Tips-Tips Untuk Kedaluwarsa Badan
Tips-tips untuk wangi badan
- Kurangi masakan pedas & berbau rempah yg tajam
- biasakan mengkonsumsi masakan yang memenuhi 4 sehat 5 sempurna
- mandilah 2 kali dalam sehari.
- kenakan busana yang tidak terlalu ketat & menyerap keringat semoga sirkulasi udara mengalir lebih baik.
- sesudah berolah raga, biasakan untuk mandi. Sebelumnya minumlah air mineral secukupnya dan sesudahnya lakukan pendinginan.
- cukurlah bulu ketiak secara teratur. Untuk mencegah berkembangbiaknya bakteri, faktor lain pemicu wangi badan ialah kegemukan.
- pada orang gemuk, keringat cenderung terperangkap di antara lipatan-lipatan kulit.
gunakan deodoran / anti perspirant setelah mandi pada lipatan-lipatan tubuh
Kondisi jiwa seseorang, ibarat stres atau emosi, juga mempengaruhi kelenjar apocrine bekerja lebih efektif dan produktif, sehingga memperparah wangi badan. - bisa juga mencoba beberapa ramuan tradisional di bawah ini:
Ramuan Pertama:
1 buah jeruk limau yang agak besar
3 sendok makan kapur sirih
1 sendok teh bubuk merica
1 sendok teh bubuk kapur barus
Campurkan semua materi tersebut kemudian oleskan pada ketiak. Ramuan ini berfungsi mengusir wangi tubuh sekaligus sebagai antikeringat.
Ramuan Kedua:
Ambil 4-6 lembar daun sirih (Piper beetle L.). Rebus dengan dua gelas air. Air rebusannya diminum setiap pagi. Boleh ditambahkan sedikit gula.
Ramuan Ketiga:
Air perasan segenggam daun sirih dicampur dengan sari jeruk limau. Gunakan sebagai deodoran. Caranya, gosokkan ke pecahan ketiak seusai mandi dan sebelum tidur.
Ramuan Keempat:
Beberapa lembar daun jeruk purut diiris kecil-kecil, kemudian dibubuhi kecap atau dicampur sambal, disantap sebagai lalapan. Kandungan minyak asiri (limonena) dalam daun jeruk purut (Citrus hystrix) akan memperbaiki metabolisme lemak, sehingga tidak perjadi peroksida lemak yang menurunkan senyawa-senyawa yang menimbulkan wangi tak sedap.
Ramuan Kelima:
Ambil dua jari kunyit, kupas, kemudian basuh bersih. Parut kunyit, kemudian saring. Campur dengan 2/3 gelas air panas yang sudah dibubuhi gula aren sebesar ibu jari tangan. Aduk hingga rata. Biarkan sebentar, hingga kunyit mengendap di dasar gelas. Minum setiap menjelang tidur malam.
Keringat Saya Banyak, Dok... gimana ya ?
| Saya punya masalah dengan kelenjar keringat saya. Keringat saya selalu banyak keluar khususnya di ketiak, sehingga sangat mengganggu penampilan alasannya ialah di baju saya tsb pribadi berair (si ketiak). Yang ingin saya tanyakan apa penyebabnya dan bagaimana mengatasainya supaya kelenjar keringat tsb tdk berlebihan (normal). terimakasih |
| fredi, 14 tahun |
| Jawaban : Dear ananda Fredi, Sebelumnya saya mewakili managemen mediasehat.com beserta tim konsultasi kesehatan meminta maaf atas keterlambatan balasan pertanyaan ananda dikarenakan suatu hal yang tak terelakan. Keringat itu keluar dari kelenjar keringat yang terdapat di lapisan kulit, terletak di akrab kelenjar lemak. Keringat dikontrol oleh sistem saraf otonom, yang artinya itu ialah itu terjadi diluar kontrol kesadaran kita. Hal ini sanggup menjelaskan kenapa keringat juga keluar di dikala seseorang gugup atau ketakutan. Ini juga menjelaskan keadaan orang yang ‘hiperhidrosis’, berkeringat banyak. Perlu juga diketahui keringat keluar itu sebetulnya berfungsi sebagai salah satu sistem pembuangan zat metabolit dan sisa metabolisme, terutama yang bersifat larut air. Selain itu keluar keringat ini juga berfungsi sebagai ‘pendingin’ di kala seseorang merasa kepanasan, untuk keseimbangan suhu tubuh. Pada beberapa individu, ibarat yang sistem metabolisme atau yang sistem keseimbangan dalam tubuhnya tidak baik, keluar keringat ini sebetulnya amat membantu. Keluarnya keringat bisa memperbaiki keadaan. Pada orang-orang yang gemuk ataupun yang jarang olah raga juga bisa praktis berkeringat, itu lantaran ambang kerja organ begitu rendah dan sistem metabolisme yang tidak bagus sehingga dengan sedikit kerja / bergerak saja sudah bisa mengeluarkan keringat. Ini bisa jadi juga telah ada masalah dengan kerja jantung. Makanya pada beberapa orang yang punya masalah jantung, tangannya niscaya berkeringat. Untuk keadaan di sini yang harus dilakukan ialah diet dan olah raga. Sekarang, yang manakah yang mengakibatkan keadaan ananda yang selalu berkeringat ini ? keadaan panas kah ? stres ? atau ananda ini memang orang ang ‘hiperhidrolis’? atau ananda orang yang gemuk ? Seperti yang telah kami utarakan di atas, bahwa produksi keringat ini diatur oleh kerja sistem saraf otonom. Makanya di sini kami perlu sarankan untuk menghindari stres. Stres