Tips Obat Alami Bagi Usia Lanjut

Pendahuluan

Kelompok umur usia lanjut (usila) semakin tinggi dari tahun ke tahun sebagai hasil dari semakin baiknya tingkat kesehatan di Indonesia. Kelompok ini pada umumnya merupakan kelompok yang kurang produktif, ditambah lagi dengan kondisi kesehatan yang mulai menurun seiring dengan meningkatnya usia mereka. Degenerasi dari organ tubuh mengakibatkan sebagian usila menderita penyakit degeneratif ibarat diabetes mellitus (kencing manis), penyakit jantung koroner, rematik, dll.

Perhatian Departemen Kesehatan terhadap keberadaan mereka diwujudkan dalam bentuk acara usila di Puskesmas yang berupaya untuk melaksanakan pemeliharaan kesehatan dan pengobatan penyakit pada kelompok ini. Program pelayanan kesehatan di puskesmas pada dikala yang kemudian lebih difokuskan pada pemanfaatan obat-obatan yang telah tersedia, yaitu obat moderen yang terbuat dari materi kimia berguna obat. Dengan adanya acara penggalakan pemanfaatan TOGA (taman obat keluarga), pemikiran untuk pemanfaatan obat tradisional dengan memakai materi berasal dari TOGA sangatlah tepat. Dengan telah dibentuknya posyandu usila di bawah binaan puskesmas maka obat tradisional berasal dari TOGA sanggup diajarkan kepada usila untuk dimanfaatkan dalam upaya pengobatan sendiri oleh kelompok usila. Cara-cara sederhana ini telah dicoba diterapkan pada posyandu usila di beberapa puskesmas Jawa Timur dan Jawa Tengah pada 2000–2001 dan menerima respons yang baik dari petugas kesehatan maupun kelompok usila.

Kegiatan tersebut merupakan cuilan dari suatu acara yang berisi kegiatan upaya pemberdayaan masyarakat melalui posyandu usila dengan menunjukkan pelengkap ketrampilan dan pengetahuan praktis, antara lain cara pembuatan ramuan obat tradisional sederhana, senam usila, pijat refleksi, dan rehabilitasi medis. Pelatihan diberikan secara berjenjang, dimulai dari tenaga kesehatan puskesmas yang selanjutnya akan melatih kader posyandu usila, kemudian mempraktikkan pribadi bersama penerima posyandu. Tulisan ini memberikan ihwal pengetahuan dan ketrampilan meramu obat tradisional sederhana yang diajarkan dan dilatihkan pada petugas kesehatan. Evaluasi mengenai upaya tersebut sedang dilakukan untuk memperoleh masukkan demi perbaikan acara posyandu usila .

Manfaat TOGA bagi Kelompok Usila

Pemanfaatan TOGA bagi kelompok usila tidaklah sekadar untuk pengobatan. Pembudidayaan tumbuhan berguna obat merupakan suatu proses tersendiri yang sanggup dimanfaatkan dalam rangka mendukung upaya pemeliharaan kesehatan kelompok usila. TOGA dan obat tradisional sanggup dimanfaatkan oleh usila dari aneka macam segi, yaitu:

