun jambu biji sanggup dipakai sebagai obat anti virus dengue.
Juga telah dilakukan uji awal berupa penelitian open label di beberapa rumah sakit di Jawa Timur (RS Jombang dan RS Petrokimia Gresik) pada penderita DBD remaja dan anak-anak.
"Hasil penelitian dibagi-bagikan ke RS Jombang dalam bentuk 30 kapsul dan 30 sirup, kemudian RS Petrokimia Gresik 20 kapsul dan 20 sirup. Ada yang sukarela mau mencoba," kata Suprapto.
Hasil penelitian tersebut mengatakan bahwa proteksi ekstrak daun jambu biji sanggup mempercepat peningkatan jumlah trombosit tanpa disertai imbas samping yang berarti, contohnya sembelit. Penelitian open label ini masih perlu dilanjutkan dengan uji klinik untuk mengambarkan khasiat dengan evidence based yang lebih kuat.
Pengamatan lain yang sedang dikerjakan dalam penelitian ini ialah efek proteksi ekstrak daun jambu biji terhadap sekresi GM-CSF dan IL-11 untuk mengetahui prosedur kerjanya pada trombopoiesis. Juga terhadap acara sistem pelengkap dan sekresi TNF-Alfa olehmonosit dalam hubungannya dengan prosedur penurunan permeabilitas pembuluh darah.
Pada tahun 2004 akan dilakukan uji klinik di RSUD Dr Soetomo Surabaya/FK Unair, yang akan dipimpin oleh Prof Dr dr Sugeng Sugijanto DSA yang dibantu dr M Nasirudin dengan Dr Ugrasena untuk pasien DBD anak dan Prof dr Edy Soewandojo SpPD untuk pasien DBD dewasa.
Badan POM dalam waktu bersahabat juga akan melaksanakan kajian-kajian intensif dengan para pakar untuk mendukung tata laksana yang kini ini ada. Sampurno optimis lantaran daun jambu biji materi bakunya sangat gampang diperoleh dan proses teknologinya sederhana.