ini mempengaruhi sistem saraf, termasuk otonom. Minum banyak air putih akan sangat membantu untuk mengganti kehilangan air yang keluar dari kelenjar keringat itu. Kalau tidak diimbangi dengan ini, yang ada tubuh malah bisa mengalami dehidrasi. Walaupun keringat ini keluar diatur oleh sistem saraf otonom, dan dipengaruhi oleh keadaan-keadaan ibarat yang telah kami ungkapkan sebelumnya, ada suatu cara yang bisa dikatakan jitu untuk mengendalikan keluarnya keringat. Cara ini telah dikembangkan oleh para jago akupuntur, dengan cara menekan / mematikan sistem saraf yang berkaitan dengan proses keluarnya keringat. Mungkin ananda tertarik dengan cara ini ? Kalau begitu, ananda bisa pribadi berkonsultasi dengan jago akupuntur di klinik akupuntur terdekat. Tapi tentunya cara ini bisa dilakukan kalau memang tidak ada faktor lain, ibarat penyakit, yang mengakibatkan banyaknya keringat yang keluar. Lakukan pola hidup sehat, minimal ini sanggup memperbaiki keseimbangan dan sirkulasi cairan tubuh serta sistem metabolisme. Olah raga yang teratur membantu kelancaran sirkulasi darah dan kerja otot jantung. Olah raga sanggup juga membantu kelancaran pengeluaran zat-zat racun, baik melalui keringat dan melalui sistem pembuangan final (urin dan feses). Kaprikornus tubuh menjadi lebih bugar dan sehat. Demikian klarifikasi dari kami, semoga bermanfaat. |
Mengatasi keringat berlebih pada ketiak
Betapa rikuh dan tidak percaya dirinya seseorang dalam suatu pergaulan, bila ketiaknya selalu berair akhir produksi kelenjar keringatnya yang berlebihan dan yang lebih celaka lagi terhirupnya aroma tidak segar sebagai buntutnya. Bau yang ditimbulkannya ini merupakan produk khas kelenjar apokrin yang bercokol pada ketiak, atau sanggup pula lantaran bercokolnya basil tertentu pada lingkungan yang lembab tersebut. Konon pada sejumlah orang, wangi khas kawasan di bawah lengan ini justru membangkitkan gairah seksual tersendiri bagi lawan jenisnya. Namun, bagaimana mengatasi keringat berlebihan pada ketiak ini?
DALAM jumlah keringat ketiak normal-normal saja alias tidak hingga mengganggu atau bahkan menjadikan seseorang merasa risih, tentu tidak ada hal yang patut diresahkan, alasannya ialah ini juga merupakan salah satu prosedur tubuh dalam upaya untuk melepaskan panas tubuh. Tetapi persoalannya tentu saja akan bergeser jikalau produksinya berlebihan dan terus mengalir nyaris sepanjang waktu. Nah, yang satu ini barangkali gres akan menimbulkan perasaan kurang nyaman atau percaya diri pada diri seseorang.
Apabila orang bergerak di bidang pekerjaan yang banyak melaksanakan kontak sosial dengan orang lain, waitress, public relation, atau bahkan dokter misalnya, problem di atas merupakan duduk kasus klasik yang amat sering dijumpai di Indonesia — terkait dengan iklim tropisnya. Tetapi di Australia pun tidak sedikit orang yang memberikan keluhan yang sama khususnya dalam animo panas ibarat dikala ini, dimana temperatur udara bisa mencapai 41 derajat celsius.
Suatu hal yang mungkin cukup menghibur bahwa axillary hiperhidrosis atau keringat yang berlebihan pada ketiak, murni hanya terbatas pada duduk kasus terlalu aktifnya kelenjar memproduksi keringat setiap waktu. Tidak ada penyakit sistemik yang bersembunyi di balik kondisi yang sering menjadi topik pembicaraan kaum perempuan ini. Suatu keadaan yang sedikit agak berbeda apabila seluruh tubuh (tidak hanya terbatas pada ketiak saja) sering dibanjiri peluh pada malam hari, apakah cuaca sedang panas atau dingin, mungkin ada suatu penyakit sebagai biang keladinya. Akan tetapi tentu saja harus disertai oleh sejumlah tanda-tanda klinis lainnya.
Untuk masalah tersebut, katakanlah seseorang sering gemetar, banyak makan tetapi tubuh makin mengurus, suhu tubuh yang lebih tinggi dari keadaan normalnya dan sebagainya. Jika tanda-tanda ini dirasakan pada diri seseorang, mungkin orang tersebut harus waspada terhadap kemungkinan bercokolnya penyakit thiroid pada tubuh.
Upaya Sederhana
Kembali pada penyebab axillary hiperhidrosis. Sampai dikala ini belum ada keterangan yang lebih spesifik wacana keadaan yang sifatnya sangat individual ini. Hanya faktor genetik dan kondisi jiwa yang sedang cemas atau stres yang disebut-sebut sebagai pemicu hiperaktifnya sistem saraf simpatis untuk merangsang kerja kelenjar keringat, sehingga produksinya yang melimpah timbul sebagai akibatnya. Sungguhpun duduk kasus ini mungkin kurang mempunyai makna esensi yang dalam, tetapi betapa tidak nyamannya jikalau kawasan di bawah lengan kita selalu berair disertai wangi kurang sedap yang mengalir dari dalamnya.