  • Latihan fisik dan kesehatan mentalPemeliharaan TOGA oleh para usila akan menunjukkan acara tersendiri yang akan membantu menghilangkan kejenuhan alasannya yaitu sudah tidak banyak acara yang sanggup dilakukan. Dengan melaksanakan penyiraman tanaman, penyiangan, pemotongan daun-daun kering, serta memetik buah dan bunga yang sudah waktunya dipanen, akan menunjukkan kegembiraan tersendiri. Apalagi jikalau hasil kerja mereka kemudian sanggup dimanfaatkan baik untuk kebutuhan sendiri, anggota keluarga, tetangga, maupun kerabat akrab mereka yang akan menunjukkan motivasi semoga mereka sanggup terus berkarya. Hasil kerja yang dihargai akan meningkatkan semangat hidup dan lebih menggairahkan acara sehari-hari mereka.
    Pekerjaan berkebun yang ringan akan menunjukkan latihan otot dan sendi, namun jikalau dilakukan secara berlebihan akan menunjukkan beban pada otot dan sendi yang sanggup mengakibatkan keluhan/gangguan kesehatan. Dengan keterbatasan kondisi usila di mana otot sudah tidak sekuat tenaga muda, persendian sudah sering terjangkit nyeri, jantung yang sudah tidak sesehat pada waktu berusia tiga puluhan, akan menunjukkan mereka beberapa keterbatasan. Oleh alasannya yaitu itu, dalam melaksanakan kegiatan berkebun harus diadaptasi dengan kemampuan fisik usila. Mencangkul merupakan pekerjaan yang berat. Mengangkat air berember-ember untuk menyiram tumbuhan juga akan menguras tenaga mereka. Pilihan pekerjaan dalam proses pemeliharaan TOGA harus menjadi perhatian khusus. Di samping itu, alat bantu yang sanggup meringankan pekerjaan serta menunjukkan sumbangan terhadap kemungkinan terjadi kecelakaan perlu dipikirkan. Misalnya berbagi jalan setapak yang terbuat dari kerikil bata semoga tidak licin, menyiapkan selang air yang cukup panjang untuk memudahkan penyiraman. Pengawasan dari anggota keluarga lain tetap diharapkan untuk menghindari kecelakaan yang tidak diharapkan.

  • Peningkatan ekonomiUsia lanjut bukan berarti sudah tidak produktif lagi dari sisi ekonomi. Bagi usila yang masih bisa secara fisik dan mental, sanggup memanfaatkan TOGA sebagai salah satu lahan bisnis, yaitu dengan cara menjual hasil kebun dalam bentuk daun (misalnya daun apokat, pecut kuda, katu), rimpang (misalkan kencur, jahe, temulawak), menciptakan jamu gendong untuk diperdagangkan, dan menjual bibit tumbuhan berguna obat. Dengan cara produktif tersebut, usila masih tetap menghasilkan dan membantu ekonomi keluarga.

  • Pemeliharaan kesehatanHasil panen kebun TOGA sanggup dimanfaatkan untuk menciptakan jamu sebagai pemeliharaan kesehatan. Jamu beras kencur yang dibuat dari materi utama kencur dan beras sanggup dibuat sendiri oleh usila untuk menghilangkan pegal pada otot dan sendi, di samping meningkatkan nafsu makan. Rebusan temulawak sanggup dibuat untuk memperbaiki pencernaan yang pada usila sering mengalami gangguan. Dengan memanfaatkan hasil kebun sendiri, akan meningkatakn semangat dalam memelihara TOGA.

  • PengobatanKarena kondisi fisik yang sudah menurun mengakibatkan kelompok usila sering terjangkit beberapa penyakit, mulai dari penyakit abses ringan ibarat batuk, pilek, hingga penyakit yang terkait dengan usia lanjut mereka ibarat penyakit rematik, jantung, dll. Beberapa penyakit ringan sanggup diobati sendiri dengan memakai obat tradisional yang diramu dari tumbuhan obat. Usila yang banyak menderita nyeri sendi dan otot sanggup memanfaatkan obat tradisional sebagai pengganti obat moderen. Untuk beberapa penyakit yang memerlukan pengawasan tenaga medis, perlu konsultasi terlebih dahulu dengan dokter yang merawat. Penggunaan sendiri obat tradisional untuk penyakit tertentu ibarat hipertensi dan diabetes mellitus memerlukan pertimbangan khusus dan pengawasan dari dokter atau perawat. Sebaiknya penggunaan sendiri obat tradisional untuk penyakit tertentu, hanya terbatas pada kondisi yang ringan atau hanya sebagai obat penunjang. Kontrol rutin kepada dokter harus tetap dilakukan meskipun kondisi kesehatannya dirasakan sudah membaik, alasannya yaitu keluhan yang dirasakan tidak selalu sama dengan keadaan penyakit.



