Aneka Ramuan Pengusir Kanker
Alam Indonesia dikenal juga sebagai penghasil tumbuhan obat. Kini, selain pengobatan medis kedokteran, tidak sedikit dokter yang menyarankan pengobatan herbal. Berikut ini beberapa jenis ramuan yang lazim digunakan.
Dalam bukunya, yakni Cara Bijak Menangani Kanker, herbalis Yellia Mangan menyebutkan bahwa ramuan untuk penyembuhan kanker sanggup dikonsumsi kalau penyakit ini masih dalam stadium dini. Namun, bila tak kunjung ada perubahan atau tanda-tanda membaik setelah meminum ramuan obat selama dua bulan, sebaiknya berkonsultasi dengan dokter atau pengobat yang berpengalaman.
Menurut Yellia, ramuan untuk mengobati kanker sanggup juga diminum segera setelah menjalani operasi pengangkatan kanker dan radiasi. Hal ini dimaksudkan untuk tetapkan rantai sel kanker yang mungkin masih tertinggal.
Sementara itu, kalau menjalani pengobatan dengan kemoterapi, ramuan diminum setelah dua ahad semenjak kemoterapi dilakukan. Bila dokter memberi obat, ramuan sebaiknya diminum dua jam sebelum atau setelah mengonsumsi obat dari dokter.
Terapi komplementer
Menurut Dr. Henry Naland, Sp.B-Onk, yang sehari-hari menangani penyakit kanker di RS OMNI Medical Center Pulo Mas, Jakarta, walaupun hingga sekarang pengobatan dengan flora obat masih ditentang oleh kalangan kedokteran, ada pula yang mulai sanggup menerima. Bahkan, tidak sedikit yang tertarik mempelajari pengobatan dengan tumbuhan obat ini.
Dr. Henry menyarankan semoga pemakaian tumbuhan obat ditempuh sebagai terapi tambahan (komplementer). Menurutnya, bila terapi dari dokter, ibarat pembedahan, radiasi, dan kemoterapi, serta obat sudah dijalani, tapi tetap tidak ada kemajuan, tak ada salahnya mencoba pengobatan alternatif.
“Manfaat tumbuhan obat terhadap pencegahan penyakit kanker sangat besar. Salah satu hipotesis wacana cara kerja tumbuhan obat dalam melawan kanker yaitu kandungan tumbuhan yang bersifat racun sanggup mematikan kanker. Selain itu, kandungan kimia tumbuhan obat tersebut membantu prosedur pertahanan badan dalam memerangi sel kanker untuk berkembang,” katanya. @ Suharso Rahman
Beberapa Jenis Ramuan Tanaman Obat untuk Kanker
1. Sambiloto
Tumbuhan sambiloto (Jawa) atau pepaitan (Sumatera) nama Latinnya Andrographis paniculata Nees. Nama simplisia sambiloto yaitu Andrographidis herba (herba sambiloto), masuk dalam familia Acanthaceae.
Kandungan kimianya andrografin, androfolit (zat pahit), dan panikulin. Sifat antibiotik sambiloto sangat membantu dalam menyembuhkan luka jawaban kanker. Berdasarkan penelitian praklinis, ekstrak sambiloto bermanfaat sebagai antitumor dan menghancurkan inti sel kanker. Salah satu kegunaannya untuk mengobati kanker prostat.
Sambiloto juga sanggup menyembuhkan hepatitis, penyakit paru, disentri, tifoid, diare, amandel, influenza, radang ginjal, usus buntu, malaria, kencing nanah, kencing manis, kusta, jamur, keracunan tempe bongkrek, dan masih banyak lagi.
Karena banyak manfaatnya, orang sering menyimpan daun, batang, akar, dan bunga sambiloto. Sambiloto sanggup dikeringkan dan disimpan. Pengeringan dan penyimpanan sebaiknya dilakukan setelah flora itu berbunga.
Mereka yang tidak suka memakai obat kimia alasannya takut efek sampingnya, sanggup memakai daun sambiloto diramu dengan materi alami lain untuk menyembuhkan prostat. Untuk prostat, ada tiga ramuan yang memakai materi dasar sambiloto.