Menghadapi duduk kasus yang terutama lebih banyak meresahkan kaum perempuan ini, aneka macam upaya sederhana sering kita dengar telah coba diterapkan. Apakah dengan menggunakan pakaian dari materi yang praktis menyerap keringat, contohnya katun. Minum aneka macam ramuan jamu tradisional ibarat loloh daun beluntas, kunyit asem, dan sebagainya. Mengurangi atau menghindari produk masakan yang banyak mengandung terasi yang memang mempunyai aroma yang dahsyat. Menggunakan bedak atau mengoleskan sejumlah mangir-boreh tertentu pada ketiak. Menggunakan antiperspirant, atau minyak wangi untuk melawan wangi badan.
Apabila aneka macam upaya di atas tidak membuahkan hasil ibarat apa yang diharapkan, berikut ini beberapa pilihan upaya medis sebagai salah satu alternatif jalan keluar yang mungkin sanggup dicoba dilakukan:
1. Bila penggunaan antiperspirant biasa tidak mempan untuk mengerem produksi kelenjar keringat yang berlebihan, cobalah gunakan antiperspirant dari golongan yang lebih kuat. Sebagai contoh, drysol atau certain dry. Pada beberapa orang yang mempunyai jenis kulit yang sensitif, materi aktif yang terkandung di dalamnya kadang kala menimbulkan imbas iritasi pada kulit. Maka gunakanlah pada malam hari serta tidak lupa untuk membersihkannya pada pagi berikutnya. Efek yang dibutuhkan biasanya akan nampak dalam 1-2 ahad kemudian.
2. Injeksi botox pada ketiak, merupakan alternatif kedua yang sanggup dipilih. Cara ini merupakan metode yang dikala ini cukup laku di Australia dan Amerika Serikat sebagai salah satu alternatif pilihan antara lain lantaran efektivitasnya yang tinggi (efektif selama 6-8 bulan) dan hingga dikala ini belum ditemukan adanya imbas samping yang bermakna. Botox sendiri merupakan ekstrak dari toxin botulinum yang secara ajaib sangat potensial untuk menurunkan produksi kelenjar keringat pada kawasan yang disuntikkan. Selain untuk mengatasi prolem seputar keringat yang berlebihan, injeksi botox secara luas dimanfaatkan untuk mengatasi kerut-kerut kulit pada wajah atau pecahan tubuh lainnya.
3. Meminum obat golongan anticholinergic. Obat ini bekerja untuk memblok sistem saraf simpatis yang salah satu fungsinya bertanggung jawab untuk merangsang kerja dari kelenjar keringat ini. Obat oral ini dilaporkan sanggup pula menurunkan produksi keringat yang dihasilkan. Tetapi sayangnya obat ini terlalu banyak membuat imbas samping yang justru menimbulkan keresahan gres bagi kita ketimbang problem pada dasarnya sendiri. Antara lain, suasana lisan yang berkembang menjadi kering, pandangan mata yang mengabur, terjadinya gangguan pada proses buang air kecil atau besar dan sebagainya.
4. Pilihan lain yang dalam kapasitasnya menjadi alternatif yang boleh dikata paling jarang diminati masyarakat ialah apa yang dikenal orang sebagai endoscopis transthoracic sympathectomy. Teknik ini merupakan suatu metode operasi untuk memotong sebagian saraf simpatis yang bertanggung jawab pada terbentuknya keringat berlebihan pada ketiak. Metode ini juga mengakibatkan timbulnya keringat berlebihan gres pada tempat lain sebagai suatu prosedur kompensasi tubuh. Lokasinya biasanya pada dada atau punggung.
Pada akhirnya, apapun yang menjadi pilihan kita dengan aneka macam pertimbangan untung ruginya segalanya kembali pada kebijakan kita. Semoga informasi sederhana ini sanggup membantu.
* dr. Ossyris Abu Bakar,
Adelaide 2003
Bau tubuh bikin tidak nyaman
Bau tubuh tak sedap memang sering bikin masalah, namun sebetulnya bisa dicegah selama kita rajin menjaga kebersihan tubuh.
Dari mana asal wangi tubuh dan bagaimana mengatasinya?
Menurut Dr. Tjut Nurul Alam Jacoeb, Sp.KK (K), dari Jakarta Skin Center, keringat insan dihasilkan oleh dua kelenjar, yakni kelenjar accrine dan kelenjar apocrine. Kelenjar accrine memproduksi keringat bening dan tidak berbau (sejak bayi), yang biasanya muncul di tangan, punggung, dan dahi. Sedangkan kelenjar apocrine terdapat di tempat-tempat tertentu, terutama di kawasan perakaran rambut, ibarat ketiak, kemaluan, dan di dalam hidung. “Kelenjar apocrine aktif setelah masa pubertas. Pada wanita, setelah menerima haid, sedangkan pada pria setelah suaranya berubah,” lanjut Tjut.