  • Pembuatan Ramuan Obat Tradisional

    Untuk menciptakan obat tradisional berupa ramuan yang dibuat sendiri, sanggup dilakukan cara sederhana dengan mengikuti petunjuk pembuatan ramuan. Telah diajarkan cara tersebut dan ternyata sanggup dipraktikkan dengan mudah, alasannya yaitu materi yang digunakan gampang didapat serta pembuatan yang sederhana. Pengajaran pertama diberikan kepada petugas kesehatan berupa teori singkat dan praktik pembuatan ramuan memakai bahan-tanaman obat setempat dan peralatan dapur yang ada. Pengetahuan yang diberikan antara lain tentang:

  • Bahan bakuDibutuhkan pengetahuan ihwal pengenalan tumbuhan berguna obat. Bahan baku yang digunakan yaitu cuilan tumbuhan atau seluruh tumbuhan yang masih segar dan dicuci dahulu sebelum digunakan. Pilih tumbuhan atau cuilan tumbuhan yang tumbuh subur, dalam keadaan utuh tidak dimakan serangga atau ulat dan tidak bau atau layu. Bahan segar yang sanggup disimpan yaitu kunyit, temuwak, kencur, buah jeruk nipis, kencur, dll. Bila memakai materi yang sudah kering, pilih yang belum bercendawan dan dimakan serangga. Sebelum digunakan dicuci dahulu.

  • AirGunakan air higienis untuk mencuci materi yang akan digunakan dan untuk menciptakan ramuan. Pembuatan obat tradisional yang tidak membutuhkan pendidihan atau dimasak harus memakai air masak.

  • PeralatanDapat digunakan peralatan memasak yang ada di dapur ibarat pisau, talenan, panci, parut, dll. Peralatan dicuci higienis terlebih dahulu sebelum digunakan dan sehabis digunakan sehingga tidak tercampur dengan materi masakan, khususnya yang berasal dari hewan. Untuk merebus, sanggup digunakan panci yang dilapisi email atau memakai kuali/periuk dari tanah liat. Jangan memakai panci yang terbuat dari kuningan atau besi untuk menghindarkan timbulnya endapan, konsentrasi larutan yang rendah, timbulnya racun, atau imbas samping lain akhir terjadinya reaksi kimia dengan materi obat. Khusus untuk merebus jamu yang menunjukkan rasa pahit, sebaiknya digunakan panci khusus.

  • MeramuSebelum meramu, basuh tangan hingga bersih, siapkan bahan, dan letakkan pada wadah yang bersih. Pastikan bahwa telah diketahui resep ramuan yang akan dibuat (bila perlu melihat catatan).

  • Bobot dan takaranUntuk mengukur bobot/takaran sanggup digunakan peralatan yang ada di rumah tangga, contohnya gelas, cangkir, sendok, jari, helai, dll. Bobot dan dosis sesuaikan dengan resep yang telah diketahui.

  • Cara merebus ramuanUntuk merebus bahan/ramuan segar maupun kering, perlu diperhatikan hal berikut:
  • Bahan yang terlalu tebal ibarat rimpang, batang dipotong-potong tipis terlebih dahulu.

  • Masukkan materi ke dalam wadah dan masukkan air hingga materi terendam (sesuai takaran) dan nyalakan api. Api sanggup kecil atau besar sesuai kebutuhan. Obat yang bersifat tonik biasanya direbus dengan api kecil sehingga materi aktif sanggup secara lengkap dikeluarkan ke dalam air rebusan. Obat yang bersifat mengeluarkan keringat, contohnya ramuan untuk influensa, gunakan api besar sehingga sanggup mendidih dengan cepat. Dengan cara tersebut, penguapan dari materi aktif yang gampang menguap sanggup dicegah.

  • Bila tidak ada ketetuan lain maka perebusan dianggap selesai jikalau air rebusan tersisa setengah dari jumlah air semula.

  • Jika ramuan terdiri dari banyak materi yang keras ibarat batang, biji, maka perebusan dianggap selesai jikalau air tersisa sepertiganya



  • PenggunaanPastikan bahwa telah diketahui cara penggunaan ramuan. Obat tradisional ada yang digunakan dengan cara diminum atau merupakan obat luar. Penggunaan obat tradisional selama tiga hingga empat hari dan belum ada gejala penyembuhan atau perbaikan keluhan, segera dibawa ke daerah pelayanan pengobatan terdekat. Bila keluhan semakin memburuk, segera dibawa ke daerah pelayanan pengobatan terdekat tanpa menunggu atau mencoba-coba ramuan lainnya lagi.