Ramuan pertama:
Bahan:
30 gram daun sambiloto kering
30 gram meniran kering
30 gram akar alang alang kering
Cara Membuat:
Semuanya dicuci bersih, kemudian dipotong kecil-kecil. Rebus dalam 2,5 gelas air dalam keadaan ditutup hingga mendidih. Setelah itu gres diangkat, tetapi tutup jangan dibuka. Setelah dingin, disaring. Diminum 2 kali sehari 1 gelas hingga tanda-tanda penyakit yang dirasakan hilang.
Ramuan kedua:
Bahan:
50 gram daun sambiloto kering
25 gram kulit semangka kering
50 gram daun pegagan kering
50 gram daun yang kuasa kering
100 gram akar alang-alang
Cara Membuat: Sama ibarat pada ramuan pertama.
Ramuan ketiga:
Bahan:
30 gram daun sambiloto kering
satu buah tumbuhan krokot (batang, daun, dan akarnya)
Cara Membuat: Setelah dicuci bersih, rebus dalam 2,5 gelas air selama seperempat jam. Biarkan masih dalam keadaan tertutup hingga dingin, kemudian disaring dan minum 2 kali sehari 1 gelas hingga sembuh.
2. Temulawak
Temulawak biasa dibudidayakan orang dan menjadi salah satu komoditas pertanian.
Di Jawa Barat, temulawak dikenal dengan nama koneng gedeh.
Rimpang temulawak mengandung curcumin dan monodesmetoksi curcumin. Kandungan curcumin dalam rimpang temulawak berguna sebagai antioksidan, antinflamasi, dan antitumor.
Temulawak juga berguna menghilangkan rasa nyeri dan sakit alasannya kanker. Ekstrak temulawak sangat dianjurkan untuk dikonsumsi guna mencegah penyakit hati, termasuk hepatitis B yang menjadi salah satu faktor risiko timbulnya kanker hati.
Ramuan temulawak untuk kanker hati
Bahan:
10 gram rimpang temulawak
10 gram kunyit
10 gram daun sambiloto kering
10 gram rimpang temu mangga
10 gram ciplukan kering (seluruh bab tanaman)
10 gram meniran (seluruh bab tanaman)
Cara Membuat: Setelah dicuci bersih, rimpang temulawak, kunyit, temu putih, dan temu mangga diparut halus. Parutan tersebut dicampur dengan ciplukan, meniran, dan daun sambiloto, kemudian direbus dengan 2 gelas air putih hingga tersisa sekitar 1,5 gelas. Setelah disaring, ramuan diminum 3 kali sehari masing-masing 1/2 gelas. Untuk mengurangi rasa pahit, tambahkan 1 sendok makan madu.
3. Lidah Buaya
Tumbuhan pengecap buaya (Aloe vera Linn atau Aloe barbadensis) berdaun tunggal berbentuk taji, ujung runcing, pangkal memeluk batang, tepi daun bergerigi, tebal berdaging, dan gampang patah. Permukaan daun berwarna hijau dan berbintik putih.
Lidah buaya bersifat hirau taacuh dan berguna sebagai penurun kadar gula, pengontrol tekanan darah, antibiotik, dan analgesik (pereda sakit). Zat aloin dalam pengecap buaya berfungsi sebagai pencahar.
Pemakaian pengecap buaya lebih ditekankan sebagai immunotherapy dengan menstimulasi kekebalan badan terhadap serangan kanker dan ditunjang oleh khasiatnya sebagai antinflamasi (antiradang). Fungsi ini berkaitan dengan senyawa polisakarida yang terkandung dalam gel daunnya. Sementara itu, daun pengecap buaya mempunyai khasiat sebagai antikanker dan antitumor.
Ramuan pengecap buaya
Bahan: Satu buah pelepah pengecap buaya yang sudah bau tanah berukuran sedang, dibuang durinya, tapi jangan buang kulitnya.
Cara Membuat: Iris-iris dan rebus dengan 3 gelas air hingga tersisa 1 gelas. Air rebusan pengecap buaya diminum 3 kali sehari. Setiap kali hendak minum, Anda harus menciptakan rebusan baru. @