Kelenjar accrine mengeluarkan cairan (keringat) yang banyak mengandung air dan tidak berbau. Cairan ini juga berfungsi menurunkan kondisi tubuh pada waktu tertentu. “Misalnya sehabis berolahraga, tubuh berkeringat untuk beradaptasi dengan suhu sekitarnya,” lanjut Tjut. Sedangkan kelenjar apocrine mengandung asam lemak jenuh dengan cairan lebih kental dan berminyak.
“Sebenarnya, cairan yang dihasilkan kelenjar apocrine hanya berbau lemak, namun lantaran di setiap helai rambut terdapat satu apocrine dan mengandung basil yang berperan dalam proses pembusukan, jadilah wangi tubuh tak sedap. Akan tetapi, terkadang ada orang yang mempunyai kelenjar apocrine lebih besar, sehingga produksinya besar dan pembusukan basil lebih banyak,” tutur Tjut.
FAKTOR GENETIK
- Bau tubuh tak sedap juga bisa lantaran faktor genetik. “Akan tetapi, itu juga tidak menjamin. Yang penting ialah selalu menjaga kebersihan badan.
Kebersihan berawal dari pakaian yang kita kenakan, secara teratur membersihkan tubuh atau mandi 2 kali sehari, serta menjaga masakan yang kita konsumsi,” ujar Tjut.
Rambut ketiak juga berperan memunculkan wangi badan. “Secara medis, rambut ketiak berfungsi memperluas permukaan untuk mengatur penguapan keringat. Di pangkal rambut, terdapat banyak pori-pori yang menjadi muara kelenjar keringat untuk mengalirkan keringat ke ketiak,” terang Tjut seraya menganjurkan orang-orang yang praktis berkeringat dan bekerja di tempat yang panas semoga mencukur rambut ketiaknya. “Pasalnya, rambut ketiak akan menahan ajaran keringat sehingga menjadi lembab. Apalagi kalau kita menggunakan deodoran dan bedak, yang akan tertahan di bulu ketiak,” ujarnya.
Bulu di sekitar kemaluan bisa pula membuat wangi tubuh tak sedap, namun lantaran letaknya jauh dari indera penciuman, wangi yang muncul pun tak terlalu dirasakan. “Selama kita selalu menjaga kebersihan, dijamin wangi tubuh tidak akan muncul. Pasalnya, jikalau keringat yang dihasilkan kelenjar apocrine dihilangkan, basil pun tidak akan melaksanakan proses pembusukan.”
SALURAN GOT LANCAR
- Selain penyebab di atas, kondisi jiwa seseorang, ibarat stres atau emosi, juga memengaruhi kelenjar apocrine bekerja lebih efektif dan produktif, sehingga memperparah wangi badan.
“Yang juga harus diperhatikan ialah materi pakaian yang kita pakai. Sebaiknya pilih baju berbahan katun lantaran menyerap keringat,” saran Tjut.
Faktor lain pemicu wangi tubuh ialah kegemukan. Pada orang gemuk, keringat cenderung terperangkap di antara lipatan-lipatan kulit. “Selama beliau selalu menjaga kebersihan, sebetulnya tak masalah.”
Terkadang, ada juga orang yang mempunyai keringat banyak tapi tidak punya masalah dengan wangi badan. “Hal ini terjadi lantaran kelenjar accrine bekerja menyiram wangi tubuh tak sedap. Ibaratnya jalan masuk got jadi lancar,” terperinci Tjut.
Jika kelenjar apocrine mengeluarkan keringat sedikit tapi kita tidak membersihkannya dan kemudian tercampur bakteri, wangi tubuh pun akan muncul di tubuh kita. Apalagi jikalau kita sering menyantap masakan protein tinggi, ibarat daging kambing (bisa melebarkan pembuluh darah), durian, bawang goreng, merokok, minuman keras dan obat-obatan antibiotik. “Konsumsi antibiotik dikala sakit juga bisa memunculkan masalah wangi badan. Kadang-kadang dokter juga menganjurkan pasien tidak mandi. Tidak masalah sebetulnya, asalkan ketiak tetap dicuci dengan sabun antiseptik,” kata Tjut.
BEDAK SAMPAI OPERASI
Banyak cara dilakukan untuk menyingkirkan atau menyamarkan wangi tubuh tak sedap. Saat ini, tak sedikit produk penghilang wangi tubuh yang dijual di pasaran, mulai deodoran, obat minum, bedak. Selain itu, ada pula suntikan botox dan operasi. Dari sekian banyak, produk dan cara ibarat apa yang paling efektif dan aman?
Bedak
Bedak bisa membantu mengurangi wangi tubuh tak sedap dan menyerap keringat dengan baik. Ketiak pun tidak berair dan kulit terasa nyaman. Selain itu bedak tidak mempunyai imbas samping. “Pilih bedak yang mengandung antiseptik, lantaran bermanfaat membunuh kuman. Akan tetapi, hati-hati terhadap bedak mengandung menthol, lantaran ada jenis kulit yang alergi terhadap menthol, sehingga menimbulkan gatal dan iritasi.”
Deodoran
Deodoran ada banyak jenisnya. Ada yang disemprot, ada pula yang roll on. “Tergantung pembawaannya ke kulit dan kandungan yang ada di dalamnya,” ujar Tjut. Deodoran mempunyai kandungan yang berbeda. Deodoran antiperspiran mengandung senyawa aktif ibarat alumunium chloride dan alumunium hydroxibromyde yang berfungsi mengurangi produksi kelenjar keringat dengan mempersempit pori-pori kulit.