  • Aturan minum dan jangka waktu pemakaianIkuti petunjuk atau hukum minum yang sudah diketahui atau diajarkan. Dosis perlu diperhatikan dan ditaati semoga pengobatan mencapai hasil yang diharapkan. Obat biasanya diminum sebelum makan, kecuali jikalau ramuan tersebut merangsang lambung. Obat yang bersifat menenangkan dan mengakibatkan kantuk sebaiknya diminum menjelang tidur malam. Obat tradisional yang digunakan bahu-membahu obat moderen sebaiknya diberi jangka waktu minum, yaitu selisih sekitar 2 jam untuk kedua jenis obat ini.
    Sebaiknya, ramuan segera diminum dalam keadaan segar. Untuk ramuan yang tidak dididihkan atau direbus, gunakan segera dalam waktu 12 jam. Sedangkan ramuan yang direbus sanggup digunakan dalam jangka waktu 24 jam



  • Beberapa Obat Tradisional yang Tepat

    Penggunaan obat tradisional dalam pengobatan untuk usila sanggup ditujukan sebagai obat pengganti/alternatif obat moderen, atau sebagai obat penunjang untuk lebih meningkatkan efektivitas pengobatan. Obat tardisional sanggup diberikan sebagai obat bebas ibarat yang digunakan untuk influensa, batuk, obat linu/nyeri, untuk meningkatkan nafsu makan, dll. Beberapa obat tradisional hanya diberikan atas petunjuk tenaga kesehatan, contohnya obat hipertensi dan diabetes melitus. Beberapa penyakit berikut banyak dijumpai pada usila dan diberikan referensi obat tradisional yang sanggup digunakan dan telah dipraktikkan di posyandu usila.

  • Penyakit nyeri sendi, tulang, dan otot Penyakit nyeri sendi dan otot banyak diderita orang berusia lanjut. Obat tardisional sanggup dimanfaatkan sebagai obat pengganti atau sebagai obat penunjang dari obat moderen. Penggunaannya pada umumnya cukup aman, tetapi penggunaan oleh penderita gastritis kadangkala mengakibatkan keluhan nyeri lambung pada obat tradisional yang mengandung jahe sebagai materi penyusunnya.
    Ramuan luar

    Bahan:

  • Daun gandarusa segar 25 lembar

  • Kapur sirih 1 sendok teh

  • Air secukupnya



  • Cara pembuatan & pemakaian:
    Daun gandarusa ditumbuk halus, campurkan kapur sirih beserta air secukupnya sehingga menjadi adonan. Campuran berupa campuran dilumurkan pada cuilan tubuh yang sakit 2 x sehari.

    Catatan:
    beberapa materi lain yang sanggup digunakan sebagai ramuan luar yaitu tumbukan jahe, tumbukkan beras, dan kencur.

    Ramuan minum 1

    Bahan:
    Puyang 1 ibu jari
    temulawak 2 ibu jari
    Gula merah secukupnya
    Air 2 gelas

    Cara pembuatan dan pemakaian:
    Puyang dan temulawak dicuci bersih, kupas, dan iris tipis-tipis. Kedua materi ditambah gula merah dan air direbus hingga diperoleh 1 gelas ramuan.
    Diminum 2 kali _ gelas sehari , pagi dan malam sebelum tidur.

    Ramuan minum 2

    Bahan:
    Kencur 10 biji
    Jahe 2 jari tangan
    Kayu cantik 1 jari tangan
    Cengkeh (bunga) 10 biji
    Air 3 gelas

    Cara pembuatan & pemakaian:
    Semua materi dicuci bersih. Kencur dan jahe diiris tipis-tipis dan kemudian campurkan dengan materi yang lain dan direbus. Air rebusan sisakan hingga menjadi 1 _ gelas .
    Diminum 3 x _ gelas , sanggup ditambahkan madu atau gula batu

    Catatan:
    Pada penderita yang diketahui memiliki asam urat tinggi sanggup ditambahkan daun salam sebanyak 5 lembar.

  • Diabetes mellitus (kencing manis)Penyakit diabetes mellitus (DM) membutuhkan pengelolaan yang banyak melibatkan penderita. Latihan fisik dan diet teratur serta bebas gula merupakan hal pokok yang harus dilakukan oleh penderita diabetes melitus. Obat tradisional sanggup dimanfaatkan pada penderita DM yang tergolong ringan atau sebagai obat penunjang obat moderen pada perkara DM yang sulit turun dengan obat moderen, atau sebagai obat pengganti obat moderen alasannya yaitu adanya imbas samping. Penggunaan obat tradisional harus dengan pengawasan tenaga kesehatan melalui konsultasi, investigasi fisik, maupun investigasi laboratoris.
    Ramuan 1

    Bahan:
    Daun salam 10 lembar
    Daun sambiloto 1 genggam
    Air 2 gelas
    Cara pembuatan & pemakaian:
    Campur seluruh materi dan rebus hingga tersisa 1 gelas. Ramuan diminum pagi dan sore masing-masing _ gelas.

    Ramuan 2

    Bahan:
    Biji lamtoro atau petai cina yang sudah bau tanah 3 genggam

    Cara pembuatan:
    Disangrai atau digoreng tanpa minyak. Setelah kering kemudian digiling halus. Simpan dalam toples.

    Cara pemakaian:
    Ambil satu sendok teh serbuk, rendam dalam air panas setengah cangkir. Biarkan selama 2-3 jam. Saring dan diminum _ jam sebelum makan. Lakukan 2 - 3 kali sehari

    Catatan:
    sanggup digunakan materi lain dengan cara yang sama yaitu biji mahoni dengan cara pemakaian, _ sendok the serbuk biji mahoni diseduh dengan sepertiga cangkir air panas. Diamkan selama beberapa jam, saring dan diminum _ jam sebelum makan. Lakukan 2-3 kali sehari.

  • Hipertensi (Tekanan darah tinggi)Penderita hipertensi seringkali harus minum obat seumur hidup. Kejenuhan terhadap obat moderen seringkali mengalihkan penderita hipertensi untuk memakai obat tradisional. Penggunaan obat tradisional untuk hipertensi perlu pengawasan dari tenaga kesehatan. Kontrol rutin untuk mengetahui tekanan darah dan keadaan fisik yang lain perlu ditekankan pada penderita hipertensi yang memakai obat tradisional semoga tidak terjadi hal yang tidak diinginkan.
    Ramuan minum 1

    Bahan:
    Buah mengkudu/pace sebanyak 1 buah ukuran sedang yang sudah cukup bau tanah (masak).

    Cara pembuatan & penggunaan:
    Cuci higienis dan diiris-iris atau diparut, kemudian peras airnya. Air perasan diminum sekaligus. Diminum 2-3 x sehari

    Catatan:
    ramuan diatas sanggup dikombinasi dengan daun kumis kucing sebanyak 15 – 20 lembar dengan cara direbus.

    Ramuan minum 2

    Bahan:
    Daun apokat segar 5 - 7 lembar.

    Cara pembuatan & penggunaan:
    Cuci bersih, tambahkan air 2 gelas kemudian rebus hingga diperoleh 1 gelas larutan. Minum sekaligus atau dibagi menjadi 2 kali minum pagi dan sore.

    Tanaman lain yang sanggup dimanfaatkan untuk menurunkan tekanan darah tinggi :

  • Daun seledri (15 batang direbus, diminum airnya dibagi untuk 2 kali minum sehari atau dimakan dengan seluruh daunnya).

  • Buah belimbing masak (dimakan 3-6 buah sehari).

  • Buah belimbing wuluh (3 buah direbus dan diambil airnya, diminum sehabis makan pagi).

  • Umbi bawang putih (2 siung dikunyah dan ditelan dan minum air matang 1 cangkir, lakukan 3 x sehari).

  • Mentimun (dimakan atau diambil airnya, 2-3 x 2 buah sehari).



  • Batuk dan batuk asmaBatuk pilek sanggup diobati dengan obat tradisional ibarat referensi di bawah ini.
    Ramuan minum

    Bahan:
    Bunga belimbing wuluh 1 genggam
    bawang merah 1 siung
    Biji pala _ biji
    Gula batu& 1 sendok makan
    Air matang _ gelas

    Cara pembuatan:
    Seluruh materi dicuci, bawang merah diiris menjadi empat, buah pala ditumbuk.
    Seluruh materi dimasukkan dalam mangkok, kemudian dikukus. Setelah dikukus, materi tersebut diperas saring campur dengan air matang .