Terkadang, ada pula yang menambahkan parfum pada kandungan deodoran. “Sebaiknya hati-hati. Jika kandungan parfumnya tidak cocok dengan kelenjar produksi pembusukan, malah akan bertambah bau,” terang Tjut. Sementara deodoran antiseptik bisa membunuh basil penyebab wangi badan. Keduanya bisa digunakan, tergantung kecocokan kulit dan tidak membuat kulit jadi tergantung. Jenis antipespiran, selain membunuh basil juga bertugas mengurangi jumlah keringat.
Botox
Botox berfungsi melumpuhkan kelenjar keringat dengan suntikan. Botox sebaiknya dipakai jikalau seseorang sudah sangat terganggu oleh produksi keringat yang berlebih yang menimbulkan wangi tubuh tak sedap. Bisanya, suntikan Botox dilakukan setahun sekali, lantaran imbas suntikan bisa bertahan lama.
Obat Minum
Pemakaian obat minum ini sangat tidak dianjurkan. “Banyak imbas sampingnya, contohnya bibir jadi kering lantaran kandungan propantheline bromida yang ada di obat anti wangi tubuh ini. Biasanya, obat ini untuk mengurangi produksi keringat di seluruh tubuh, padahal yang kita inginkan hanya pecahan ketiak. Jadi, meski efektif, tidak dianjurkan, ” ujar Tjut.
Teknik operasi
Teknik operasi dipakai jikalau produksi keringat berlebih dan mengganggu penampilan. Operasi dilakukan dengan mengerok kelenjar keringat. Banyaknya keringat bisa menimbulkan radang apocrine (hydra adentitis supurativa) dan peradangan polyculitis (radang kelenjar keringat). “Jika terus-terusan terinfeksi, kelenjar apocrine-nya harus dikerok. Teknik ini harus dilakukan hati-hati, lantaran jikalau kelenjar getah bening tersumbat, tangan bisa bengkak,” lanjut Tjut seraya menambahkan bahwa teknik operasi ini jarang dilakukan di Indonesia.
Cara paling kondusif dan ekonomis untuk membuang wangi tubuh sebetulnya praktis dan murah, kok. “Selalu bersihkan ketiak dengan sabun antiseptik setiap kali mandi. Setelah mandi, keringkan dengan handuk, tisu atau lap kering dan bubuhkan bedak antiseptik. Jika bedak sudah hilang, bisa dibubuhkan lagi,” saran Tjut. Sebaiknya hindari menggunakan bedak yang wangi lantaran takut tidak cocok dengan produksi keringat dan malah bertambah bau.
CUKUR ATAU CABUT?
- Menghilangkan bulu ketiak boleh-boleh saja. Caranya, bisa dengan mencabut atau mencukur.
Menurut Tjut, kegunaan keduanya sama, bedanya hanya sifat bulu ketiak pada waktu tumbuh kembali. “Kalau dicukur, tumbuhnya akan lebih tajam, sementara jikalau dicabut, tumbuhnya lebih alami, lebih lembut dan tidak gatal,” ujarnya.
Bagi yang punya banyak bulu ketiak, sebaiknya memang dicukur saja, lantaran tidak menguras tenaga. Akan tetapi, tetap harus diingat bahwa alat yang dipakai untuk mencabut dan mencukur bulu ketiak harus bersih. “Soalnya, di bawah rambut ada akar rambut. Akar rambut ialah tempat nyaman berkumpulnya bakteri, sehingga kalau kita cabut dan terjadi kerusakan minor di akar rambut, bisa menjadikan radang akar rambut yang disebut polikulitis atau bisul yang membesar,” terang Tjut.
Ini bisa terjadi jikalau alat yang dipakai tidak bersih. “Sebelum mencabut atau mencukur, ketiak sebaiknya dicuci hingga higienis dengan sabun antiseptik. Silet untuk mencukur juga dibersihkan dengan alkohol dengan kadar 10 persen,” saran Tjut. Begitu pun jikalau kita menentukan mencabut. “Alat atau kain harus bersih, lantaran jikalau kulit terasa sakit, berarti terjadi peradangan dan bekasnya bisa berwarna hitam yang akan mengganggu penampilan.”
HATI-HATI PEMUTIH BER-MERKURI
Apa lagi yang perlu diketahui semoga bisa bebas dari wangi tubuh secara aman?
1. Jangan terpengaruh iklan produk penghilang wangi tubuh yang sekarang banyak ditayangkan media massa. “Kita harus tahu kandungannya, lantaran materi tersebut bisa tak cocok dan malah memicu alergi. Bisa-bisa, malah memperburuk kesehatan kulit dan bekasnya tidak bisa hilang,” ujar Tjut.
2. Hati-hati terhadap deodoran atau bedak yang mengandung zat pemutih ber-merkuri. Merkuri merupakan racun bagi sel tubuh, bisa mengakibatkan sel menjadi mati dan bisa menyerap ke dalam kulit dan memengaruhi fungsi ginjal.
3. Banyak minum air putih semoga air yang dikandung oleh tubuh jadi lebih baik. Ini akan mengakibatkan keringat lebih encer sehingga tidak bau. Selain air putih, banyak-banyak mengonsumsi buah dan sayur yang mengandung air.