    Cara pemakaian:
    Diminum pagi dan malam masing-masing satu ramuan.
    Sedangkan batuk yang disertai dengan asma (napas berbunyi), apabila masih ringan sanggup dicoba diobati dengan ramuan berikut ini. Bila sesak semakin andal atau tidak ada perkembangan membaik sehabis diobati selama 3 hari, maka penderita asma harus segera berobat ke tenaga kesehatan.

    Bahan:
    Patikan kebo 7 pohon
    Pegagan 1 genggam
    Kencur 3 jari
    Gula kerikil secukupnya
    Air matang 1 cangkir

    Cara pembuatan & pemakaian:
    Seluruh materi dicuci bersih, tambah sedikit air matang kemudian ditumbuk. Tambahkan sisa air kemudian disaring. Bagian bening ditambah dengan gula batu. Minum seluruh ramuan. Diulang setiap hari hingga sembuh.

  • Gangguan akses pencernaanGangguan pencernaan makanan sering diderita oleh usila. Sulit buang air besar/sembelit, perut kembung, sakit mag, dan perut mulas tanpa diare merupakan jenis gangguan yang sering ditemui pada usia lanjut. Ramuan berikut ini sanggup dicoba untuk digunakan.
    a. Perut mulas (tanpa diare)

    Ramuan minum

    Bahan:
    - Gula pasir _ sendok makan
    - Minyak kayu putih

    Cara pembuatan & pemakaian:
    Gula pasir ditetesi minyak kayu putih, campur. Dimakan, disertai minum teh manis.

    b. Maag

    Keluhan:
    nyeri lambung/ nyeri ulu hati, kembung, mual.

    Ramuan minum

    Bahan:
    Temulawak 2 jari tangan
    Pisang klutuk 1 buah
    Air 3 gelas

    Cara pembuatan & pemakaian:
    Pisang klutuk muda diiris tipis-tipis dan dijemur (dapat disimpan untuk sewaktu-waktu dibutuhkan). Temulawak diiris dan dicampur pisang klutuk, tambahkan air, dan direbus hingga tersisa 1 _ gelas. Diminum 3 kali _ gelas sebelum makan.

    c. Sembelit

    Selain minum obat tradisional di bawah ini, juga harus disertai diet tinggi serat dan banyak minum air.

    Ramuan minum

    Bahan:
    Daun saga 1 genggam
    Temulawak 1 jari
    Asam kawak 3 biji
    Air 2 gelas

    Cara pembuatan & pemakaian:
    Seluruh materi dicampur dan direbus hingga tersisa 1 gelas. Minum seluruh ramuan pada pagi hari sebelum makan.

    d. Perut kembung

    Ramuan minum

    Bahan:
    Biji kedawung secukupnya.

    Cara pembuatan & pemakaian:
    Biji kedawung disangrai. Buang kulit luarnya, isinya ditumbuk hingga halus. Campur 2 sendok serbuk dengan air dan diminum 2 kali sehari.

    Ramuan 2

    Bahan :
    Daun sembukan 25 lembar
    Cara pembuatan & pemakaian:
    Daun dimasak, dimakan sebagai sayur

  • Kesehatan Gigi dan Muluta. Sakit gigi
    Obat tradisional untuk sakit gigi merupakan pertolongan pertama menghilangkan nyeri pada gigi berlubang. Selanjutnya, gigi harus diperiksakan kepada dokter gigi untuk menerima penanganan lebih lanjut.

    Ramuan luar 1

    Bahan:
    Cengkeh (bunga) beberapa biji

    Cara pembuatan & pemakaian:
    Cengkeh disangrai, jangan hingga hangus, haluskan. Bubuk cengkeh dimasukkan ke dalam lubang gigi. Tutup dengan kapas. Atau, kapas dibasahi dengan minyak cengkeh (membeli), kemudian masukkan ke dalam gigi berlubang.

    Ramuan luar 2 (obat kumur)

    Bahan:
    Daun sirih2 lembar
    Garam_ sendok teh

    Cara pembuatan & pemakaian:
    Daun sirih diremas, kemudian diseduh dengan air panas 1 gelas tambahkan garam. Aduk hingga garam larut dan diamkan hingga dingin. Dipakai untuk berkumur.

    b. Sariawan

    Ramuan minum

    Bahan:
    Daun poko10 - 20 lembar
    Kayu legi 1 potong sepanjang 10 cm
    Daun saga segar_ genggam
    Daun sirih 3 lembar
    Air2 gelas

    Cara pembuatan & pemakaian:
    Seluruh materi direbus, didihkan hingga tinggal 1,5 gelas
    Minum ramuan bertahap hingga habis dalam satu hari.

  • Menopause Ramuan untuk perempuan yang sudah mengalami menopause ini bermanfaat untuk menghilangkan keluhan yang sering timbul berupa rasa penat di tubuh dan akan memperbaiki pencernaan dan nafsu makan serta semoga sanggup tidur nyenyak.
    Ramuan

    Bahan:
    Temulawak1 jari
    Jahe1 jari
    Biji pala _ buah
    Biji ketumbar 1/2 sendok teh
    Daun lampes10 lembar
    Air 2 gelas

    Cara pembuatan & pemakaian
    Rebus seluruh materi hingga tersisa 1 gelas air. Dapat diberi gula kerikil secukupnya. Minum 1 ramuan setiap hari

  • Gangguan Tidur Gangguan tidur sanggup memakai ramuan sebagai berikut:
    Ramuan

    Bahan:
    Temulawak1 jari
    Kencur 1 jari
    Biji pala _ buah
    Air 2 gelas

    Cara pembuatan & pemakaian:
    Rebus seluruh materi hingga tersisa 1 gelas air. Dapat diberi gula kerikil secukupnya. Minum 1 ramuan setiap hari malam hari sebelum tidur

  • Pemeliharaan kesejukan tubuh Pada usia lanjut telah terjadi penurunan fungsi dari organ tubuh, sehingga seringkali gampang merasa lelah. Jamu di bawah ini sangat sempurna untuk diminum alasannya yaitu khasiatnya yang baik untuk menjaga kesejukan jasmani pada usila.
    a. Beras kencur

    Beras kencur sanggup meningkatkan nafsu makan, menghilangkan pegal dan penat seluruh tubuh.

    Bahan:
    - Beras 3 sendok makan
    - Asam kawak sebesar 3 butir kelereng
    - Kencur 8 jari
    - Gula jawa secukupnya sesuai selera
    - Kapulogo 2 biji
    - Garam secukupnya
    - Jahe 2 ibu jari
    - Air5 gelas belimbing
    - Buah jeruk nipis1 buah

    Cara pembuatan & pemakaian
    Masukkan air ke dalam panci bersama gula jawa dan asam kawak, kemudian direbus hingga mendidih sambil diaduk semoga seluruh materi larut. Setelah mendidih angkat, tambahkan sedikit garam dan biarkan dingin. Beras direndam dengan air matang. Jahe, kencur dicuci bersih, kupas dan basuh sekali lagi. Seluruh materi dicuci dengan air panas kemudian tiriskan dan ditumbuk/diblender. Bahan yang sudah halus diperas dan pribadi dicampurkan ke dalam larutan gula asam sambil diaduk. Terakhir tambahkan air buah jeruk nipis secukupnya. Diminum 1 - 2 gelas sehari.

    b. Cabe puyang

    Menghilangkan pegal dan linu di tubuh

    Bahan:
    - Cabe jawa kering8-10 biji
    - Gula jawa secukupnya sesuai selera
    - Puyang4 ibu jari
    - Garam secukupnya
    - Kencur4 jari
    - Asam kawak3 biji kelereng
    - Kunir_ ibu jari
    - Air 5 gelas belimbing
    - Beras (sebelumnya direndam air matang)3 sendok makan

    Cara pembuata & pemakaian:
    Masukkan air ke dalam panci bersama gula jawa dan asam kawak, kemudian direbus hingga mendidih sambil diaduk semoga seluruh materi larut. Setelah mendidih angkat, tambahkan sedikit garam, dan biarkan dingin. Puyang, kunir, kencur basuh higienis kupas, dan basuh sekali lagi. Seluruh materi dicuci dengan air panas kemudian tiriskan dan ditumbuk/diblender.Bahan yang sudah halus diperas, dan pribadi dicampurkan kedalam larutan gula asam sambil diaduk. Minum : 1 - 2 gelas sehari