4. Jangan terlalu sering mengonsumsi masakan yang menimbulkan panas di tubuh. Misalnya daging kambing. (Tabloid Nova)
Memilih deodoran yang Aman
Keringat membuat kita serba salah. Cairan yang keluar dari tubuh itu bisa merusak riasan serta menghilangkan wangi parfum.
Di sisi lain, keringat merupakan cara prosedur alami untuk menurunkan suhu tubuh dikala lantaran gerah akhir kondisi lingkungan yang panas, masakan pedas, atau akhir stres.
Yang paling dicemaskan pada dikala berkeringat ialah wangi badan. Sebetulnya, keringat dan wangi tubuh tidak punya kaitan pribadi lantaran keringat tidak berbau sama sekali. Bau tubuh berasal dari basil yang bersembunyi di antara lipatan kulit.
Bagaimana mengatasinya?
Orang bau tanah kita dahulu berusaha menekan keluarnya keringat dan mencegah wangi tubuh dengan mengoleskan kapur sirih atau ramuan lain yang terbuat dari bahan-bahan tradisional. Kini, kepandaian insan dan kecanggihan teknologi telah membuat deodoran.
Deodoran diciptakan dengan suatu materi yang sanggup membatasi pertumbuhan bakteri. Seiring dengan perkembangan teknologi, deodoran tidak lagi hanya mengandung wangi-wangian dan materi antibakteri, tetapi juga mengandung suatu zat aktif yang disebut antiperspirant.
Kandungan tambahan ini bisa menyerap keringat yang berlebihan, sehingga tubuh terasa tetap kering dan nyaman?
Penyebab Kanker?
Karena sanggup mencegah keringat secara berlebihan, antiperspirant dituduh sebagai salah satu pelopor kanker, terutama kanker payudara. Isu yang sekarang banyak beredar menyampaikan bahwa deodoran yang mengandung antiperspirant mengakibatkan pembuangan racun tubuh yang selama ini keluar bersama keringat menjadi terhambat.
Racun tersebut kemudian terakumulasi pada kelenjar getah bening dan lama-kelamaan sanggup menimbulkan kanker.”Benar tidaknya warta tersebut, belum ada data dan penelitian yang membuktikannya,” demikian berdasarkan Dr. Tina Wardhani Wisesa, SpKK.
Antiperspirant memang bekerja dengan cara menyerap keluarnya keringat secara berlebihan, tetapi bukan menghalangi keringat untuk keluar. Kalau dikatakan bahwa antiperspirant menghalangi pengeluaran racun-racun tubuh yang biasanya keluar bersama dengan keringat, toh, setelah kita mandi dan tubuh higienis dari deodoran, keringat tersebut sanggup keluar lagi dengan normal, demikian terperinci Dr. Tina.Yang perlu diperhatikan dalam pemakaian deodoran ialah apakah materi aktif yang dikandungnya membuat iritasi atau tidak.
Sebaiknya segera hentikan pemakaian deodoran yang membuat kulit terasa perih dan menjadi berwarna gelap kehitaman. Jangan ragu untuk mengganti merek deodoran dengan merek yang lain.
Meski belum ada bukti yang niscaya bahwa kandungan antiperspirant deodoran sanggup mengakibatkan kanker, untuk keamanan, pilihlah deodoran yang tidak mengandung pewangi dan pewarna supaya imbas alergi sanggup diminimalkan.
Bulu Ketiak
Hal lain yang bekerjasama dengan pengeluaran keringat ialah bulu-bulu yang tumbuh di ketiak. Banyak perempuan yang mencukur habis bulu ketiaknya dengan alasan estetika. Padahal, fungsi dari bulu ketiak tersebut ialah melindungi kulit dari kotoran dan bakteri.
Masalah akan timbul jikalau pencukuran tidak higienis atau menimbulkan luka dan lecet akhir tergores pisau cukur. Bila kulit yang luka atau lecet tersebut pribadi dioleskan deodoran, akan menimbulkan rasa perih dan tak jarang mengakibatkan iritasi. Bahkan pada beberapa orang sanggup mengakibatkan timbulnya bisul.
Menurut Dr. Tina, hal ini sama sekali tidak berbahaya. Bisul atau luka yang terjadi cukup diobati dengan antibiotik, dan kemudian akan sembuh. Bila cara pencukuran bulu ini diperbaiki, maka masalah tersebut tidak akan timbul lagi.
(idionline/NeT)
Memilih Obat PeDe yang Aktif
Anda pernah — atau tengah — mempunyai masalah dengan wangi badan? Tak usah kecil hati. Problem wangi tubuh alias BB ini ialah masalah yang biasa di kawasan tropis yang obral matahari.
Keringat dan BB bagi sebagian orang merupakan momok yang paling ‘menakutkan’. Betapa tidak? Bayangkan Anda tengah berpresentasi di ruangan tak ber-AC. Serapi apapun pakaian yang anda kenakan, tentu akan ‘rusak’ akhir keringat ini. Konsentrasi anda pun akan terpecah. Akibatnya, presentasi yang anda sampaikan tentu tidak maksimal.
Hal yang sama terjadi pada Ita (bukan nama sebenarnya-red). Walaupun ia mempunyai wajah yang cantik, namun dalam pergaulan sehari-hari ia tampak minder dan kurang pe-de (percaya diri). Ia enggan mengikuti kegiatan-kegiatan yang ada disekolahnya terutama aktivitas yang membutuhkan banyak gerakan.
Karena setiap Ita bergerak, hembusan angin dari badannya menimbulkan wangi yang kurang sedap, apalagi jikalau udara sedang panas. Aroma yang dikeluarkan tubuhnya semakin membuat pusing kepala sehingga jarang sekali teman-teman Ita yang mau berdekatan dengan dirinya.
Masalah keringat dan BB hingga dikala ini masih menjadi masalah bagi penghuni kawasan tropis. Iklim yang panas, semakin memicu keringat keluar lebih banyak.
Sebetulnya, antara keringat dan wangi tubuh ialah dua hal yang tidak identik. Bau tubuh yang tak sedap ini erat kaitannya dengan aktifitas basil di permukaan tubuh, bukan oleh keringat. Prinsipnya, keringat yang keluar melalui pori-pori itu tidak berbau, asal tidak dijahili bakteri.
Namun sial, basil ini sangat suka dengan material organik yang keluar bersamaan cairan dari pori-pori berupa keringat. Cairan ini merupakan sekresi yang dihasilkan kelenjar eccrine. Kelenjar ini sebetulnya ada di hampir seluruh pecahan tubuh. Berbeda dengan pecahan tubuh lainnya yang terbuka, maka cairan keringat di ketiak dan selangkangan tidak praktis menguap. Sialnya, basil sangat menyukai tempat yang lembab dan tersembunyi. Aktifitas basil yang beraksi dengan muatan organik inilah yang mengakibatkan keringat berbau.
Untuk problem Ita, ia sangat tertolong oleh deodorant merek ‘gaul’ yang disodorkan temannya. Wangi classic yang diiklankan produsennya, memang bisa menyamarkan wangi badannya.
Di pasaran, kita mengenal dua jenis penghilang wangi badan. Jenis pertama yang paling banyak dijual dan dicari ialah jenis deodorant. Penghilang BB ini paling banyak dicari orang lantaran mengandung wewangian tertentu. Umumnya wewangian yang disajikan ialah keharuman bunga ibarat Mawar, Melati, Lavender, atau buah-buahan ibarat jeruk. Sedang jenis kedua ialah anti perspirant yang agak jarang dicari orang lantaran tidak seharum deodorant.
Apa yang membedakan keduanya? Selain wewangian tadi, yang membedakan keduanya ialah fungsi masing-masing. Deodorant ialah produk perawatan tubuh yang ditujukan untuk mengharumkan tubuh. Prinsip kerjanya ialah mengontol pertumbuhan basil di permukaan kulit, utamanya ketiak, kawasan tersembunyi yang sering berair oleh keringat. Kandungan parfumnya bisa menyamarkan wangi tubuh yang tak sedap akhir ‘pencemaran’ basil itu, dan menggantinya dengan kesejukan aroma wewangiannya. Produk deodorant tidak ada sangkut pautnya dengan ‘perkeringatan’.
Beda dengan anti-perspirant. Produk sarat ‘ramuan’ kimia ini ditujukan untuk mengontrol pengeluaran keringat dari kelenjar di bawah pori-pori di sekujur tubuh, utamanya ketiak. Area tubuh ini menjadi paling berair — terutama dikala panas terik — lantaran kaya akan kelenjar yang aktif memompa pembuangan cairan tubuh melalui pori-pori. Penggunaan anti perspirant akan membantu kawasan ini untuk mengontrol pengeluaran keringat sehingga ketiak selalu kering dan nyaman. Beberapa senyawanya juga bisa membantu pengontrolan tumbuh kembang basil di kawasan ini.
Itu sebabnya, nama anti perspirant selalu diembel-embeli dengan kata ‘deodorant’, sehingga menjadi ‘deodorant anti-perspirant’. Deodorant jenis ini, mengemban dua fungsi, baik sebagai pengharum maupun mengontrol keringat di ketiak. Produk ini di pasaran tersaji dalam aneka macam merek, contohnya Rexona atau Dove.
Meski begitu, penggunaan deodorant tidak selamanya efektif. ”Karena masih ada mereka sudah menggunakan deodorant tapi keringatnya masih bau,” ujar Dr.Lili Soepardiman SpKK, Spesialis Penyakit Kulit dan Kelamin, Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM). Hal ini, katanya, disebabkan beberapa faktor; mungkin lantaran deodorant yang dipakai tidak tahan usang atau juga lantaran si pengguna sedang stres sehingga produksi keringatnya lebih banyak.
Saat ini, deodorant yang dipasarkan umumnya mengandung tiga zat kimia sekaligus. Selain anti-perspirant, kata Lili, deodorant umumnya mengandung zat antiseptik untuk membunuh basil yang mengakibatkan wangi badan. Zat lain ialah garam Alluminium (biasanya tidak lebih dari 20 persen) yang berfungsi menciutkan pori-pori yang terlalu besar. ”Pori-pori besar seringkali mengakibatkan keringat lebih banyak keluar,” ujarnya.
Umumnya, penggunaan deodorant ini tak berdampak. ”Tergantung pemakainya, sih, apakah ia alergi terhadap salah satu zat yang ada dalam deodorant atau tidak,” ungkapnya yang juga dosen di Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI). ”Jadi sebaiknya konsumen juga selektif menentukan produk deodorant mana yang sesuai dan cocok untuk dirinya.”
Saat ini, tambah Dr.Lili, ada tiga macam bentuk deodorant yang sanggup dijumpai dan sudah dikenal di pasaran, yaitu spray (semprotan), bunuk, stick, dan yang terbaru dengan bentuk sabun cair atau gel.