  • Perawatan perorangan
    Meskipun telah lanjut usia, mereka harus tampil segar dan terawat. Kesan ini akan membangkitkan gairah hidup dan rasa percaya diri. Dibutuhkan perawatan tubuh untuk menjaga kesehatan kulit, rambut, dan menghilangkan bau tubuh guna meningkatkan penampilan. Perawatan diri sanggup dilakukan dengan mandi sauna 1 kali sebulan untuk menyegarkan tubuh dan menghilangkan bau badan. Di samping itu, perawatan rambut seminggu 2 kali sangat baik untuk mencegah kerontokan dan menjaga kesehatan rambut dengan memakai tumbuhan obat.
    a. Mandi sauna
    Untuk mandi sauna sanggup digunakan bahan-bahan sebagai berikut: daun beluntas secukupnya, bunga mawar atau melati secukupnya, dan minyak kayu putih 3 - 4 tetes. Dimasukkan dalam air panas/mendidih sebanyak 5 liter/1 ember. Duduk di kursi atau dingklik dari rotan/anyaman atau yang berlubang-lubang dan letakkan bejana berisi ramuan dan air panas di bawahnya. Tutup seluruh tubuh mulai leher hingga kaki dengan kain sarung sehingga uap air tidak keluar. Untuk menghilangkan bau badan, selain dengan mandi sauna juga sanggup dimakan daun beluntas sebagai sayuran.

    b. Pemeliharaan rambut
    - Untuk mencuci rambut sanggup digunakan rendaman air debu tangkai buah padi kering (merang) sebagai ganti shampo. Kemudian bilas dengan air hingga bersih. Bilas lagi dengan air jeruk purut (1 buah diencerkan kedalam 4 gelas air), dan terakhir bilas dengan air.
    - Mencegah rambut rontok sanggup digunakan minyak kemiri buatan sendiri. Bahan biji kemiri sebanyak 100 biji yang dilumat dengan air 2 gelas, kemudian dididihkan hingga keluar minyak. Saring dan minyak yang dihasilkan digosokkan pada kulit kepala 2-3 kali seminggu.



  • Penutup

    Pemanfaatan obat tradisioal untuk kelompok usila sanggup menjadi salah satu pilihan dalam pelayanan kesehatan di posyandu usila. Melibatkan secara aktif kelompok usila akan menunjukkan segi positif bagi usila. Selain laba kesehatan secara langsung, juga menunjukkan semangat semoga kelompok usila tetap produktif dan tetap percaya diri. Masih banyak ramuan dari tumbuhan obat yang sanggup digunakan untuk kesehatan usila. Ramuan obat tradisional sanggup dikembangkan sendiri diadaptasi dengan pengetahuan, kebutuhan, dan ketersediaan materi tumbuhan obat di sekitar lingkungan.

    Daftar Pustaka

  • Dalimartha Setiawan. 1999. Ramuan Tradisional untuk Pengobatan Diabetes Mellitus. Cetakan 4. Jakarta: Penebar Swadaya.

  • Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Kesehatan. 1998. Standart Pengobatan Laboratorium P4OT. (tidak diterbitkan) Surabaya: Laboratorium P4OT

  • Muhlisah Fauziah, Sapta Hening. 1999. Sayur & Bumbu dapur Berkhasiat Obat. Cetakan 4. Jakarta: Penebar Swadaya

  • Suharmiati, Lestari Handayani, Agus Suwandono. 1996. Buku Pegangan Kader: Pengenalan dan Pemanfaatan Taman Obat Keluarga (TOGA) untuk Kesehatan Keluarga. Jakarta : Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Depkes RI

  • Suharmiati, Wahyu Utami, Lestari H, Sutik Yuliati. 1999. Resep Jamu Gendong dan Jamu Instant. (Tidak diterbitkan). Surabaya: Laboratorium Penelitian dan Pengembangan Pelayanan Pengobatan Obat Tradisional.

  • Wijayakusuma Hembing, Dalimartha Setiawan. 1999. Ramuan Tradisional untuk Pengobatan Darah Tinggi. Cetakan 5. Jakarta: Penebar Swadaya.
  • Iklan Atas Artikel

    Iklan Tengah Artikel 1

    Iklan Tengah Artikel 2

    Iklan Bawah Artikel