Untuk deodorant yang berbentuk spray, Dr. Lili menyarankan dalam pemakaian sebaiknya tidak terlalu akrab kulit lantaran hal tersebut sanggup mengakibatkan gangguan pada kulit ibarat Iritasi berupa kulit menjadi merah dan gatal. ”Ini kan menjadi masalah tambahan, inginnya wangi tubuh hilang, malah ketiaknya menjadi lecet,” paparnya.
Sedangkan bentuk stick, biasanya meninggalkan bekas lengket sehingga sanggup membuat noda pada lengan pakaian. Diakui Dr.Lili produk deodorant yang paling efektif ialah yang berbentuk bubuk lantaran tidak banyak menimbulkan imbas samping pada kulit kecuali hanya bekas putih di ketiak.
Dr. Lili beropini ada baiknya bagi mereka yang mempunyai masalah wangi tubuh untuk lebih menjaga kebersihan tubuh, dengan mandi minimal dua kali sehari, tidak terlalu banyak memakan masakan yang menimbulkan keringat (makanan pedas umpamanya), dan juga masakan yang berbau lantaran semua itu bisa menjadi faktor pemicu timbulnya wangi badan. tri/mg03
Ramuan jeruk& sirih Penghilang wangi badan
Ramuan Pertama:
1 buah jeruk limau yang agak besar
3 sendok makan kapur sirih
1 sendok teh bubuk merica
1 sendok teh bubuk kapur barus
Campurkan semua materi tersebut kemudian oleskan pada ketiak. Ramuan ini berfungsi mengusir wangi tubuh sekaligus sebagai antikeringat.
Ramuan Kedua:
Ambil 4-6 lembar daun sirih (Piper beetle L.). Rebus dengan dua gelas air. Air rebusannya diminum setiap pagi. Boleh ditambahkan sedikit gula.
Ramuan Ketiga:
Sepotong tawas dihancurkan, kemudian dicampur dengan 1 sendok makan sari buah jeruk kasturi (Citrus microcarpa bunge) atau lebih dikenal dengan nama jeruk limau. Oleskan pada ketiak setiap usai mandi.
Ramuan Keempat:
Segenggam daun beluntas direbus dengan tiga gelas air, hingga airnya tersisa 1,5 gelas. Minumlah selagi masih hangat. Boleh ditambah sedikit gula. Daun beluntas muda bisa juga dimakan sebagai lalapan. Daun beluntas sanggup membasmi koloni basil Floranormal anaerob (yang tak terserap) pada lipatan tubuh.
Ramuan Kelima:
Air perasan segenggam daun sirih dicampur dengan sari jeruk kasturi atau jeruk limau. Gunakan sebagai deodoran. Caranya, gosokkan ke pecahan ketiak seusai mandi dan sebelum tidur.
Ramuan Keenam:
Beberapa lembar daun jeruk purut diiris kecil-kecil, kemudian dibubuhi kecap atau dicampur sambal, disantap sebagai lalapan. Kandungan minyak asiri (limonena) dalam daun jeruk purut (Citrus hystrix) akan memperbaiki metabolisme lemak, sehingga tidak perjadi peroksida lemak yang menurunkan senyawa-senyawa yang menimbulkan wangi tak sedap.
Ramuan Ketujuh:
Ambil dua jari kunyit, kupas, kemudian basuh bersih. Parut kunyit, kemudian saring. Campur dengan 2/3 gelas air panas yang sudah dibubuhi gula aren sebesar ibu jari tangan. Aduk hingga rata. Biarkan sebentar, hingga kunyit mengendap di dasar gelas. Minum setiap menjelang tidur malam.
Ramuan Kedelapan:
Siapkan daun kenanga sebanyak dua genggam tangan dan temu giring yang sudah dikelupas sebanyak satu genggam. Kedua materi tersebut ditumbuk halus, dibentuk tablet sebesar kelereng kecil atau kapsul. Keringkan dengan cara dijemur pada terik matahari kemudian disimpan dalam toples yang kering. Minum setiap habis makan pagi dan malam sebanyak satu tablet.
Catatan:
Sebelum menjalankan cara-cara di atas, ada baiknya perhatikan dahulu kebutuhannya, apakah tubuh Anda sensitif terhadap bahan-bahan tertentu. Konsultasi dengan jago kosmetika atau tenaga medis sangat dianjurkan. @ Suharso Rahman
Bau tubuh selintas merupakan masalah kecil. Namun, gangguan ini bisa berakibat fatal dalam pergaulan, bahkan juga karier. Manfaatkan jeruk, daun sirih, atau beluntas untuk menanggulanginya.
Orang yang bermasalah dengan wangi tubuh (BB) tidak selalu jorok atau malas mandi. Kenyataannya memang ada orang dengan produksi kelenjar keringat berlebih sehingga tubuhnya selalu mengeluarkan wangi kurang sedap.
Tak ada salahnya mencoba mengatasi BB dengan cara-cara alami. Ahli tumbuhan obat, Ir. Wahyu Soeprapto dari Balai Materia Medica, Malang, menyampaikan ramuan alami selain minim imbas samping juga sanggup menjadi salah satu alternatif menyiasati makin tingginya harga produk industri ibarat deodoran, bedak antikeringat, maupun obat minum.